<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>ASADULLAH</title>
	<atom:link href="http://asadu11ah.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://asadu11ah.wordpress.com</link>
	<description>Membina Generasi Ghuraba' Pejuang Agama Allah</description>
	<lastBuildDate>Mon, 13 Apr 2009 03:25:29 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='asadu11ah.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>ASADULLAH</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://asadu11ah.wordpress.com/osd.xml" title="ASADULLAH" />
	<atom:link rel='hub' href='http://asadu11ah.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>5 Tentara Amerika dan 2 Tentara Iraq Tewas Dalam Serangan Bom Truk</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/04/12/5-tentara-amerika-dan-2-tentara-iraq-tewas-dalam-serangan-bom-truk/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/04/12/5-tentara-amerika-dan-2-tentara-iraq-tewas-dalam-serangan-bom-truk/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 03:25:29 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/?p=64</guid>
		<description><![CDATA[Mosul &#8211; Serangan bom kembali memakan korban tentara Amerika hari Jum&#8217;at tanggal 10 Maret 2009. Sebuah truk berisi bahan peledak menghantam pos pemeriksaan di Mosul, Iraq utara menewaskan lima tentara Amerika dan dua polisi Iraq. Militer Amerika memberikan statemen tentang kematian tentaranya ini dan mengatakan ini adalah serangan paling mematikan terhadap militer Amerika tahun 2009 [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=64&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_65" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px"><img class="size-medium wp-image-65" title="tentara amerika laknatullah" src="http://asadu11ah.files.wordpress.com/2009/04/tentara-amerika-di-iraq.jpg?w=300&#038;h=216" alt="tentara amerika laknatullah" width="300" height="216" /><p class="wp-caption-text">tentara amerika laknatullah</p></div>
<p>Mosul &#8211; Serangan bom kembali memakan korban tentara Amerika hari Jum&#8217;at tanggal 10 Maret 2009. Sebuah truk berisi bahan peledak menghantam pos pemeriksaan di Mosul, Iraq utara menewaskan lima tentara Amerika dan dua polisi Iraq.</p>
<p>Militer Amerika memberikan statemen tentang kematian tentaranya ini dan mengatakan ini adalah serangan paling mematikan terhadap militer Amerika tahun 2009 ini.</p>
<p>Mosul, sekitar 390 km (240 mil) sebelah uatara Baghdad adalah salah satu dari dua kota di Iraq dimana pasukan Amerika masih terkungkung dalam pertempuran rutin dengan Al Qaeda dan para pejuang Iraq lainnya.</p>
<p>Menteri Dalam Negeri Iraq mengatakan bahwa pihak berwenang sudah diperingatkan akan terjadinya suatu serangan namun tidak tahu kapan serangan itu akan terjadi.</p>
<p>Tentara Amerika dan Iraq menembaki truk tersebut setelah pengemudi truk itu tidak mau diberhentikan untuk diperiksa di pos pemeriksaan sebelum mencapai basis utama tentara.</p>
<p>&#8220;Truk meledak 50 meter sebelum mencapai target (basis utama),&#8221; ujar juru bicara kementrian, Mayor Jendral Abdul Karim Khalaf.</p>
<p>&#8220;Ada lebih dari 1.000 kilogram bahan peledak dalam truk, yang bisa meledakkan tiga gedung sekaligus di sekitar target ledakan,&#8221; Khalaf menambahkan.</p>
<p>Dua tentara Amerika dan 20 anggota keamanan Iraq terluka dalam ledakan tersebut, kata militer Amerika. Ledakan itu juga menghancurkan dua kendaraan bersenjata milik Amerika.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/64/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/64/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/64/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=64&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/04/12/5-tentara-amerika-dan-2-tentara-iraq-tewas-dalam-serangan-bom-truk/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asadu11ah.files.wordpress.com/2009/04/tentara-amerika-di-iraq.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">tentara amerika laknatullah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abdullah Calon Pelaku Bom Syahid Termuda</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/04/12/abdullah-calon-pelaku-bom-syahid-termuda/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/04/12/abdullah-calon-pelaku-bom-syahid-termuda/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 13 Apr 2009 02:11:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/?p=59</guid>
		<description><![CDATA[Anak ini sekarang berada dibalik jeruji besi di sebuah penjara paling ketat penjagaannya. Abdullah, 11 tahun masih bisa tertawa sambil menceritakan kisahnya. Tertangkap saat membawa peledak, dia menjadi tersangka calon pelaku bom Syahid termuda di Afghanistan dan menjadi narapidana termuda. Dalam wawancaranya dengan jurnalis Bill Nelly, Abdullah mengatakan sudah menguasai persenjataan. Dia bisa melucuti senjata, [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=59&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="/DOCUME~1/COMPAQ/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot.jpg" alt="" /><img src="/DOCUME~1/COMPAQ/LOCALS~1/Temp/moz-screenshot-1.jpg" alt="" /><img class="alignleft size-medium wp-image-60" title="abdullah-bomber" src="http://asadu11ah.files.wordpress.com/2009/04/abdullah-bomber.jpg?w=303&#038;h=171" alt="abdullah-bomber" width="303" height="171" /></p>
<p>Anak ini sekarang berada dibalik jeruji besi di sebuah penjara paling ketat penjagaannya. Abdullah, 11 tahun masih bisa tertawa sambil menceritakan kisahnya. Tertangkap saat membawa peledak, dia menjadi tersangka calon pelaku bom Syahid termuda di Afghanistan dan menjadi narapidana termuda.</p>
<p>Dalam wawancaranya dengan jurnalis Bill Nelly, Abdullah mengatakan sudah menguasai persenjataan. Dia bisa melucuti senjata, mengisi dan menembakkan Kalashnikov. Ketika ditanya nama aslinya dia hanya menjawab singkat, &#8220;Abdullah&#8221;. Abdullah seorang yatim piatu dan saat ini belum lagi baligh.</p>
<p>Namun, di madrasah Abdullah sudah mempelajari prinsip-prinsip Jihad &#8211; perang suci.Setelah pagi membaca Al Qur&#8217;an, siangnya belajar menggunakan pistol dan Kalashnikov, belajar tentang orang-orang asing yang mendatangi negeri Muslim, hukum membunuh wanita dan anak-anak.</p>
<p>Ditanya kenapa bisa tertangkap saat membawa bom, dia bercerita saat itu sedang tamasya dengan sepupunya dari sekolahnya di Peshawar Pakistan. Saat itu dia sedang berjalan dengan beberapa orang melewati sebuah gunung menuju Afghanistan. Dia disuruh menggunakan jaket berukuran besar yang didalamnya berisi peledak.</p>
<p>Setelah tertangkap Abdullah dibawa ke penjara Intelligence Service Kabul.</p>
<p>Wartawan itu kemudian bertanya: &#8220;bagaimana rasanya menjadi seorang pelaku bom?&#8221;</p>
<p>Abdullah menjawab,bahwa &#8220;saya tahu saya akan hancur berkeping-keping&#8221;. Namun dia juga tahu perbedaan antara bunuh diri dan perintah Allah dan suatu pengorbanan. Kamu meledakkan dirimu untuk membunuh orang-orang kafir yang akan membunuh saudara-saduaramu, kata Abdullah.</p>
<p>Belum jelas apa yang akan terjadi pada Abdullah, namun pemerintah dikabarkan akan mengembalikan Abdullah ke Pakistan kembali ke sekolahnya.</p>
<p>Abdullah akan mempunyai sedikit cerita untuk diceritakan kepada teman-temannya tentang perjalanannya hingga masuk penjara, dan Abdullah akan memulai lagi pelajaran sehari-harinya yaitu mempelajari menggunakan Kalashnikovnya, dan siap untuk mempertahankan Islam.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/59/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/59/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/59/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=59&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/04/12/abdullah-calon-pelaku-bom-syahid-termuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://asadu11ah.files.wordpress.com/2009/04/abdullah-bomber.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">abdullah-bomber</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Dua Polisi yang Menyaksikan Eksekusi atas Sayyid Qutb</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/03/13/dua-polisi-yang-menyaksikan-eksekusi-atas-sayyid-qutb/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/03/13/dua-polisi-yang-menyaksikan-eksekusi-atas-sayyid-qutb/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 03:14:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarikh]]></category>
		<category><![CDATA[sayyid Quthb]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/?p=56</guid>
		<description><![CDATA[Ulama, da’i, serta para penyeru Islam yang mempersembahkan nyawanya di Jalan Allah, atas dasar ikhlash kepadaNya, sentiasa ditempatkan Allah sangat tinggi dan mulia di hati segenap manusia. Di antara da’i dan penyeru Islam itu adalah Syuhada (insya Allah) Sayyid Qutb. Bahkan peristiwa eksekusi matinya yang dilakukan dengan cara digantung, memberikan kesan mendalam dan menggetarkan bagi [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=56&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ulama, da’i, serta para penyeru Islam yang mempersembahkan nyawanya di Jalan Allah, atas dasar ikhlash kepadaNya, sentiasa ditempatkan Allah sangat tinggi dan mulia di hati segenap manusia.</p>
<p>Di antara da’i dan penyeru Islam itu adalah Syuhada (insya Allah) Sayyid Qutb. Bahkan peristiwa eksekusi matinya yang dilakukan dengan cara digantung, memberikan kesan mendalam dan menggetarkan bagi siapa saja yang mengenal Beliau atau menyaksikan sikapnya yang teguh. <span id="more-56"></span></p>
<p>Di antara mereka yang begitu tergetar dengan sosok mulia ini adalah dua orang polisi yang menyaksikan eksekusi matinya (di tahun 1966).  Salah seorang polisi itu mengetengahkan kisahnya kepada kita:</p>
<p>Ada banyak peristiwa yang tidak pernah kami bayangkan sebelumnya, lalu peristiwa itu menghantam kami dan merubah total kehidupan kami.</p>
<p>Di penjara militer pada saat itu, setiap malam kami menerima orang atau sekelompok orang, laki-laki atau perempuan, tua maupun muda. Setiap orang-orang itu tiba, atasan kami menyampaikan bahwa orang-orang itu adalah para pengkhianat negara yang telah bekerja sama dengan agen Zionis Yahudi. Karena itu, dengan cara apapun kami harus bias mengorek rahasia dari mereka. Kami harus dapat membuat mereka membuka mulut dengan cara apapun, meski itu harus dengan menimpakan siksaan keji pada mereka tanpa pandang bulu.  Jika tubuh mereka penuh dengan berbagai luka akibat pukulan dan cambukan, itu sesuatu pemandangan harian yang biasa.</p>
<p>Kami melaksanakan tugas itu dengan satu keyakinan kuat bahwa kami tengah melaksanakan tugas mulia: menyelamatkan negara dan melindungi masyarakat dari para “pengkhianat keji” yang telah bekerja sama dengan Yahudi hina.  Begitulah, hingga kami menyaksikan berbagai peristiwa yang tidak dapat kami mengerti.</p>
<p>Kami mempersaksikan para ‘pengkhianat’ ini sentiasa menjaga shalat mereka, bahkan sentiasa berusaha menjaga dengan teguh qiyamullail setiap malam, dalam keadaan apapun. Ketika ayunan pukulan dan cabikan cambuk memecahkan daging mereka, mereka tidak berhenti untuk mengingat Allah. Lisan mereka sentiasa berdzikir walau tengah menghadapi siksaan yang berat.  Beberapa di antara mereka berpulang menghadap Allah sementar ayunan cambuk tengah mendera tubuh mereka, atau ketika sekawanan anjing lapar merobek daging punggung mereka. Tetapi dalam kondisi mencekam itu, mereka menghadapi maut dengan senyum di bibir, dan lisan yang selalu basah mengingat nama Allah.</p>
<p>Perlahan, kami mulai ragu, apakah benar orang-orang ini adalah sekawanan ‘penjahat keji’ dan ‘pengkhianat’? Bagaimana mungkin orang-orang yang teguh dalam menjalankan perintah agamanya adalah orang yang berkolaborasi dengan musuh Allah?  Maka kami, aku dan temanku yang sama-sama bertugas di kepolisian ini, secara rahasia menyepakati, untuk sedapat mungkin berusaha tidak menyakiti orang-orang ini, serta memberikan mereka bantuan apa saja yang dapat kami lakukan.</p>
<p>Dengan ijin Allah, tugas saya di penjara militer tersebut tidak berlangsung lama. Penugasan kami yang terakhir di penjara itu adalah menjaga sebuah sel di mana di dalamnya dipenjara seseorang. Kami diberi tahu bahwa orang ini adalah yang paling berbahaya dari kumpulan ‘pengkhianat’ itu. Orang ini adalah pemimpin dan perencana seluruh makar jahat mereka. Namanya Sayyid Qutb.  Orang ini agaknya telah mengalami siksaan sangat berat hingga ia tidak mampu lagi untuk berdiri. Mereka harus menyeretnya ke Pengadilan Militer ketika ia akan disidangkan.</p>
<p>Suatu malam, keputusan telah sampai untuknya, ia harus dieksekusi mati dengan cara digantung.  Malam itu seorang sheikh dibawa menemuinya, untuk mentalqin dan mengingatkannya kepada Allah, sebelum dieksekusi.  (Sheikh itu berkata, “Wahai Sayyid, ucapkanlah Laa ilaha illa Allah…”.</p>
<p>Sayyid Qutb hanya tersenyum lalu berkata, “Sampai juga engkau wahai Sheikh, menyempurnakan seluruh sandiwara ini? Ketahuilah, kami mati dan mengorbankan diri demi membela dan meninggikan kalimat Laa ilaha illa Allah, sementara engkau mencari makan dengan Laa ilaha illa Allah”. Pent)</p>
<p>Dini hari esoknya, kami, aku dan temanku, menuntun dan tangannya dan membawanya ke sebuah mobil tertutup, di mana di dalamnya telah ada beberapa tahanan lainnya yang juga akan dieksekusi. Beberapa saat kemudian, mobil penjara itu berangkat ke tempat eksekusi, dikawal oleh beberapa mobil militer yang membawa kawanan tentara bersenjata lengkap.</p>
<p>Begitu tiba di tempat eksekusi, tiap tentara menempati posisinya dengan senjata siap. Para perwira militer telah menyiapkan segala hal termasuk memasang instalasi tiang gantung untuk setiap tahanan. Seorang tentara eksekutor mengalungkan tali gantung ke leher Beliau dan para tahanan lain. Setelah semua siap, seluruh petugas bersiap menunggu perintah eksekusi.</p>
<p>Di tengah suasana ‘maut’ yang begitu mencekam dan menggoncangkan jiwa itu, aku menyaksikan peristiwa yang mengharukan dan mengagumkan. Ketika tali gantung telah mengikat leher mereka, masing-masing saling bertausiyah kepada saudaranya, untuk tetap tsabat dan shabr, serta menyampaikan kabar gembira, saling berjanji untuk bertemu di Surga, bersama dengan Rasulullah tercinta dan para Shahabat. Tausiyah ini kemudian diakhiri dengan pekikan, “ALLAHU AKBAR WA LILLAHIL HAMD!” Aku tergetar mendengarnya.</p>
<p>Di saat yang genting itu, kami mendengar bunyi mobil datang. Gerbang ruangan dibuka dan seorang pejabat militer tingkat tinggi datang dengan tergesa-gesa sembari memberi komando agar pelaksanaan eksekusi ditunda.  Perwira tinggi itu mendekati Sayyid Qutb, lalu memerintahkan agar tali gantungan dilepaskan dan tutup mata dibuka.</p>
<p>Perwira itu kemudian menyampaikan kata-kata dengan bibir bergetar, “Saudaraku Sayyid, aku datang bersegera menghadap Anda, dengan membawa kabar gembira dan pengampunan dari Presiden kita yang sangat pengasih. Anda hanya perlu menulis satu kalimat saja sehingga Anda dan seluruh teman-teman Anda akan diampuni”.Perwira itu tidak membuang-buang waktu, ia segera mengeluarkan sebuah notes kecil dari saku bajunya dan sebuah pulpen, lalu berkata, “Tulislah Saudaraku, satu kalimat saja… Aku bersalah dan aku minta maaf…”</p>
<p>(Hal serupa pernah terjadi ketika Ustadz Sayyid Qutb dipenjara, lalu datanglah saudarinya Aminah Qutb sembari membawa pesan dari rejim thowaghit Mesir, meminta agar Sayyid Qutb sekedar mengajukan permohonan maaf secara tertulis kepada Presiden Jamal Abdul Naser, maka ia akan diampuni. Sayyid Qutb mengucapkan kata-katanya yang terkenal, “Telunjuk yang sentiasa mempersaksikan keesaan Allah dalam setiap shalatnya, menolak untuk menuliskan barang satu huruf penundukan atau menyerah kepada rejim thowaghit…”. Pent)</p>
<p>Sayyid Qutb menatap perwira itu dengan matanya yang bening. Satu senyum tersungging di bibirnya. Lalu dengan sangat berwibawa Beliau berkata, “Tidak akan pernah! Aku tidak akan pernah bersedia menukar kehidupan dunia yang fana ini dengan Akhirat yang abadi”.</p>
<p>Perwira itu berkata, dengan nada suara bergetar karena rasa sedih yang mencekam, “Tetapi Sayyid, itu artinya kematian…”  Ustadz Sayyid Qutb berkata tenang, “Selamat datang kematian di Jalan Allah… Sungguh Allah Maha Besar!”</p>
<p>Aku menyaksikan seluruh episode ini, dan tidak mampu berkata apa-apa. Kami menyaksikan gunung menjulang yang kokoh berdiri mempertahankan iman dan keyakinan. Dialog itu tidak dilanjutkan, dan sang perwira memberi tanda eksekusi untuk dilanjutkan.  Segera, para eksekutor akan menekan tuas, dan tubuh Sayyid Qutb beserta kawan-kawannya akan menggantung. Lisan semua mereka yang akan menjalani eksekusi itu mengucapkan sesuatu yang tidak akan pernah kami lupakan untuk selama-lamanya… Mereka mengucapkan, “Laa ilaha illah Allah, Muhammad Rasulullah…”</p>
<p>Sejak hari itu, aku berjanji kepada diriku untuk bertobat, takut kepada Allah, dan berusaha menjadi hambaNya yang sholeh. Aku sentiasa berdoa kepada Allah agar Dia mengampuni dosa-dosaku, serta menjaga diriku di dalam iman hingga akhir hayatku.</p>
<p>Diambil dari kumpulan kisah: “Mereka yang kembali kepada Allah”</p>
<p>Oleh: Muhammad Abdul Aziz Al Musnad</p>
<p>Diterjemahkan oleh Dr. Muhammad Amin Taufiq.</p>
<p>Courtesy: Al Firdaws English Forum</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/56/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/56/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/56/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=56&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/03/13/dua-polisi-yang-menyaksikan-eksekusi-atas-sayyid-qutb/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Andaikan suamiku seperti mereka….</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/03/13/andaikan-suamiku-seperti-mereka%e2%80%a6/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/03/13/andaikan-suamiku-seperti-mereka%e2%80%a6/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Mar 2009 03:00:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/?p=53</guid>
		<description><![CDATA[Oleh : Ummul Ghuroba&#8217; Ketika aku keluar rumah sambil bendiri melihat foto-foto para buronan mujahidin yang mulia dan yang menjaga keutuhan agama dan kaum muslimin, maka aku sangat berharap bahwa seberkas kertas itu tertera foto suamiku dan tertulis namanya supaya kami mendapatkan kemuliaan pada seluruh umur kami, dan hal itu bukan hanya dia saja. Juga [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=53&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh : Ummul Ghuroba&#8217;</p>
<p>Ketika aku keluar rumah sambil bendiri melihat foto-foto para buronan mujahidin yang mulia dan yang menjaga keutuhan agama dan kaum muslimin, maka aku sangat berharap bahwa seberkas kertas itu tertera foto suamiku dan tertulis namanya supaya kami mendapatkan kemuliaan pada seluruh umur kami, dan hal itu bukan hanya dia saja. Juga supaya anaknya bahagia ketika melihat bapaknya menjadi salah satu dari para pahlawan itu dan bangga dengan keberaniannya ketika diwaktu yang sama tetangga mereka dan bapak teman-teman mereka bersikap diam tenang dan tidak bergerak untuk memperjuangkan umat!! <span id="more-53"></span></p>
<p>Bahkan supaya Alloh dan orang-orang beriman mencintai bapak mereka dan supaya Alloh menerima amal mereka, karena barang siapa yang ridho kepada Alloh maka dialah yang akan diridhoi oleh Alloh, dan manusia juga akan meridhoinya, bahkan Alloh akan mencintainya, dan barangsiapa yang dicintai oleh Alloh maka dia akan dicintai oleh orang yang berada di langit dan di bumi.</p>
<p>Ketika para Ummahatul Mukminin yang suci mencintai Rosululloh SAW…Maka mereka mencintainya karena beliau adalah seorang pemberani yang Jibril turun dengan membawa wahyu sedangkan beliau waktu itu beribadah di sebuah gua yang gelap gulita.</p>
<p>Mereka mencintai beliau karena beliau seorang pemberani di dalam menyampaikan risalah Robbnya dan berkata kepada kaum Quroisy:</p>
<p>لقد جئتكم بالذبح</p>
<p>&#8220;Sungguh aku datang kepada kalian dengan penyembelihan&#8221;.</p>
<p>Mereka mencintainya karena beliau seorang pemberani yang melindungi sahabat-sahabatnya dengan punggungnya ketika siksaan semakin bertambah berat. Maka beliau dicintai oleh Alloh dan seluruh kaum muslimin….</p>
<p>Dan ketika istri Ash Shiddiq mencintai suaminya….</p>
<p>Dia mencintainya karena dia adalah seorang pemberani, dia adalah orang yang pertama kali beriman kepada Alloh SWT, mencintainya karena beliau seorang pemberani, beliau orang yang pertama kali membenarkan Rosululloh SAW, mencintainya karena dia berani memerangi orang-orang murtad dengan penuh kegagahan sehingga Alloh menjaga agamaNya melalui tangan beliau.</p>
<p>Maka dia dicintai oleh Alloh dan seluruh kaum muslimin….</p>
<p>Dan ketika istri Umar mencintai Umar bin Khottob ra. mencintainya karena dia adalah seorang pemberani, beliau orang yang pertama kali memisahkan yang haq dari yang bathil, mencintainya karena dia seorang pemberani yang dimana jika dia berjalan di suatu lembah sedangkan syetan berjalan di lembah yang lain untuk menghindarinya, mencintainya karena dia pemberani yang mengatakan suara kebenaran dengan terang-terangan sebagai balasan terhadap Abu Sufyan ketika perang Uhud. Maka dia dicintai oleh Alloh dan seluruh kaum muslimin….</p>
<p>Mereka itulah orang-orang yang dicintai oleh Alloh dan dicintai oleh umat Islam, mereka dan orang-orang yang berjalan diatas manhaj mereka, membela apa yang mereka bela, mempertahankan sebagaiman mereka mempertahankan, menolong orang-orang yang mereka tolong. Mereka adalah para pemimpin umat ini, para pemberani umat ini seperti Saifulloh Al-Maslul (yang selalu terhunus), Abu Dujanah, Al Barro&#8217;, Malik, Abdullohbin Zubair, Said bin Jubair, AhmadbinTaimiyyah, Sholahuddin, Umar Mukhtar, Marwan Hadid, Kholid Al Islambuliy, Yahya Ayyasy, Saamir As Suwailim (Khottob), Yusuf Al Uyairiy, Turki Ad Dandaniy dan Sulthon Al Qohthoniy semoga Alloh meridhoi mereka semuanya.</p>
<p>Mereka itulah orang-orang yang berhak untuk dicintai….</p>
<p>Mereka itulah orang-orang yang berhak untuk disebut orang-orang yang menepati janji….</p>
<p>Mereka itulah orang-orang yang mulia….</p>
<p>Setiap singa dari mereka berhak untuk kita cintai, karena dia dicintai oleh Alloh dan RosulNya, juga dicintai ummat dan dibelanya….</p>
<p>Setiap singa dari mereka berhak disebut orang yang menepati janji karena dia memiliki perjanjian dengan Alloh, dan memiliki perjanjian dengan Rosululloh SAW dengan mengikuti petunjuknya, memiliki perjanjian dengan umatNya ketika dia menjadikan kepala umat tegak dengan mempertahankan agamanya….</p>
<p>Setiap singa dari mereka berhak untuk mendapatkan kemuliaannya karena dia telah menjaga kemuliaan dan kehormatan umat, maka seorang pemberani dan mulia itu jika dicintai, dia memenuhi setiap perjanjiannya dengan mengorbankan jiwanya yang suci, sehingga selain dari itu semua, dia adalah seorang penakut dan pengecut, tidak berhak untuk mendapatkan sesuatupun.</p>
<div><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;"><strong>Shoutul Jihad </strong></span></span><span style="font-family:Comic Sans MS,cursive;"><span style="font-size:x-small;">Edisi 14 Muharrom 1424 H.</span></span></div>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/53/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/53/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/53/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=53&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2009/03/13/andaikan-suamiku-seperti-mereka%e2%80%a6/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 WASIAT ALI GHUFRON</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/07/13/10-wasiat-ali-ghufron/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/07/13/10-wasiat-ali-ghufron/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 15:30:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/?p=48</guid>
		<description><![CDATA[السلام عليكم ورحمة الله وبركاته. إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضل له ، ومن يُضلل فلا هادي له. وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.  ﴾ ﴿آل عمران:102. ﴾ ﴿ النساء:1. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=48&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="center"><span style="font-size:large;font-family:Traditional Arabic;">السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.<br />
إن الحمد لله نحمده ونستعينه ونستهديه ، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيئات أعمالنا ، من يهده الله فلا مضل له ، ومن يُضلل فلا هادي له.<br />
وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له ، وأشهد أن محمداً عبده ورسوله.<br />
 ﴾ ﴿آل عمران:102.<br />
﴾ ﴿ النساء:1.<br />
﴾ ﴿ الأحزاب:71.<span style="font-size:large;font-family:Traditional Arabic;">أما بعد: فإن أصدق الحديث كتابُ الله ، وخيرَ الهدي هديُ محمد صلى الله عليه و سلم ، وشرَّ الأمور محدثاتها ، وكل محدثةٍ بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار.</p>
<p></span></span></p>
<p> </p>
<p style="text-align:center;">Kepada segenap kaum muslimin yang kami cintai hafidzhahullah&#8230; Mudah-mudahan kalian senantiasa dilindungi Allah Ta’ala dari godaan, jeratan, jebakan, penipuan, penyesatan dan pemalsuan syetan yang terajam lagi terkutuk.<br />
Perkenankanlah kepada kami untuk menyampaikan beberapa wasiat dan pesan-pesan yang hendak kami sampaikan berikut ini, sebagai bentuk kecintaan kami kepada seluruh kaum muslimin.<span id="more-48"></span></p>
<p>[1]. Wasiat Pertama<br />
Pegang teguhlah baik-baik seluruh wasiat yang telah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya wasiatkan dalam Al Qur’an dan As-Sunnah, dan berusahalah dengan sungguh-sungguh untuk mengamalkannya.</p>
<p>[2]. Wasiat Kedua<br />
Ingatlah bahwasanya diri kita diciptakan Allah Ta’ala, semata-mata untuk beribadah kepada-Nya, (Q.S. Adz-Dzariyat (51): 56). Untuk mentauhidkan-Nya dan menghambakan diri kepada-Nya saja dengan membebaskan diri dari segala bentuk penghambaan kepada makhluk dalam segala aspek kehidupan. Oleh karena itu, bebaskanlah diri-diri kalian dari segala bentuk syirik; syirik pada asma’ dan shifat-Nya, pada rububiyah-Nya, pada uluhiyah-Nya, pada perintah-perintah-Nya, pada hukum-hukum-Nya dan keputusan-keputusan-Nya. Bebaskanlah diri kalian dari segala bentuk syirkul qubur (syirik yang berhubungan dengan kuburan, seperti menjadikan orang-orang yang sudah mati menjadi ilah (Tuhan), meminta kepada arwah-arwah, membuat patung, kubah-kubah dan menyembahnya, dan lain sebagainya), dan bebaskan pula diri kalian dari segala bentuk syirkul qushur (syirik yang berhubungan dengan istana, seperti menjadikan para thawaghit sebagai tuhan-tuhan kecil, memberikan hak kepada mereka untuk membuat syariat dan hukum yang bertentangan dengan syariat Allah). Dua bentuk syirik tersebut telah diuraikan dengan gamblang oleh ulama-ulama kita, antara lain Asy-Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah, dalam kitab Tauhid nya, dan Asy-Syahid &#8212;insya Allah&#8212; Sayyid Qutb rahimahullah dalam bukunya, Ma’alim Fith-Thoriq, buku Fie Dhilalil Qur’an dan sebagainya.<br />
Kedua bentuk syirik yang berbahaya tersebut, telah diramalkan oleh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam dalam sebuah haditsnya yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah dan Abu Daud dengan sanad yang shahih dari Tsauban maula Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, bahwasanya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam bersabda,</p>
<p>وَإِنَّمَا أَخَافُ عَلَى أُمَّتِي الْأَئِمَّةَ الْمُضِلِّينَ وَإِذَا وُضِعَ السَّيْفُ فِي أُمَّتِي لَمْ يُرْفَعْ عَنْهَا إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَلَا تَقُومُ السَّاعَةُ حَتَّى تَلْحَقَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي بِالْمُشْرِكِينَ وَحَتَّى تَعْبُدَ قَبَائِلُ مِنْ أُمَّتِي الْأَوْثَانَ<br />
Artinya:<br />
&#8220;Sesungguhnya termasuk sesuatu yang aku takuti menimpa umatku adalah para pemimpin (agama maupun politik) yang menyesatkan…Dan tidak akan terjadi hari kiamat sampai beberapa kabilah dari umatku yang bergabung dengan kaum musyrikin, dan sampai ada beberapa kabilah dari umatku yang menyembah berhala.&#8221; (Hadits Hasan Riwayat, Ibnu Majah dan Abu Daud)[ ].</p>
<p>Subhanallah! Ramalan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam tersebut benar-benar terjadi dan bisa kita saksikan pada hari ini. Berapa banyak orang-orang yang mengaku beragama Islam tetapi menyembah berhala dengan segala ragamnya. Begitu juga tidak sedikit, bahkan sulit kita mencari alat canggih untuk menghitungnya, sebagian dari umat ini yang bergabung dengan orang-orang musyrik, baik zionis, salibis, komunis, maupun yang lainnya dengan mengikuti agama sekulerismenya, kapitalismenya, demokrasinya, liberalismenya, sosialismenya dan lain sebagainya.<br />
[3]. Wasiat Ketiga<br />
Jika kalian ingin selamat dalam arti kata yang sebenarnya di dunia maupun di akherat, maka ikutilah jalan yang lurus (Ash-Shirathal Mustaqim), yaitu jalannya orang-orang yang telah Allah berikan nikmat kepada mereka (Q.S Al Fatihah (1): 7), dari para anbiya’, para shiddiqin, para syuhada, dan para shalihin, (Q.S. An-Nisa’ (4): 69), dan janganlah kalian mengikuti jalan orang-orang yang dimurkai (Yahudi dan semacamnya), dan jalan orang-orang yang tersesat (Nasrani dan semacamnya) (Q.S Al Fatihah (1): 7). Ikutilah jalan yang satu yaitu jalan Allah yang lurus dan jangan mengikuti jalan-jalan yang beraneka ragam, jalan Iblis dan syetan (Q.S. Al-An’am (6): 153).<br />
Masuklah kalian ke dalam Islam secara keseluruhannya, satu-satunya Ad-Dien yang dapat mengantarkan seseorang dapat mencapai kebahagiaan dunia dan akherat, hanya Islam sajalah yang dapat memasukkan pemeluknya ke dalam surga, sedang isme-isme selain Islam seperti : Yahudi, Nasrani, Majusi, Hindu, Budha, Khong Hu Chu, Kejawen, Komunisme, Marxisme, Leninisme, Sosialisme, Sekulerisme, Kapitalisme, Liberalisme, Permissifisme, Demokrasi, Nasionalisme, Ba’atsisme dan lain sebagainya, sebab jika kalian menapaki langkah-langkah syetan ini kalian akan terpelanting dari jalan yang lurus dan akan keluar dari padanya.<br />
Jika kalian masih mengaku sebagai orang-orang yang beragama Islam, ikutilah Islam yang benar sebagaimana Islam yang dibawa oleh Baginda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, Islam yang dipeganginya dan diperjuangkannya, bersama para shahabat-shahabatnya radiyallahu &#8216;anhum ajma’in, lalu diteruskan oleh para tabi’in dan para pengikutnya rahimahumullah. Dan jangan mengikuti Islam yang sesuai dengan selera hawa nafsu kalian, yang diridhai dan diingini oleh orang-orang kafir dan orang-orang munafiq. Ingat bahwasanya Islam yang benar itu tidak akan pernah disukai oleh mereka sampai hari kiamat. Mereka membagi Islam dan kaum muslimin menjadi dua kelompok (ma’af untuk ini kami terpaksa menggunakan pembagian tolol mereka).<br />
(a) Kelompok Fundamentalis, Radikal, Ekstrem, Teroris dan sebagainya.<br />
(b) Kelompok Moderat, sederhana, bertolak ansur, kompromi, tidak mau kekerasan, mau menjilat pantat orang-orang kafir dan sebagainya.[ ]<br />
Sebenarnya kesimpulannya sangat mudah, penggembala kerbau yang tak pernah mengenal pensil dan kertaspun bisa menyimpulkan bahwa bagian (a), adalah Islam Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa salam, para shahabat radiyallahu &#8216;anhum dan para pengikutnya hingga hari kiamat, sedang kelompok (b), adalah Islam Abdullah bin Ubay bin Salul (Gembong munafiq era Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam-ed), dan para pengikutnya hingga hari kiamat. Maka masalahnya tinggal terserah kalian, kalian mau mengikuti dan mendukung Islam Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa salam atau Islam Abdullah bin Ubay bin Salul. Untung dan ruginya kembali kepada diri kalian sendiri. Seandainya seluruh kaum muslimin yang ada di bumi ini memilih, mengikuti dan mendukung Islam yang dikehendaki oleh orang-orang kafir dan orang-orang munafiq seperti yang dikehendaki oleh Bush dan antek-anteknya -laasamahallaahu- hal ini tidak memberi madhorot sedikitpun terhadap Allah Ta’ala, dan Allah Ta’ala akan mendatangkan kaum yang baru untuk menggantikan mereka yang siap untuk mendukung dan memperjuangkan Islam yang benar, yang diantara sifat-sifatnya sebagai berikut:<br />
1. Allah mencintai mereka dan merekapun mencintai Allah.<br />
2. Bersikap lemah lembut terhadap orang-orang mukmin.<br />
3. Bersikap keras terhadap orang-orang kafir.<br />
4. Berjihad di jalan Allah (berperang fie sabilillah).<br />
5. Dan tidak takut kepada celaan orang-orang yang suka mencela.</p>
<p>Inilah sifat-sifat generasi yang menggantikan kaum munafiqin dan kaum murtaddin yang meninggalkan dienul Islam yang benar (Q.S. Al-Maidah (5): 54).<br />
“Demikianlah sunnatullah, dan sekali kali kalian tidak akan mendapatkan perubahan dan penyimpangan bagi sunnatullah” (Q.S. Faathir (35): 43).</p>
<p>[4]. Wasiat Keempat<br />
Camkan pada diri kalian beberapa prinsip penting dibawah ini.<br />
a) Tujuan hidup kita adalah untuk mencari ridha Allah ta’ala dengan mengikuti Sunnah Nabi-nya, shallallahu &#8216;alaihi wa salam.<br />
b) Iman dan tauhid kita adalah sebagaimana iman dan tauhid salaf (para shahabat, tabi’in dan tabi’ut tabi’in radhiyallohulahum wa rahimahullahu lahum ajma’iin).<br />
c) Kita memahami Islam sebagaimana yang difahami oleh ulama-ulama salaf yang tsiqat lagi terpercaya.<br />
d) Target hidup kita adalah untuk memperhambakan manusia kepada Allah satu-satunya dan membebaskan diri kita dan mereka dari memperhambakan diri kepada manusia, atau makhluk, dengan menegakkan kembali daulah dan khilafah, sebab tanpa keduanya mustahil target ini dapat tercapai, hanya orang yang bodoh dan tidak memahami hakekat dienul Islam saja, yang memandang remeh urusan ini. (Lihat Tafsir Ibnu Katsir I/75, yang menerangkan akan wajib menegakkan hal tersebut).<br />
e) Kita bermuamalat dan berwala’ kepada Allah Ta’ala, Rasul-Nya shallallahu &#8216;alaihi wa salam, dan orang-orang yang beriman.<br />
f) Kita bersikap bara’ dan bermu’amalat terhadap musuh-musuh Allah ta’ala, musuh-musuh Rasul-Nya shallallahu &#8216;alaihi wa salam, dan musuh-musuh orang-orang beriman dari syetan-syetan manusia maupun syetan-syetan jin.<br />
g) Jalan perjuangan kita dengan dakwah, amar makruf dan nahi mungkar (yang sesuai dengan sunnah), dan dengan Jihad jika mampu. Jika tidak mampu dengan i’dad, jika tidak mampu i’dad dengan hijrah, jika tidak mampu berhijrah dan tidak ada jalan, maka dengan uzlah, (meninggalkan dan menyingkir dari seluruh jalan-jalan syetan dan kelompok-kelompok yang batil, termasuk demokrasi)<br />
h) Demokrasi adalah jalan Iblis dan syetan, jalan orang-orang kafir yang sekuler, ladiniyah (sekulerisme, ed), yang tidak beragama dengan agama yang benar, jalan yang kufur lagi syirik yang diantara prinsip batilnya, sesatnya, kufurnya dan syiriknya adalah bahwasanya “Kedaulatan di Tangan Rakyat”, sedang menurut Dienul Haq, bahwa “Kedaulatan adalah di Tangan Allah Rabbul ‘Alamiin”, satu-satunya. Inilah perbedaan antara Tauhid dan Syirik. Oleh karena itu demokrasi sebenarnya hanya merupakan perangkap yang dipasang oleh musuh-musuh Islam dan ia tak ubahnya seperti fatamorgana belaka bagi para peminatnya[ ], di dunia sampai hari kiamat tidak akan menang dalam arti kata yang sebenarnya (tidak dapat menegakkan daulah sebagaimana yang dituntut syariat), dan diakherat terancam dengan siksa neraka karena mengikuti jalan yang bukan jalan orang yang beriman (Q.S. (4): 15)<br />
i) Bekal kita untuk menggapai tujuan dan target adalah ilmu dan taqwa, yakin dan tawakkal, syukur dan sabar, zuhud di dunia dan Itsar (lebih mementingkan) kehidupan akherat, cinta jihad dan mati syahid di jalan Allah.</p>
<p>[5]. Wasiat Kelima<br />
Jauhkanlah diri kalian dari bid’ah, ahli bid’ah dan kelompok-kelompok bid’ah dengan segala bentuknya, baik bid’ah dalam segi nusuk (penyembelihan/pengorbanan) dan ibadah, maupun dalam segi tashawwur dan manhaj. Ikutilah dan kembalilah kepada sunnah, Ahlussunnah dan kelompok-kelompok Ahlussunnah, sebab hanya golongan Ahlussunnah Wal Jama’ah sajalah yang dijamin Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, sebagai satu-satunya Al-Firqoh An-Najiyah, yaitu kelompok yang terselamatkan dari api neraka. Berusahalah untuk bergabung dengan Firqoh An-Najiyah Al Manshurah (kelompok yang dijamin selamat dari api neraka dari yang mendapat pertolongan Allah ta’ala), yaitu Al-Jama’ah Al-Jihadiyah As-Salafiyah sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, yang diriwayatkan Imam Muslim dari shahabat Jabir bin Abdullah radiyallahu &#8216;anhum</p>
<p>عَنْ جَابِرٍ بن عبد الله، يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ<br />
Artinya: “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran dengan mendapat pertolongan Allah hingga datangnya hari kiamat…“(H.R.Imam Muslim)[ ]</p>
<p>[6]. Wasiat Keenam<br />
(A). Waspadailah, jauhilah dan tinggalkanlah para penyeru ke pintu-pintu neraka Jahannam, karena pada diri mereka tidak ada setitikpun dari kebaikan. Adanya hanya keburukan, kejahatan dan kemungkaran. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dan Imam Muslim dari shohabat Hudzaifah radiyallahu &#8216;anhum dinyatakan yang maksudnya[ ] :<br />
حَدَّثَنِي أَبُو إِدْرِيسَ الْخَوْلَانِيُّ أَنَّهُ سَمِعَ حُذَيْفَةَ بْنَ الْيَمَانِ يَقُولُ كَانَ النَّاسُ يَسْأَلُونَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الْخَيْرِ وَكُنْتُ أَسْأَلُهُ عَنِ الشَّرِّ مَخَافَةَ أَنْ يُدْرِكَنِي.<br />
فَقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنَّا كُنَّا فِي جَاهِلِيَّةٍ وَشَرٍّ. فَجَاءَنَا اللَّهُ بِهَذَا الْخَيْرِ. فَهَلْ بَعْدَ هَذَا الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ؟ قَالَ نَعَمْ .<br />
قُلْتُ وَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الشَّرِّ مِنْ خَيْرٍ؟ قَالَ نَعَمْ وَفِيهِ دَخَنٌ.<br />
قُلْتُ وَمَا دَخَنُهُ ؟ قَالَ قَوْمٌ يَهْدُونَ بِغَيْرِ هَدْيِي تَعْرِفُ مِنْهُمْ وَتُنْكِرُ.<br />
ُلْتُ فَهَلْ بَعْدَ ذَلِكَ الْخَيْرِ مِنْ شَرٍّ ؟ قَالَ نَعَمْ دُعَاةٌ إِلَى أَبْوَابِ جَهَنَّمَ مَنْ أَجَابَهُمْ إِلَيْهَا قَذَفُوهُ فِيهَا.<br />
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ, صِفْهُمْ لَنَا ! فَقَالَ هُمْ مِنْ جِلْدَتِنَا وَيَتَكَلَّمُونَ بِأَلْسِنَتِنَا.<br />
قُلْتُ فَمَا تَأْمُرُنِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ ؟ قَالَ تَلْزَمُ جَمَاعَةَ الْمُسْلِمِينَ وَإِمَامَهُمْ.<br />
قُلْتُ فَإِنْ لَمْ يَكُنْ لَهُمْ جَمَاعَةٌ وَلَا إِمَامٌ؟ قَالَ فَاعْتَزِلْ تِلْكَ الْفِرَقَ كُلَّهَا وَلَوْ أَنْ تَعَضَّ بِأَصْلِ شَجَرَةٍ حَتَّى يُدْرِكَكَ الْمَوْتُ وَأَنْتَ عَلَى ذَلِكَ<br />
Hudzaifah radiyallahu &#8216;anhum berkata: “Adalah manusia bertanya kepada Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam tentang kebaikan, sedang aku bertanya kepadanya tentang kejahatan, karena aku khawatir ia akan menimpaku, maka aku katakan : “Hai Rasulullah! Sesungguhnya kami dahulu berada dalam kejahiliyahan dan kejahatan lalu Allah mendatangkan kebaikan ini kepada kami, maka apakah sesudah kebaikan ini ada kejahatan?” Beliau berkata, “Ya” Aku katakan lagi, “Dan apakah sesudah kejahatan itu ada kebaikan?” Beliau bersabda “Ya, dan didalamnya ada asap” aku katakan, “Apa asapnya?” beliau berkata, “Yaitu kaum yang memberi petunjuk dengan bukan petunjukku, kamu kenali mereka dan kamu ingkari. ” Aku katakan lagi, “Maka apakah sesudah kebaikan itu ada kejahatan?” Beliau berkata “Ya, para penyeru keatas pintu-pintu Jahannam, barangsiapa menuruti mereka, kepadanya, mereka akan mencampakkannya, di dalamnya.” Aku katakan, “Hai Rasulullah, sifatilah mereka untuk kami.” Beliau berkata, “mereka sekulit dengan kita, dan berbicara dengan bahasa kita.” Aku katakan, “Apa yang Baginda Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, perintahkan kepadaku jika hal itu menimpaku? ” Beliau bersabda, “Kamu lazimi (tetap atas) jama’atul muslimin dan imam mereka.” Aku katakan, “Jika mereka tidak mempunyai Jama’ah dan Imam?” Beliau bersabda, “Maka tinggalkanlah kelompok-kelompok itu semuanya, walaupun kamu menggigit akar pohon sampai kematian menjemputmu, dan kamu tetap dalam keadaan seperti itu”[ ] (Muttafaq Alaihi)[ ].</p>
<p>Para penyeru ke pintu-pintu Jahannam tersebut, meskipun mereka sekulit dengan kita, sebangsa dengan kita, berbicara dengan bahasa kita, dengan kata lain mengaku beragama Islam, berbicara atas nama Islam dan sepertinya membicarkan tentang urusan Islam dan kaum muslimin, tetapi pada hakekatnya tidak ada kebaikan sama sekali pada diri mereka, yang ada hanyalah kejahatan dan kemungkaran. Dan siapa yang menuruti dan mengikuti seruan dan ajakan mereka akan dicampakkan dalam neraka Jahannam –Al’iyadzubillah-. Siapakah mereka itu pada zaman sekarang ini?<br />
Berkata Ibnu Hajar rahimahumullah: Al-Qobisi mengatakan : “Mereka itu adalah orang-orang yang pada lahirnya kelihatan berada diatas millah Islam, tetapi pada batinnya mereka orang-orang yang menyelisihi Islam.” Fathul Bari Syarhu Shahih Bukhari 13/36.<br />
Menurut Asy-Syaikh Al Mujahid Abu Abdullah bin Ladin : “Mereka antara lain adalah para penguasa murtaddin dan perangkat-perangkatnya, termasuk-ulama’-ulama’ Bal’am, mereka-mereka ini siang malam senantiasa menyeru manusia ke pintu-pintu jahannam dengan memalingkan manusia dari jalan yang lurus, menipu mereka dan menghalang-halangi dari jalan Allah”. (rujuk Taujihat Manhajiyah I/15).<br />
Menurut Asy-Syaikh Salman Al Audah : “Mereka, antara lain adalah para pengusung aliran-aliran sesat kebendaan (materialisme), yaitu para pengusung Komunisme, Sosialisme, Nasionalisme, Baatsisme, Sekulerisme, dan lain sebagainya, otak-otak mereka inilah menjadi lahan yang subur bagi timur dan barat dalam menyebarkan agama atau aliran mereka di negara-negara kaum muslimin.” Katanya : “Kalau ulama’-ulama’ sunnah memasukkan ahlul ahwa’ seperti khawarij dan sebagainya termasuk dari golongan mereka, maka sangat mungkin untuk memasukkan dalam golongan mereka setiap orang yang pura-pura menampakkan dirinya dengan Islam dan pada hakekatnya mereka adalah zindiq, munafiq dan memusuhi Islam (Shifatul Ghuraba : 221-223) ”.<br />
Para penyeru ke pintu-pintu neraka Jahannam dari para pengusung agama materialisme Barat maupun Timur yag berkedok dengan Islam, dengan berbagai status kehidupan sosialnya, dari penguasa, menteri, tentara, polisi, dosen, mahasiswa, guru, pemuka-pemuka masyarakat, hingga rakyat jelata. Orang-orang ini aneh bin ajaib dalam beragama, terutama yang keranjingan dan keracunan agama Sekulerisme, yang dengan taqdir dan kehendak Allah Ta’ala hari ini sedang naik pamornya dan menguasai dunia. Mereka mayoritasnya menjalankan agama Islam hanya sebagai kuda tunggangan untuk memenuhi nafsu syahwatnya dan perutnya belaka.<br />
Ada yang mengatakan Islam yang dibawa Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, tidak sesuai dengan masa kini, ada yang mau menegakkan Islam diluar cara Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, menegakkannya.<br />
Ada yang menganggap semua agama sama, ada yang mengatakan orang-orang Nasrani adalah saudara kita.<br />
Ada yang bilang prinsip-prinsip salaf dan pendapat-pendapatnya tidak sesuai lagi untuk masa kini.<br />
Ada yang berprinsip dimana ada maslahat disitu ada hukum Allah, mengukur maslahat sesuai dengan selera hawa nafsunya.<br />
Ada yang dengan tolol dan dungunya mengatakan bahwa wajah orang Nasrani meskipun di dunia hitam, tetapi di akherat akan berseri-seri jika banyak berbuat kebaikan untuk kemanusiaan, padahal orang-orang Nasrani dengan jelas mereka telah berbuat dusta terhadap Allah dengan keyakinan trinitasnya dan sebagianya yang menurut nash Al Qur’an wajah mereka menjadi hitam pada hari kiamat (Buka Al-Qur’an surat : Az-Zumar (39): 60).<br />
Ada juga diantara mereka yang mengaku sebagai mufakkir (pemikir, cendekiawan) Islam. Mereka sengaja lari dari istilah mujtahid, sebab dengan istilah itu mereka akan kebakaran jenggotnya karena tidak memenuhi syarat sebagai mujtahid.<br />
Ada sebagian dari kaum tersebut yang berupaya membuat ushul fiqih baru yang berbeda dan bertentangan dengan ushul fiqh yang telah dibuat oleh Imam-Imam yang agung lagi terpercaya seperti Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i dan sebagainya.<br />
Ada yang memahami Iman dan Islam dengan filsafat Aristoteles (Aristotelian-ed) dan sebagainya. Ada yang menganggap Islam adalah urusan pribadi dan seibut satu lagi pemikiran-pemikiran dan pandangan-pandangan sampah yang tidak layak duduk dan tingal melainkan di tong sampah. Oleh karena itu sekali lagi jauhilah dan tinggalkanlah orang-orang yang modelnya seperti ini jika kalian ingin selamat dari api neraka<br />
(B). Kenalilah musuh-musuh kalian dan tipudaya mereka sebagaimana yang telah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya shallallahu &#8216;alaihi wa salam beritakan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, ingat! Bahwasanya musuh selama-lamanya tetap musuh, lawan kapanpun tetap lawan, meskipun bertopeng kawan. Serigala tetap serigala meskipun berkulit domba, musang tetap musang walaupun berbulu ayam. Sadarlah singa tersenyum bukan mengucapkan salam kepada kalian tetapi hendak menerkam dan membantai kalian, Zionis, Salibis, Komunis, Majusi dan Kafirin lainnya serta antek-anteknya dari kaum zindiq dan munafiqun adalah musuh-musuh bebuyutan kalian. Mereka adalah pembawa dan pembela panji-panji kebathilan, kufur, syirik nifaq dan riddah, sedang kalian adalah pembawa dan pembela panji-panji kebenaran, Islam, Iman dan Tauhid. Sudah menjadi Sunnatullah bahwasanya dua kelompok ini akan senantiasa bergolak dan bertarung. (Q.S. An-Nisa’ (4): 76), (Q.S. Al-Hajj (22): 19-25). Dan lain sebagainya, pergolakan dan pertarungannya adalah permanen hingga hari kiamat.<br />
Maka dalam hal ini, hanya ada satu dari dua pilihan, apakah memihak kelompok yang membawa panji-panji kebenaran atau yang mengusung panji kebatilan. Tidak ada pilihan yang ketiga, tidak ada netral atau non blok dalam pergolakan ini. Kalau yang berperang Blok Barat (Sekuler/Kapitalis) melawan Blok Timur (Komunis/ Sosialis), minimal kita bersikap netral dan non blok. Kita tidak boleh memihak salah satu minimal dari keduanya atau ke dua-duanya, sebab kedua-duanya adalah musuh bebuyutan kita. Jika mampu bahkan wajib memerangi kedua-duanya sampai mereka tunduk dan dibawah kekuasaan Islam, dalam keadaan damai, keadilan bisa ditegakkan, kemungkaran, kemaksiatan, perilaku keji dan kejahatan dapat dicegahdan diredam. Setiap agama bebas menjalankan ibadahnya sesuai dengan keyakinannya masing-masing dibawah perlindungan syariat Islam. Masing-masing merasa bebas dan merdeka hidup di bawah naungan Islam, semuanya bisa menikmati kebahagian hidup sesuai dengan usahanya.<br />
Tidak sebagaimana sekarang ini, karena yang memimpin dunia orang-orang tolol yang tidak mengerti halal dan haram. Tidak memahami kebenaran, sehingga mengatur dunia mengikuti hawa nafsunya, maka akibatnya seluruh penduduk bumi, teraniaya, berduka cita, menderita, sengsara, tidak pernah mengecapi kebahagiaan lahir apalagi batin. Meskipun segala materi ada dihadapannya –kecuali orang-orang yang dirahmati Allah- maka kembalilah kepada Islam secara kaffah, sebab ia membawa rahmat bagi alam semesta. Jika Islam yang kalian ikuti tidak sebagaimana Islam yang diikuti oleh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam dan para shahabatnya radiyallahu &#8216;anhum, yang berkuasa di dunia dengan segala kehebatan dan kekuatannya sehingga disegani oleh lawan-lawannya, maka jangan kalian mimpi Islam kalian akan membawa rahmat bagi semesta alam.<br />
Sebaliknya Islam kalian akan menjadi bahan permainan bagi musuh-musuh Islam, seperti keadaan hari ini. Lihat Iblis Bush –laknatullahi alaihi- yang senantiasa mendapat dukungan dari penguasa munafiqin, dan ulama’-ulama’ Bal’amnya dengan sesuka hatinya mempermain-mainkan Islam dan kaum muslimin dari hari ke hari.</p>
<p>Kalian tentu masih ingat ketika Iblis Ariel Sharon –laknatullahi alaihi- membunuh Asy-Syaikh Ahmad Yassin dengan brutalnya, lalu dunia menyepakati untuk memboikot Israel. Tetapi negara pelacur Amerika, negara syetan besar itu, dibawah pimpinan Iblis Bush –laknatullahi alaihi- menggunakan hak hukum rimbanya (veto). Maka dengan kepongahan dan kebrutalan Bush –laknatullahi alaihi- yang selalu memihak kepada Israel itu, mendapat kecaman dan ultimatum langsung dari pemimpin-pemimpin mujahidin –Al-Hammas- Asy-Syaikh Abdul Aziz Rantisi rahimahumullah bahwasanya Bush adalah musuh Islam dan beliau berjanji akan membunuhnya[ ]. Maka dengan tolol dan congkaknya si Iblis –laknatullahi alaihi- mengatakan, antara lain “Bahwasanya kami tidak memerangi Islam, kami ingin mempersatukan Islam dibawah demokrasi”. Coba fikirkan dengan akal sehat kalian, apalagi jika dengan iman sehat kalian, mana ada penghinaan yang lebih menyakitkan dari kata-kata iblis tersebut terhadap kita, sebagai kaum mukminin.<br />
Manusia Drakula yang berbuat durjana membantai beribu-ribu kaum muslimin di sana-sini lalu dengan pongahnya konon ingin mempersatukan kaum muslimin. Sebenarnya yang ingin dipersatukan Bush –laknatullahi alaihi- adalah orang-orang munafiq, murtad. Mustahil bagi seseorang yang masih ada iman sebiji iman dalam hatinya mau diimpin oleh Iblis, dan mendukungnya bahkan mencintainya, merasa gembira jika Bush gembira, dan merasa sedih jika Bush ditimpa bencana. Sebaliknya jika mujahidin mendapat kebaikan, mereka tidak senang dan jika mujahidin tertimpa musibah, mereka senang (Q.S (9): 50). Orang-orang yang seperti inilah yang disebut orang-orang munafiq yang akan Allah Ta’ala bakar di neraka yang paling bawah (Q.S (4) : 145). Meskipun mereka sholat, puasa, haji seribu kali dan sebagainya, tidak berarti sama sekali amalan mereka, kecuali jika mereka bertaubat (Q.S (4) : 146) –Wallahu a’lam-<br />
Sekali lagi waspadalah dan fahamilah tipudaya-tipudaya musuh-musuh Islam agar kalian tidak tersesat. Hari ini diantara tipudaya, pemecah belahan, taktik dan siasat yang dipergunakan oleh musuh-musuh Islam untuk mengelabui orang-orang Islam dan memecah belah mereka adalah dengan memunculkan dan mempropagandakan ungkapan-ungkapan dan istilah-istilah yang bermuatan makar, misalnya : “Islam adalah agama damai, rahmatan lil alamin, bukan agama yang keras dan tidak menyukai kekerasan.” Mereka membagi Islam, ada Islam Ekstrem, ada Islam Moderat, ada istilah teroris, ekstremis, fundamentalis radikal dan sebagainya dan sebagainya. Jika ungkapan-ungkapan dan istilah-istilah seperti ini tidak kalian kembalikan kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah, akan tetapi kalian hanya mengikuti hawa nafsu, selera dan perasaan, maka kalian akan terbius oleh propaganda syetan-syetan tersebut, dan kalian akan merugi dan menyesal sendiri di kemudian hari.<br />
Pada masa kini banyak dari kalangan kaum muslimin yang terpengaruh dengan propaganda musuh-musuh Islam karena kebodohannya. Maka begitu mujahidin dan para pejuang Islam menyembelih dan membunuh orang-orang kafir tulen maupun kafir munafiq baik di Pakistan, Afghanistan, negara-negara Arab, negara-negara Eropa, Amerika, Rusia, Asia Tenggara, maupun yang lainnya, langsung menanggapi dengan sinis. Bahkan karena sudah rusak iman dan akalnya sampai ada yang mengutuk –al’iyadzubillah-. Tapi sebaliknya jika yang dibantai dan ditimpa musibah para mujahidin, ditanggapinya dengan dingin-dingin saja bahkan merasa suka sambil berkata, itulah balasan terhadap para teroris dan orang-orang yang melakukan kekerasan, bukankah agama Islam adah agama yang cinta damai dan rahmatan lil alamiin?????<br />
Wahai orang-orang yang masih tersisa iman dalam hatinya, apakah kalian tidak pernah membaca Al Qur’an kitab suci dan penuntun kita, ketahuilah bahwasanya didalam kitab suci kalian itu berpuluh-puluh ayat yang memerintahkan kepada kalian agar berjihad, berperang, membunuh, berbuat keras dan sebagainya, jika kalian masih yakin dengan kitab kalian, silakan baca beberapa ayat yang saya tunjukan ini : (Q.S. Al-Anfal (8) : 34), (Q.S. At-Taubah (5) : 14,15,29,36, 73, 111, 120, 121, 123), (Q.S. Muhammad (47) : 4-6), (Q.S. Al-Maidah (5) : 54), (Q.S. Al-Fath (48) : 29), dan lain sebagainya.<br />
Apakah kalian terlupakan bahwa membunuh orang-orang kafir musuh-musuh Islam itu merupakan amal yang luar biasa fadhilah dan keutamaannya. Camkan hadits shahih ini :<br />
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا يَجْتَمِعُ كَافِرٌ وَقَاتِلُهُ فِي النَّارِ أَبَدًا<br />
“Dari Abu Hurairah radiyallahu &#8216;anhum , bahwasanya Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam bersabda : Tidak berkumpul orang kafir dan pembunuhnya didalam neraka selama-lamanya” (H.R. Muslim dalam shahihnya nomor 1891).</p>
<p>Adakah kalian tidak menyadari bahwa manusia junjungan kita, serta tauladan kalian, tokoh-tokoh agung kalian, khususnya Nabi Teragung Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa salam dan Khulafaur Rasyidin (Abu Bakar Ash-Shidiq, Umar bin Al-Khattab, Utsman bin Affan, Ali bin Abi Thalib dan tokoh-tokoh besar lainnya radiyallahu &#8216;anhum ajma’in). mereka adalah orang-orang yang bersifat keras kepada orang-orang kafir dan lemah-lembut kepada orang-orang yang beriman (48: 29, 5:54).<br />
Dan diantara kegiatan kegiatan utama mereka adalah berperang dan membunuh orang-orang kafir. Tidak tahukah kalian bahwa Baginda kita Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, hanya dalam 10 tahun menjadi imam negara Islam yang berpusat di Madinah, menjalankan operasi jihad sebanyak 77 kali; 28 kali beliau pimpin sendiri, sedang selebihnya, adalah brigade-brigade ekspedisi yang dipimpin oleh salah seorang shahabat yang beliau tunjuk.<br />
Coba bandingkan dengan ibadah haji beliau. Dalam riwayat, setelah beliau hijrah hanya menunaikan ibadah haji sekali saja, dan dalam riwayat lain dua kali. Maka dalam 10 tahun saja beliau telah menguasai seluruh jazirah Arab, bahkan sudah sampai di wilayah perbatasan negeri Syam. Kemudian pada masa Khulafaur Rasyidin yang hanya 30 tahun saja, para shahabat telah berhasil menumbangkan dua negara super power pada saat itu yaitu, Persia (Majusi) dan Rumawi (Kristen), dan kekuasaan Islam pada saat itu membentang ke negeri Sind di sebelah timur, ke negeri Khazar (Kaspia), Armenia dan negeri-negeri Rusia di ujung utara, dan masuk dalam kekuasaannya yang adil : negeri-negeri Syam, Mesir, Burqoh, Tripoli dan negeri-negeri lain di benua Afrika.<br />
Dan pada masa khilafah Bani Umayyah belum masuk tahun 102 Hijriyah, kekuasaan Islam menyebar luas lagi, sampai ke negeri-negeri Sind dan sebagian besar wilayah India dan sampai ke perbatasan negeri Cina, di bagian timurnya dan ke barat sampai ke negeri Andalusia (Spanyol) di Eropa. Subhanallah. Dan seterusnya dan seterusnya sampai runtuhnya dan hilangnya kekuasaaan poemerintahan Islam yang terakhir dari bumi, yaitu Khilafah Utsmaniyah di Turki, pada tahun 1924 M. akibat dari persekongkolan jahat negara-negara Salibis (Inggris, Perancis, Italia dan Yunani) yang dikendalikan oleh Zionis Internasional, bekerjasama dengan antek-anteknya dari kaum munafiqin baik yang berada di Turki, seperti Kamal Attaturk dan Ishmat Inonu dan sebagainya maupun yang berada di negara-negara Arab –la’aainullaahi alaihi ajma’in-. Sehingga kini pemerintahan Islam dalam arti kata yang sebenarnya menurut Al-Qur’an dan As-Sunnah sebagaimana yang telah ditunjukkan oleh Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam dan para Salaf, belum bisa bangkit lagi.<br />
Adapun negara-negara yang pada biasa kita dengar dengan sebutan-negara-negara Islam atau yang lebih sesuai sebagai negara-negara yang mayoritas penduduknya beragama Islam, pada hakekatnya negara-negara tersebut pemerintahannya bukan pemerintahan Islam tetapi merupakan boneka-boneka penjajah, termasuk negara-negara Arab.<br />
Kalian mesti pernah mendengar tentang kabar tentang revolusi, negara-negara Arab yang terjadi sekitar tahun 1917-an Masehi, dapat disimpulkan revolusi itu itu adalah lari dari pangkuan pemerintahan Islam di bawah kekuasaan Khilafah Utsmaniyah, masuk dalam ketiak pemerintahan Kafir Salibis Inggris, Perancis dan sebagainya. Silahkan anda baca sejarah berdirinya Kerajaan Saudi Arabia. Ia didirikan dengan kekuatan Inggris, berwala’ kepada Inggris, dengan senjata Inggris, dengan dana Inggris,. Raja pertamanya Abdul Aziz, menerima gaji dari Inggris, lima ribu Junaih perbulannya, sesuatu jumlah uang yang sangat besar pada saat itu. Diantara penyebab utama runtuhnya Daulah Islamiyah atau Khilafah Islamiyah Utsmaniyah di Turki, adalah persekongkolan jahat penjajah Salibis Inggris dengan Alu (Keluarga) Saud. (Taujihat Manhajiyah I/17-18).<br />
Maka janglanlah kalian merasa heran jika penguasa-penguasa boneka Arab tidak terketuk sama sekali untuk membantu mujahidin Palestina dalam memerangi negara-Zionis Israel. Bagaimana mereka mau memerangi Israel, sedang mereka sama-sama tunduk dibawah satu boss (waktu itu antara Israel dan boneka Arab dibawah satu koordinasi Inggris, penulis menyebut kepemimpinan Inggris sebagai boss-ed). Berdirinya negara mereka atas prakarsa sang boss, demikian juga berdiri negara Israil pada tahun 1948 pun atas prakarsa boss. Siapa bossnya? Siapa lagi kalau bukan Zionis dan Salibis. Bagaimana mereka para boneka-boneka salibis zionis yang mengaku beragama Islam itu akan membantu para mujahidin, justru yang paling mereka takuti adalah jika mujahidin atau Islam menang, sebab mereka yakin dengan kemenangan Islam akan menggusur kekuasaan batilnya dan menghancurkan singgasananya.<br />
Kemudian apa yang dimaksud “Agama Islam adalah agama yang cinta damai.” Saya tidak tahu sumber ungkapan ini berasal darimana, apakah dari ahlul ilmi ataukah ucapan orang awam. Taruhlah jika ungkapan itu benar, bukan berarti karena Islam cinta damai maka tidak suka berperang, tidak suka kekerasan, tidak suka senjata, tidak suka bom dan sebagainya, sebab petunjuk Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, tidak seperti itu. (buka firman Allah surat Al Anfal (8): 61-62 dan surat Muhammad (47) : 35). Pada ayat 61 surat Al-Anfal tersebut bermaksud, jika musuh cenderung kepada perdamaian, maka kaum mukminin disuruh agar cenderung kepadanya, dengan kata lain jika musuh mengajak damai terimalah ajakan itu. Menurut Ibnu Abbas, Mujahid, Zaid bin Aslam, Atho’ Al Khurasaini, Ikrimah, Al Hasan dan Qotadah ; bahwa ayat ini telah termansukhkan dengan ayat pedang pada surat At-Taubah (9): 29. sedangkan ayat 35 dari surat Muhammad, kaum mukminin dilarang meminta damai, kenapa dilarang? Sebab kaum mukminin itu lebih tinggi daripada musuhnya, sedang minta damai adalah sifat orang yang kalah dan hina.<br />
Agar lebih jelas maksud darikata damai, maka baiklah kita lihat secara ringkas sirah Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa salam. Selama beliau dan para shahabat 13 tahun berada di Mekkah dalam keadaan tertindas, pada waktu itu belum muncul istilah damai, bagaimana berdamai dengan penguasa thaghut dari mereka, sedang diri mereka diancam, diintimidasi, disiksa dan sebagainya, kebrutalan orang-orang musyrik mereka hadapi dengan sabar dan berhijrah, sebab pada waktu itu belum diizinkan untuk berperang (Q.S. An-Nisa’ (4): 77).<br />
Setelah beliau berhijrah ke Madinah dan mendirikan pemerintahan Islam disana, barulah ada ikatan perjanjian damai dengan penguasa-penguasa lain baik Yahudi, kabilah-kabilah maupun musyrikin Quraisy karena kekuatan kaum Muslimin belum cukup untuk menundukkan mereka, disamping banyak lagi hikmah-hikmah yang lain. Dalam masa-masa terikat perjanjian damai kaum mukminin senantiasa memenuhi perjanjian, tetapi pihak kuffar selalu berkhianat khususnya orang-orang Yahudi.<br />
Yahudi Bani Nadhir berkhianat, bermakar hendak membunuh Nabi shallallahu &#8216;alaihi wa salam, maka mereka diusir dari kampung halaman mereka, (Q.S. Al-Hasyr (59): 2-5).<br />
Yahudi Bani Qoinuqo’ mengganggu dan sengaja melecehkan seorang perempuan muslimah di pasar dengan menarik dan merobek jilbabnya, akhirnya merekapun diperangi dan diusir.<br />
Dan Yahudi Bani Quraidhah lebih hebat dan berbahaya pengkhianatannya yaitu bersekongkol dengan musyrikin Quraisy untuk menyerang kota Madinah, sebagai pusat pemerintahan pada saat itu. Maka hukuman ganjaran bagi mereka adalah, laki-laki dewasa dibunuh, perempuan dan anak-anak menjadi tawanan dan harta bendanya menjadi ghonimah. Kemudian laki-laki dewasa dibawa ke pasar Madinah dan di seru masuk Islam, semua menolak kecuali dua orang yang masuk Islam, yang lain berjumlah tujuh ratus orang ditebas tengkuknya oleh Az-Zubair dan Ali bin Abi Thalib radiyallahu &#8216;anhum, dan dikuburkan dalam lubang di pasar tersebut yang sudah dipersiapkan sebelumnya. Subhanallah.<br />
Adapun bentuk damai dengan orang-orang kafir pada waktu Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam telah memiliki kekuatan yang cukup dan banyak. Yaitu orang-orang kafir hidup damai dibawah payung pemerintahan Islam sebagai Ahludz dzimmah, dipungut bayaran jizyah sekali dalam setahun, bagi laki-laki dewasa dan mampu, dan bayarannya pun tidak begitu mahal. Tuntutan bayaran zakat kepada penduduk yang muslim lebih banyak jumlahnya, sebab tujuan pokok pembayaran jizyah bukan untuk mendzholimi mereka atau untuk memperkaya pemerintah, tetapi sebagai pengakuan dan keta’atan secara resmi mereka, terhadap pemerintahan Islam dan imbalan dari pemenuhan kewajibannya memperoleh hak mendapat jaminan darah maupun hartanya. (Q.S. At-Taubah (9): 29).<br />
Demikianlah bentuk kedamaian yang dapat dinikmati oleh ahludz-dzimmi, mereka memperoleh hak-hak sebagai rakyat sebagaimana yang diperolehi rakyat yang muslim tentunya sesuai dengan aturan syariat. Bahkan Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam bersabda yang artinya, “Barangsiapa yang menyakiti seorang dzimmi, maka aku menjadi lawannya di hari kiamat” (Hadits Hasan dari jalur Ibnu Mas’ud). Tetapi jika mereka berkhianat, batallah ikatan janjinya dan darah serta hartanya tidak terjamin lagi. (Minhajul Muslim, hal 256), dan (Tafsir Ibnu Katsir 4/195).<br />
Sebagai tambahan, tatkala pemerintahan Islam telah kuat dan mampu menghadapi penguasa-penguasa atau kekuatan-kekuatan kafir, maka ketika itu pemerintahan Islam memberikan tiga alternatif pilihan kepada mereka:<br />
1. Diseru masuk Islam, jika bersedia akan selamat, dunia dan akherat, selamat di dunia dari serangan mujahidin dan di akhirat –Insya Allah- terselamatkan dari siksa neraka. Jika mereka enggan dengan pilihan pertama, maka:<br />
2. Berdamai dan bersedia membayar jizyah sebagai ahludz-dzimmi. Jika masih tetap tidak mau maka pilihan terakhir bagi mereka adalah:<br />
3. Perang.<br />
Oleh karena itu, pemerintahan Islam wajib melakukan jihad ekspansi minimal satu kali dalam satu tahun, lebih dari itu tentu lebih baik sehingga tidak tinggal di muka bumi selain muslim atau musalim (orang kafir yang suka damai). Demikian menurut pendapat Imam Asy-Syafi’i dan para pengikutnya, begitu juga Imam Al Haramain Al Juwaini dan Ibnu Qudamah (Bisa saudara lihat di Masyari’ul Asywaaq, karangan Ibnu Nuhhas, syahid tahun 814 H, di Mesir, tahdzib dan tahqiq oleh Dr. Sholah Abdul Fattah Al Kholidi hal 35).<br />
Seterusnya apa yang dimaksud Rahmatan lil Alamiin? Allah Ta’ala berfirman (Q.S. Al-Anbiya’ (21): 107):<br />
وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّرَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ<br />
Artinya: “Dan tidaklah Kami mengutus kamu, (Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa salam) melainkan utnuk (menjadi) rahmat bagi semesta alam”<br />
Orang-orang yang kurang ilmu dan pengalaman, memandang sosok pribadi Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, bagaikan orang buta meraba dan memegang tubuh gajah. Jika yang ia pegang kebetulan dua gadingya, maka gajah yang tergambar pada fikirannya adalah seperti dua bayonet tajam yang terhunus. Jika sentuhan tangannya mengenai telinganya, maka gajah terbayang seperti sebuah kipas. Jika mengenai kakinya, menganggap seperti pohon atau batang kayu. Jika badannya, maka anggapannya seperti batu raksasa dan seterusnya. Maka informasi tentang gajah dari karakternya yang diperoleh dari orang buta tidak boleh diterima begitu saja, sebab tidak utuh.<br />
Orang-orang Barat khususnya Yahudi dan Salibis karena kedengkiannya terhadap Islam dan kesempurnaannya, memandang Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa salam, dari segi kerasnya dan jihadnya saja. Sehingga yang tergambar pada benak mereka, adalah seorang teroris. Sebaliknya orang-orang Islam kebanyakannya –kecuali yang dirahmati Allah – tidak pernah terbayang dalam pikirannya bahwa belau shallallahu &#8216;alaihi wa salam, adalah bersikap keras terhadap musuh-musuhnya.<br />
Diantara program utama hidupnya adalah perang, diutus sebagai nabi terakhir dengan pedang. Dalam sebuah hadits shahih riwayat Imam Ahmad dari Abdullah bin Umar radiyallahu &#8216;anhum, beliau besabda,<br />
( بُعِثْتُ بَيْنَ يَدَيْ السَّاعَةِ بِالسَّيْفِ حَتَّى يُعْبَدَ اللهُ تَعَالَى وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَجُعِلَ رِزْقِي تَحْتَ ظِلِّ رُمْحِي وَجُعِلَ الذِّلُّ وَ الصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي وَمَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ).<br />
Artinya : “Aku diutus mendekati hari kiamat dengan pedang, sehingga Allah disembah satu-satu-Nya, tidak ada sekutu bagi-Nya, dan dijadikan rizkiku di bawah naungan tombakku, dan dijadikan hina dan kerdil atas orang yang menyelisihi peritahku, dan barangsiapa yang menyerupai dengan suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka” (H.S.R. Imam Ahmad).[ ]<br />
Yang terbayang pada benak mereka hanyalah, beliau shallallahu &#8216;alaihi wa salam adalah sebagai seorang Nabi yang penyantun, penyabar, lemah lembut, dilempar kotoran pun tak marah, dicemooh dan diolok-olok pun tidak pernah membalas, tidak pernah mengganggu orang lain, dan sifat-sifat terpuji lainnya.<br />
Adapun yang sebenarnya, seluruh sifat-sifat yang mulia dan yang terpuji terdapat pada diri Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, yang keras maupun yang lemah lembut. Beliau keras pada waktu harus bersikap keras, dan bersikap lemah lembut pada masa-masa mesti berlemah-lembut. Perlu disadari, bahwa Nabi Muhammad shallallahu &#8216;alaihi wa salam adalah Nabi dan Rasul terakhir, kedatangannya sebagai penyempurna bagi seluruh nabi-nabi dan rasul-rasul sebelumnya. Oleh karena itu, segala keutamaan yang ada pada diri para Anbiya’ dimiliki oleh beliau. Maka beliaulah yang dipilih Allah, Ta’ala, menjadi manusia yang paling utama, paling mulia dan paling sempurna yang pernah hidup di muka bumi, bahkan yang paling terkemuka dari pada segala makhluk yang ada.<br />
Beliau bisa menjadi contoh dan suri tauladan dalam segala segi kehidupan, semua lapisan masyarakat bisa meneladaninya. Sebab beliau sebagai kepala negara yang kekuasaan wilayahnya begitu luasnya, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, beliau juga sebagai seorang Qodhi (hakim), seorang pendidik, pengajar, suami, pedagang, majikan, pernah juga menjadi karyawan (pekerja yang memperoleh gaji), sebelum diangkat sebagai Rasul dan lain sebagainya.<br />
Allah Ta’ala berfirman: (Q.S. Al-Ahzab (33): 21).<br />
لَّقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِّمَن كَانَ يَرْجُوا اللهَ وَالْيَوْمَ اْلأَخِرَ وَذَكَرَ اللهَ كَثِيرًا<br />
Artinya: “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri tauladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang-orang yang mengharap Allah dan hari akhir dan banyak berzikir kepada Allah”<br />
Ayat yang mulia ini merupakan dalil agung dalam hal meneladani Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, pada ucapannya, perbuatannya dan keadaan-keadaannya. Oleh karena itu, Allah Ta’ala memerintahkan kepada manusia agar meneladani beliau pada perang Al-Ahzab, beliau menghadapi perang itu dengan sabar, menguatkan kesabaran, senantiasa siap siaga dan bermujahadah sambil menunggu kelapangan, walaupun musuh-musuh Islam, tentara sekutu dan koalisi telah mengepung daulah Islamiyah Madinah dari segala penjuru.<br />
Maka jika kita perhatikan dengan seksama ayat tersebut (Q.S. 33: 21), terletak ditengah ayat-ayat yang menceritakan perang Ahzab, baik sebelum maupun sesudahnya. Namun itu tidak berarti kita hanya disuruh untuk meniru perangnya saja. Sebab ayat itu untuk umum, hanya saja yang wajib menjadi perhatian, karena umat ini kebanyakan telah terjangkit, penyakit dan kuman kehidupan sufi baik dalam cara beribadah maupun manhaj hidup, maka peneladanan pada diri Rasulullah shallallahu &#8216;alaihi wa salam, dalam hal yang berhubungan dengan perang yang menentukan Izzul Islam Wal Muslimin, setelah iman justru tidak diindahkan sama sekali, tidak pernah dibicarakan, bahkan tidak terbayangkan sedikitpun –kecuali yang dirahmati Allah-. Inilah diantara penyebab utama kehinaan kaum muslimin pada masa kini.</p>
<p>Presiden Amerika Serikat George W. Bush, terhuyung-huyung karena dongengan-dongengan kehebatan Amerika hilang dan musnah dalam beberapa kejap mata saja, dalam jumpa persnya lima hari setelah ambruknya WTC, dan porak-porandnya markas angker Pentagon, tepatnya pada hari Ahad tanggal 16/09/2001 Masehi bertepatan dengan 28/06/1422 Hijriah. Presiden yang sedang duka dan sedih serta kalang-kabut itu tidak mampu menyembunyikan aqidahnya yang sebenarnya. Yang selama ini ditutup-tutupi dengan berbagai kedok dan sandiwara, dengan jelas dan gamblang dalam jumpa pers itu ia menyatakan sebagai berikut : “This crusade, this war on Terrorism, is going to take a long time”, maksud dari ucapannya-qotalalloh- Ini Perang Salib, perang melawan teroris, ini akan memakan waktu yang lama.<br />
Coba bayangkan ! Sudah jelasnya seperti itu, bagaikan matahari di siang bolong masih juga ada diantara kaum muslimin yang menyatakan bahwa Bush tidak memerangi Islam. Jika ucapannya dan anggapan seperti ini datang dari para penguasa dan Bal’am-Bal’am mereka yang arab maupun yang ajam, kita tidak perlu heran sebab mereka adalah orang-orang munafiq sudah menjadi sunnatullah bahwa orang-orang munafiq itu akan senantiasa bekerjasama dengan orang-orang kafir dalam memerangi Islam dan kaum muslimin. (Q.S. Al-Hasyr (59): 11) dan lain sebagainya).<br />
Dan bukalah sekali lagi sejarah! Kalian akan mendapati kaum munafiqin senantiasa bergentayangan dalam panggung sejarah Islam. Yang kita sayangkan adalah orang-orang Islam yang masih ada sisa iman dalam hatinya, tetapi karena kurangnya ilmu dan pengalaman sehingga terpengaruh dengan sihir dan ucapan manis yang keluar dari mulut orang-orang kafir, zindiq dan munafiq.<br />
Dengan demikian, meskipun Amerika dan Eropa telah menabuh genderang Perang Salib dengan cara yang lebih licik dari perang-perang salib sebelumnya, antara lain dengan dalih memerangi teroris, mereka membantai kaum mukminin dimana-mana, dan menghancurkan negara mereka dan menguasainya.<br />
Sementara itu kaum muslimin dengan kebodohannya –kecuali yang dirahmati Allah- masih tetap memegangi prinsip sesatnya, katanya: “Agama Islam itu agama yang tidak suka peperangan, tidak suka kekerasan, tidak suka persenjataan, tidak suka bom, agama rahmatan lil alamin (rahmatan lil alamin menurut udelnya)”, dan lain sebagainya.<br />
Kita kembali kepada firman Allah (Q.S. Al-Anbiya), apa yang dimaksud dengan rahmatan lil ‘alamin رَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ, “menjadi rahmat bagi semesta alam”. Dalam tafsir Ibnu Katsir dinyatakan bahwa dengan ayat tersebut Allah Ta’ala memberitahukan bahwasanya Allah menjadikan Nabi Muhammad sholallohu alaihi wa sallam, sebagai rahmat bagi mereka seluruhnya. Maka barangsiapa yang mau menerima rahmat itu dan mensyukuri nikmat ini, ia akan hidup bahagia di dunia dan di akherat. Dan sebaliknya, barangsiapa yang menolak rahmat dan mengingkari nikmat itu, ia akan rugi di dunia dan di akherat, sebagaimana firman Allah Ta’ala (Q.S. Ibrahim (14): 28-29) dan (Q.S. Fushilat (41): 44).<br />
Diutusnya Nabi Muhammad sholallohu alaihi wa sallam adalah menjadi rahmat bagi orang yang beriman dan bagi orang kafir. Bentuk rahmat yang dicapai oleh orang-orang yang beriman sudah jelas seperti yang disebutkan diatas. Maka yang menjadi pertanyaan, rahmat apa yang diperoleh orang-orang kafir dengan diutusnya Nabi Muhammad sholallohu alaihi wa sallam, sebagai Nabi dan Rasul terakhir? Dalam dua buah atsar yang diriwayatkan oleh Ibnu Abu Hatim dan Ath-Thabrani, Ibnu Abbas rhodiyalloohu anhum dalam mentafsirkan ayat وَمَآ أَرْسَلْنَاكَ إِلاَّرَحْمَةً لِّلْعَالَمِينَ berkata: “Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir atau mengikuti Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, maka ia akan mendapat rahmat di dunia dan di akherat. Dan barangsiapa tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya atau tidak mengikutinya akan (tetap diadzab oleh Allah) dihindarkan dari siksaan secara langsung sebagaimana yang ditimpakan terhadap umat-umat sebelumnya, seperti dilenyapkan dari bumi, dirubah menjadi monyet dan dihujani batu dari langit”<br />
Dalam sebuah hadits yang agak panjang yang diriwayatkan oleh Ath-Thabrani, bahwa Abu Jahal mengatakan kepada kepada orang-orang Quraisy yang isinya makar dan menyudutkan Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam dan para pengikutnya, maka begitu berita itu sampai kepada beliau, beliau bersabda :</p>
<p>وَالَّذِي نَفْسِي بِيَدِهِ، َلأَقْتُلَنَّهُمْ وَ َلأُصَلِّبَنَّهُمْ وَ َلأَهْدِيَنَّهُمْ وَهُمْ كَارِهُونَ، إِنِّي رَحْمَةٌ بَعَثَنيَِ اللهُ وَ لاَ يَتَوَفَّانِي حَتىَّ يُظْهِرَ اللهُ دِينَهُ<br />
Artinya: “Demi Dzat yang jiwaku berada ditangan-Nya, sungguh benar-benar aku akan membunuh mereka dan menyalib mereka, serta menunjukkan mereka, sedang mereka tidak menyukainya. Sesungguhnya aku diutus Allah menjadi rahmat dan Allah tidak akan mewafatkanku. Sehingga Allah memenangkan dien (agama)-Nya” “H.R Ath-Thabrani”<br />
Dalam hadits marfu’ dari Abdullah bin Umar rhodiyalloohu anhum berkata, Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam bersabda,<br />
إِنَّ اللهَ بَعَثَنيِ رَحْمَةً مُهْدَاةً بُعِثْتُ بِرَفْعِ قَوْمٍ وَخَفْضِ آخَرِينَ<br />
Artinya: “Sesungguhnya Allah mengutusku menjadi rahmat lagi menjadi petunjuk [ ] aku diutus dengan mengangkat suatu kaum, dan merendahkan yang lainnya, (maksudnya mengangkat kaum yang beriman dan merendahkan kaum yang kafir-pen)” (Tafsir Ibnu Katsir 3/210-211).<br />
Demikianlah penjelasan rahmatan lil ‘alamin, jadi bukan berarti tidak suka perang, tidak suka membunuh orang kafir, tidak mengenal kekerasan, yang dikenali hanya lemah lembut, lembek dan mengalah. Sungguh tidak demikian.<br />
Agar supaya kita tidak termakan dan terpengaruh dengan istilah-istilah bermuatan makar yang dipropagandakan ahlul kitab, atau musuh-musuh Islam, maka teladanilah sikap dan keberanian Imam kita dibawah ini:<br />
1. Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i rahimahullahu wa rhodiya anhu, ketika beliau dituduh sebagai seorang rafidhi (pengikut syiah rafidhah), maka dengan tegasnya beliau mengatakan, “Jika yang dimaksud rafidhah, adalah orang yang benar-benar mencintai keluarga Muhammad sholallohu alaihi wa sallam, maka supaya manusia dan jin menyaksikan bahwasanya aku seorang rafidhi.”<br />
2. Imam Abul Abbas Ahmad Ibnu Taimiyah rahimahullahu wa rodhiya anhu menyatakan, “Jika yang dituduh sebagai nashibah orang-orang yang benar-benar mencintai shahabat-shahabat Nabi sholallohu alaihi wa sallam, maka agar manusia dan jin menyaksikan bahwa sesungguhnya aku adalah seorang nashibi.”<br />
3. Imam Ibnul Qoyyim al-Jauziyah rahimahullahu wa rodhiya anhu, menyatakan, “Jika yang dituduh sebagai mujassim adalah orang-orang yang mengitsbatkan shifat-shifat Allah dan mensucikan-Nya dari setiap takwil yang diada-adakan, maka dengan memuji Allah sebagai Rabb-ku sesungguhnya aku adalah seorang mujassim, kemarilah kalian untuk menyaksikan”<br />
4. Imam Asy-Syahid Abdullah Yusuf Azzam, rahimahullahu wa rodhiya anhu, menyatakan:<br />
a) Jika yang kalian maksud fundamentalis adalah orang-orang yang Iman, Tauhid dan Islamnya benar sebagaimana yang di bawa Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, maka saksikanlah bahwa kami adalah orang-orang fundamentalis.<br />
b) Jika yang kalian maksud ekstrimis orang-orang yang melakukan i’dad untuk memerangi musuh-musuh Allah, maka saksikanlah bahwasanya kami adalah orang-orang yang ekstrem.<br />
c) Jika yang kalian maksud dengan teroris adalah orang-orang yang berjihad, maka saksikanlah bahwa sesungguhnya kami adalah para teroris, (lihat ceramah-ceramah beliau yang terhimpun dalam Tarbiyah Jihadiyah atau yang lainnya).</p>
<p>[7]. Nasehat Ketujuh<br />
Kembalilah kepada Jihad karena ia adalah perintah Allah yang wajib dilaksanakan, bahkan menurut sebagian ahlul ilmi, setelah sirnanya kedaulatan dan kekhilafahan Islam dari muka bumi dan negara-negara kaum muslimin dikuasai orang-orang kafir, maka jihad menjadi fardhu’ain atas seluruh kaum muslimin, Allamah Abdul Qadir bin Abdul Aziz rahimahumullah, berkata, “&#8230;Dari sini jelaslah bahwasanya jihad hampir menjadi fardhu ‘ain atas seluruh kaum muslimin pada masa sekarang ini. Khususnya apabila orang-orang kafir telah turun di suatu negeri. Hari ini kebanyakan negeri-negeri kaum muslimin diperintah dan dikuasai oleh orang-orang kafir, baik penjajah asing yang kafir maupun pemerintah setempat yang kafir, dan apabila jihad telah menjadi fardhu ain, maka meninggalkannya termasuk dosa-dosa besar karena adanya ancaman siksa dalam masalah ini, bahkan termasuk dari tujuh dosa-dosa besar sebagaimana yang tertera dalam hadits Nabi sholallohu alaihi wa sallam” (lihat Al ‘Umdah fie I’dadil ‘Udah[ ]).<br />
Sesungguhnya nash-nash atau dalil-dalil yang menerangkan dan memerintahkan berjhad banyak sekali dalam Al-Qur’an maupun As-Sunnah, bahkan beratus-ratus, lebih banyak daripada yang menerangkan perihal shalat, zakat, puasa dan haji. Namun masalahnya bukan terletak pada dalil, akan tetapi masalahnya terletak pada iman dan hati. Orang yang iman dan hatinya sehat akan senantiasa siap dan sedia untuk melaksanakan perintah-perintah Allah, baik perintah itu pada dzahirnya atau menurut fikirannya, menguntungkan dirinya atau merugikannya. Sebab iman dan keyakinannya lebih dominan pada dirinya, daripada perasaan dan fikirannya. Ia yakin dan telah berhusnudzan kepada Allah, bahwa setiap perintah-Nya akan berdampak dan berakibat baik. Jika ia laksanakan, maka ia menyerahkan sepenuhnya kepada-Nya.<br />
Perhatikan suri tauladan kita Nabiyullah Ibrahim alaihi salam diperintahkan untuk menyembelih putranya yang dicintainya Nabiyullah Ismail alaihi salam. Beliau tanpa berfikir panjang &#8212; karena itu adalah perintah dari Allah&#8212;, maka terus dikerjakan. Begitu juga dengan Nabi besar junjungan kita Muhammad sholallohu alaihi wa sallam, beliau diperintahkan Allah untuk memerangi pasukan kaum musyrikin Quraisy yang dipimpin Abu Jahal yang jumlahnya berlipat ganda, lengkap dengan peralatan perangnya, sedangkan pihak kaum muslimin yang dipimpin oleh beliau jumlah pasukannya sedikit dengan peralatan perang yang seadanya. Menurut perasaan dan fikiran, pasukan Islam akan kalah dan hancur. Tetapi karena ini adalah perintah Allah, dengan berbekal iman yang teguh dilaksanakan. Demikian pula para Anbiya’ yang lain, para Shiddiqin, para Syuhada’ dan para Shalihin dalam menjalankan perintah-perintah Allah. Mereka menunaikan perintah-perintah-Nya, atas dasar cinta mereka kepada Allah, takut akan murka dan siksa-Nya dan mengharap ridha dan surga-Nya, bukan karena maslahat duniawi semata.<br />
Adapun orang-orang yang beriman dan hatinya berpenyakit, tidak demikian halnya. Mereka menyembah dan menjalankan perintah Allah tidak sepenuh keyakinannya, dengan berada di tepi-tepi saja, (Q.S. Al-Hajj (22): 11), apalagi jika penyakit “Al-Wahn” (حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَّةُ الْمَوْتِ) cinta dunia dan takut mati, atau “(حُبُّ الدُّنْيَا وَكَرَاهِيَّةُ الْقِتَالِ )” cinta dunia dan benci perang, telah menjadi kronis pada dirinya. Maka orang-orang seperti ini akan menolak “jihad”, sebab jihad tidak dapat memenuhi nafsu syahwatnya, dan lebih buruk lagi jika fitnah syahwatnya dipertahankan dan didukung oleh fitnah syubuhatnya, karena malu mengakui kelemahan diri dan imannya di hadapan para pengikutnya. Padahal kalau dengan ksatria mengakui kelemahannya, akan lebih baik lagi bagi dirinya di hadapan Allah, maupun di hadapan manusia. Namun hal ini tidak ditempuhnya, demi mempertahankan status quonya. Malah dengan beraninya menipu diri sendiri, menipu Allah, menipu orang-orang yang beriman. Katanya; Itu bukan jihad yang sebenarnya, atau jihad bukan perang saja, mencari nafkah untuk keluargapun jihad, berkecimpung dalam arena dakwah dan tarbiyah pun jihad, berdagang dan bertanipun jihad, membuang sampah dan membersihkan saluran pembuangan air pun jihad, menceburkan diri dalam pesta demokrasi ala orang kafir juga bisa disebut jihad dan sebagainya dan sebagainya.<br />
Begitulah kebanyakan kaum muslimin, terutama pimpinan-pimpinannya, dalam menyikapi perintah jihad –kecuali yang dirahmati Allah-. Sungguh Maha Benar Allah Ta’ala dengan segala firman-Nya, Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat: Al-Baqarah (2): 216,<br />
كُتِبَ عَلَيْكُمُ الْقِتَالُ وَهُوَ كُرْهُُ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرُُ لَّكُمْ وَعَسَى أَن تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَّكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ<br />
Artinya: “Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci, boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu padahal ia amat buruk bagimu. Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui”<br />
Belum sampaikah kepada kalian kecaman, celaan dan ancaman Allah Ta’ala melalui firman-firman-Nya dan sabda-sabda Rasul-Nya terhadap orang-orang yang meninggalkan jihad karena tidak menyukainya dan ancaman itu akan menimpa mereka baik di dunia maupun diakherat?<br />
Silahkan anda baca firman Allah ini (yaitu Al-Qur’an Surat: At-Taubah (9): 24, 38, 39) dan sebagainya, dan beberapa hadits dibawah ini:</p>
<p>إِذَا تَبَايَعْتُمْ بِالْعِينَةِ وَأَخَذْتُمْ أَذْنَابَ الْبَقَرِ وَرَضِيتُمْ بِالزَّرْعِ وَتَرَكْتُمُ الْجِهَادَ سَلَّطَ اللَّهُ عَلَيْكُمْ ذُلاًّ لا يَنْزِعُهُ حَتَّى تَرْجِعُوا إِلَى دِينِكُم<br />
Artinya: “Apabila kalian telah berjual beli dengan ‘inah (salah satu dari bentuk riba), dan kalian mengambil ekor-ekor lembu dan suka bercocok tanam dan kalian meninggalkan jihad, Allah akan menguasakan kehinaan keatas kalian dan tidak mencabutnya sehingga kalian kembali kepada dien (agama) kalian” H.S.R. Abu Daud dan Imam Ahmad.[ ]<br />
Yang dimaksud dengan hatta tarji’uu ilaadiinikum (khot arabnya),(sehingga kalian kembali kepada dien kalian) ialah : kembali menunaikan kewajiban yang Allah wajibkan atas kalian yaitu berjihad memerangi orang-orang kafir, menegakkan dien dan menolong Islam dan kaum muslimin. (“Masyaari’ul Asywaaq” Ibnu Nuhhas –Asy-Syahid- tahdzib halaman 41).<br />
عَنْ أَبِي هُرَيرَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَ؛ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ: &#8220;مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ؛ مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ&#8221;<br />
Artinya : “Dari Abu Hurairah rhodiyalloohu anhum dari Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, bersabda, “Barangsiapa yang mati dan belum pernah berperang, dan tidak terdetik dalam dirinya dengannya (untuk berperang), ua mati diatas cabang dari kemunafikan.” (H.S.R. Imam Muslim dalam kitab “Imarah (Kepemimpinan)” Bab Celaan Terhadap Orang yang Belum Berperang).<br />
عَنْ أَبِي أُمَامَـةَ عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ؛ قَالَ: &#8220;مَنْ لَمْ يَغْـزُ أَوْ يُجَهِّزْ غَازِيًا أَوْ يَخْلـُفْ غَازِيًا فِي أَهْلِهِ بِخَيْرٍ؛ أَصـَابَهُ اللهُ بِقَارِعَةٍ قَبْلَ يَوْمِ الْقِيَامَةِ&#8221;<br />
Artinya : “Dari Abu Umamah Al Bahili rhodiyalloohu anhum dari Nabi sholallohu alaihi wa sallam bersabda : “Barangsiapa yang tidak pernah berperang, atau menyiapkan orang yang berperang, atau mengurus keluarga orang yang berperang dengan baik, Allah akan menimpakan kepadanya suatu bencana sebelum hari kiamat” (H.S.R Abu Daud dan Ibnu Majah, dalam kitab Jihad, masing-masing dengan jalur periwayatan dan sanad Shahih ).<br />
Janganlah kita menyangka bahwa diri-diri kita akan dengan mudah dapat masuk surga tanpa berjihad melawan musuh-musuh Islam, perhatikan firman Allah berikut (Al-Qur’an Surat: Al-Baqarah (2): 214, Al-Qur’an Surat: Ali Imran (3): 142, dsb ).<br />
Dan di dalam sebuah hadits shahih diriwayatkan sebagai berikut:<br />
عَنْ بَشِيرِ بْنِ الْخَصَاصِيَّةِ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : أَتَيْتُ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيهِ وَسَلَّمَ لِأُبَايِعَهُ عَلَى اْلإِسْلاَمِ, فَاشْتَرَطَ عَلَيَّ : تَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ, وَ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ, وَتُصَلِّي الْخَمْسَ وَ تَصُومُ رَمَضَانَ وَتُؤَدِّي الزَّكَاةَ وَ تَحُجُّ اْلبَيْتَ وَ تُجَاهِدُ فيِ سَبِيلِ اللهِ&#8230;قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ, أَمَّا اثْنَانِ فَلاَ أُطِيقُهُمَا : الزَّكَاةُ لِأَنَّهُ لَيْسَ لِي إِلاَّ عَشْرُ ذَوْذٍ هُنَّ رِسْلُ أَهْلِي وَحَمُولَتُهُمْ. وَأَمَّا الْجِهَادُ فَإِنَّهُمْ يَزْعُمُونَ أَنَّهُ مَنْ وَلىَّ فَقَدْ بَاءَ بِغَضَبٍ مِنَ اللهِ. وَ أَخَافُ إِنْ حَضَرَنِي قِتَالٌ كَرِهْتُ الْمَوْتَ وَ خَشَعَتْ نَفْسِي. فَقَبَضَ رَسُولُ اللهِ يَدَهُ ثُمَّ حَرَّكَهَا, ثُمَّ قَالَ : لاَ صَدَقَةَ وَلاَ جِهَادَ, فَبِمَاذَا تَدْخُلُ الْجَنَّةَ ؟ قُلْتُ : يَا رَسُولَ اللهِ, أُبَايِعُكَ. فَبَايَعَنِي عَلَيْهِنَّ كُلِّهِنَّ.<br />
Artinya: “Dari Bisyr bin Khashashiyah rhodiyalloohu anhum, berkata: “Aku mendatangi Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, untuk berbai’at kepadanya atas Islam, maka beliau menetapkan kepadaku, “Kamu bersaksi bahwasanya tiada Ilah selain Allah, dan bahwasanya Muhammad adalah hamba-Nya dan Rasul-Nya, membayar zakat, dan menunaikan haji ke Baitullah dan berJihad Fie Sabilillah”. Aku katakan, “Wahai Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, adapun yang dua perkara aku tidak sanggup, yaitu zakat, sebab aku hanya mempunyai sepuluh ekor unta, susunya untuk keluargaku, dan untuk keperluan transportasi mereka, adapun Jihad mereka menyatakan bahwasanya barangsiapa yang lari mundur kebelakang maka ia kembali dengan membawa kemurkaan dari Allah, dan aku khawatir jika aku ikut berperang aku takut mati, dan mentalku jatuh.” Lalu Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, memegang tangannya, kemudian menggerak-gerakkanya, lalu berkata, “Tidak (mau) bershadaqah dan tidak (mau) berjihad terus dengan apa kamu masuk surga?” Aku katakan, “Wahai Rasulullah, Aku membai’atmu, lalu Rasulullah membai’atku atas semuanya” (H.S.R Al-Baihaqy dan Al-Hakim, menshahihkannya dan disepakati oleh Adz-Dzahabi).<br />
Ataukah kalian termasuk orang-orang yang mengatakan bahwa jihad sudah berhenti, tiada lagi dan tidak sesuai dengan masa kini? Jika demikian persepsi kalian, maka ketahuilah bahwa pada zaman Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam masih hidup pun sudah muncul kaum yang berpemahaman seperti itu. Silahkan ikuti hadits dibawah ini;<br />
عَنْ سَلَمَةَ بْنِ نُفَيْلٍ الْكِنْدِيِّ قَالَ بَيْنَمَا أَنََا جَالِسٌ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذْ دَخَلَ رَجُلٌ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ, إِنَّ الْخَيْلَ قَدْ سُيِّبَتْ وَوُضِعَ السِّلَاحُ وَقَدْ زَعَمَ أَقْوَامٌ أَنَّهُ لاَ قِتَالَ قَدْ وَضَعَتِ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا. فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: كَذَبُوا. الْآنَ ! الْآنَ! جَاءَ الْقِتَالُ. وَ إِنَّهُ لاَ تَزَالُ أُمَّةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ فِي سَبِيلِ اللهِ لاَ يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ, َيُزِيغُ اللَّهُ لَهُمْ قُلُوبَ أَقْوَامٍ وَيَرْزُقُهُمْ مِنْهُمْ, يُقَاتِلُونَ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ وَ لاَ يَزَالُ الْخَيْرُ مَعْقُودًا فِي نَوَاصِي الْخَيْلِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ, تَضَعُ الْحَرْبُ أَوْزَارَهَا حِيْنَ يَخْرُجُ يَأْجُوجُ وَ مَأْجُوجُ.<br />
Artinya : “Dari Salamah bin Nufail rhodiyalloohu anhum berkata, “Ketika aku sedang duduk-duduk bersama Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, tiba-tiba masuk seorang laki-laki lalu berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya kuda telah dibiarkan (tidak diperdulikan), dan senjata telah diletakkan, dan beberapa kaum telah mengatakan bahwasanya perang tidak ada lagi, dan sesungguhnya peperangan sudah usai”, maka Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, berkata, “Mereka berdusta, sekarang perang telah tiba, dan sesungguhnya akan senantiasa ada sekelompok umat dari umatku yang berperang dijalan Allah, tidak memberi mudhorot terhadap mereka orang yang tidak menyetujui mereka, Allah menyimpangkan (menyesatkan) untuk mereka (para mujahidin), hati-hati beberapa kaum, untuk memberikan rizki kepada mereka (para mujahidin), dari mereka (orang-orang kafir-maksudnya ghonimah-), mereka berperang hingga hari kiamat, dan kebaikan akan senantiasa diikatkan pada ubun-ubun kuda sampai hari kiamat, peperangan akan berhenti ketika keluarnya Ya’juj dan Ma’juj” (H.R An-Nasa’i dan Imam Ahmad, sanadnya Shahih)[ ].<br />
Sesungguhnya penyebab orang-orang tidak mau berperang, enggan mengarungi pertempuran dan kikir untuk menggadaikan nyawa dan hartanya di jalan Allah, tidak lain dan tidak bukan hanyalah karena hal-hal berikut, yaitu : panjang angan-angan, atau takut cepat mati, atau takut berpisah dengan sesuatu yang dicintai, takut terpisah dengan keluarganya dan hartanya, atau anak-anaknya, atau pembantunya dan sanak familinya, atau saudara kandungnya, atau orang dekatnya yang dikasihinya, atau orang tua yang dimuliakannya, atau shahabat karibnya, atau konon katanya ingi menambah amal-amal shalih terlebih dahulu, atau karena cintanya kepada istri yang cantik, lawa dan molek, atau karena pangkat yang disandangnya, atau karena makanan yang lezat dan nyaman dan nikmat-nikmat duniawi lainnya.<br />
Tidak ada penyebab lainnya yang menjadikan kalian enggan berjihad dan menjauhkan diri kalian dari Allah Ta’ala selain hal-hal tersebut diatas. Demi Allah, sungguh tidak baik kedudukan kalian, jika kalian seperti itu, belum dengarkah kalian firman Allah Ta’ala yang tersebut dibawah ini?<br />
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ ءَامَنُوا مَالَكُمْ إِذَا قِيلَ لَكُمُ انْفِرُوا فِي سَبِيلِ اللهِ اثَّاقَلْتُمْ إِلَى اْلأَرْضِ أَرَضِيتُم بِالْحَيَاةِ الدُّنْيَا مِنَ اْلأَخِرَةِ فَمَا مَتَاعُ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا فِي اْلأَخِرَةِ إِلاَّ قَلِيلٌ<br />
Artinya: “Hai orang-orang yang beriman apakah sebabnya apabila dikatakan kepadamu kamu , “Berangkatlah (untuk berperang), di jalan Allah”, kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akherat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akherat hanyalah sedikit” Q.S. At-Taubah (5): 38.<br />
Sekarang ikutilah hujjah-hujjah yang bernash yang melemahkan dan membatilkan alasan-alasan dan pertimbangan-pertimbangan syahwat dan syubuhat kalian –Insya Allah-, dengan hujjah-hujjah ini kalian akan menyadari bahwasanya sikap kalian enggan untuk berjihad itu, apalagi membencinya dan membenci orang-orang yang menunaikannya, tidak lain hanyalah merugikan diri kalian sendiri di dunia dan di akherat.<br />
Katakanlah misalnya kalian tidak mau berjihad itu karena angan-angan kalian terlalu panjang, ingin hidup di dunia seribu tahun lagi demi meraih harapan, cita-cita, lamunan dan khayalan yang terdetik dalam benak kalian, yang jauh lebih panjang dari jatah umur yang diberikan dan ditaqdirkan bagi kalian. Sehingga kalian khawatir dan takut jika kalian berjihad akan cepat mati dan tidak dapat meraih idaman dan cita-cita kalian.<br />
Ketahuilah! Bahwa kalian berjihad di medan perang atau kalian tidak berjihad berdiam diri di rumah dengan anak-anak kalian tidak mempengaruhi sama sekali pendek dan panjangnya umur, karena umur seseorang itu sudah ditetapkan dalam kitab Lauhul Mahfudz<br />
Allah Ta’ala berfirman,<br />
وَمَايُعَمَّرُ مِن مُّعَمَّرٍ وَلاَيُنقَصُ مِنْ عُمُرِهِ إِلاَّ فِي كِتَابٍ إِنَّ ذَلِكَ عَلَى اللهِ يَسِيرٌ<br />
Artinya : “Dan sekali-kali tidak dipanjangkan umur seseorang yang berumur panjagn dan tidak pula dikurangi umurnya, melainkan sudah ditetapkan dalam kitab (lauh mahfudz), sesungguhnya yang demikian itu bagi Allah adalah mudah” (Q.S. Al-Fathir (35) : 11).<br />
Silahkan buka ayat-ayat yang hampir semakna dengannya seperti dalam Q.S Ali Imran (3) : 145-185, An-Nisa (4): 78, Al-A’raf (7): 34, Al-Ankabut (29) : 57 dan Al-Munafiqun (63) :11.<br />
Maka kalian tidak bisa lari dari jatah umur kalian, dan saat kematian yang telah Allah tentukan. Dan apabila kalian mati dalam keadaan bermaksiat kepada Allah termasuk meninggalkan jihad apalagi membenci orang-orang yang berjihad, maka kalian akan mati dalam keadaan tersiksa dan kesakitan yang luar biasa di masa-masa sekarat, dan dikuburpun ada siksa yang sangat mengerikan tidak selamat darinya, melainkan orang-orang yang shalih, Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an Surat Ibrahim (14) : 27 yang dijelaskan dalam buku tafsir Ibnu Katsir II/550-557, kalian akan mengetahui gambaran dahsyatnya, siksa sewaktu sakaratul maut dalam kubur, dan seterusnya akan tersiksa lagi yang lebih mengerikan sewaktu di Mahsyar, kemudian di dalam neraka akan diadzab dengan berbagai adzab yang tidak dapat kita bayangkan –Al-‘Iyadzubillah-.<br />
Tetapi sebaliknya, jika ajal kalian datang sedang kalian dalam keadaan berjihad fie sabilillah, maka kalian akan aman dari segala siksa dan hal-hal yang menakutkan tersebut, bahkan merasakan dan menikmati berbagai macam nikmat, meskipun nampak pada lahirnya badan terobek oleh peluru, bercerai berai karena bom dan roket, dicincang-cincang oleh orang-orang kafir dan munafiq, tetapi pada hakekatnya tidak merasakan sakit melainkan dicubit saja -Subhanalloh-<br />
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا يَجِدُ الشَّهِيدُ مِنْ مَسِّ الْقَتْلِ إِلَّا كَمَا يَجِدُ أَحَدُكُمْ مِنْ مَسِّ الْقَرْصَةِ<br />
Artinya: “Orang yang mati syahid tidak merasakan sakit sewaktu dibunuh melainkan sebagaiman salah seorang dari kamu meerasa sakit sewaktu dicubit” (H.R. At-Tirmidzi, An-Nasai, dan Ibnu Majah dari Abi Hurairah rhodiyalloohu anhum).<br />
Dan jka kalian mati syahid berbagai-bagai fadhilah dan keutamaan, kemuliaan, kehormatan, pahala, ganjaran kenikmatan-kenikmatan yang kalian raih di sisi Allah subhanahu wa ta’ala, hal ini diterangkan dalam ayat-ayat Al-Qur’an seperti surat Al-Baqoroh (2): 154, Ali Imran (3): 169-171, Muhammad (47): 4-6 dan sebagainya serta berpuluh-puluh hadits, antara lain;<br />
عَنِ الْمِقْدَامِ بْنِ مَعْدِي كَرِبَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِلشَّهِيدِ عِنْدَ اللَّهِ سِتُّ خِصَالٍ يُغْفَرُ لَهُ فِي أَوَّلِ دَفْعَةٍ مِنْ دَمِّهِ, وَيَرَى مَقْعَدَهُ مِنَ الْجَنَّةِ, وَيُجَارُ مِنْ عَذَابِ الْقَبْرِ, وَيَأْمَنُ مِنَ الْفَزَعِ الْأَكْبَرِ, وَيُوضَعُ عَلَى رَأْسِهِ تَاجُ الْوَقَارِ الْيَاقُوتَةُ مِنْهَا خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا, وَيُزَوَّجُ اثْنَتَيْنِ وَسَبْعِينَ زَوْجَةً مِنَ الْحُورِ الْعِينِ, وَيُشَفَّعُ فِي سَبْعِينَ مِنْ أَقَارِبِهِ.<br />
Artinya : Imam Ahmad dan At-Thabrani meriwayatkan dari Ubadah bin Shamit rhodiyalloohu anhum dari Nabi sholallohu alaihi wa sallam,&#8221; Sesungguhnya bagi orang yang mati syahid di sisi Allah memiliki enam perkara, “Diampunkan dosanya pada awal terkucurnya darahnya. Ia melihat tempat duduknya di surga, (dalam sebagian riwayat ada tambahan: Ia dihiasi dengan hiasan iman). Ia dihindarkan dari siksa kubur, Ia aman dari ketakutan yang maha dahsyat pada hari kiamat. Diletakkan diatas kepalanya mahkota kebesaran, satu butir yakut darinya lebih baik daripada dunia dan apa yang ada didalamnya. Ia dijodohkan dengan tujuh puluh bidadari surga dan diberi hak memberi syafaat pada tujuh puluh orang kerabatnya.” (H.R. Tirmidzi, Ibnu Majah dan Ahmad dari Miqdam bin Ma&#8217;di Yakrib. Juga oleh Ahmad dan Ath-Thabrani dari Ubadah bin Shamit, sanadnya shahih).<br />
Jika yang menjadikan kalian enggan dan tidak mau berjihad itu, karena kecintaan kalian terhadap bapak-bapak kalian, anak-anak kalian, saudara-saudara kalian, istri-istri kalian, keluarga kalian, harta kekayaan yang kalian usahakan, perniagakan yang kalian khawatiri kerugiannya, dan rumah-rumah tempat tinggal yang kalian sukai (lihat At-Taubah (9) : 41), serta kenikmatan-kenikmatan duniawi yang lain seperti emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sholallohu alaihi wa sallamah ladang (Lihat surat Ali Imran (3) : 14), dan lain sebagainya, misalnya tahta, pangkat gelaran-gelaran, dan seterusnya dan seterusnya, maka ketahuilah bahwa segala jenis kenikmatan duniawi itu adalah kenikmatan yang menipu (Q.S 57: 20, 31:33), dan kenikmatan yang sangat sedikit, Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, bersabda :<br />
عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَوْ كَانَتِ الدُّنْيَا تَعْدِلُ عِنْدَ اللَّهِ جَنَاحَ بَعُوضَةٍ مَا سَقَى كَافِرًا مِنْهَا شَرْبَةَ مَاءٍ<br />
Artinya : “Dari Sahal bin Sa’ad rhodiyalloohu anhum dari Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, bersabda, “Seandainya dunia ini di sisi Allah seharga satu sayap nyamuk, Allah tidak akan memberi minum kepada orang kafir seteguk airpun.” (H.S.R At-Tirmidzi).</p>
<p>Memang, nikmat duniawi benar-benar sedikit dibandingkan dengan kenikmatan di akherat. Sedikit ditinjau dari segala seginya baik dari segi jumlahnya, banyak hal yang pada lahirnya sepertinya nikmat, tetapi dalam jiwa ternyata sebagai azab. Taruhlah misalnya kalian orang yang terkaya di negeri kalian, berapa banyak harta kalian? Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, sebagai manusia yang paling pakar mendidik dan mengajar pada suatu saat beliau mengatakan dihadapan pada shahabat rhodiyalloohu anhum yang maksudnya : “Tiadalah dunia ini dibandingkan dengan akhirat melainkan sebagaimana kamu memasukkan jari tangannya ini ke dalam lautan, maka hendaklah ia melihat air yang menempel di jarinya sewaktu diangkatnya, waktu itu beliau berisyarat dengan jari telunjuk beliau[ ]”<br />
Atau sebagaimana sabda Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam. Itulah jumlah nikmat dunia keseluruhannya, apalagi dunia yang berada di tangan kalian. Kemudian berapa lama kalian hendak menikmati kenikmatan-kenikmatan duniawi kalian? Ingatlah bahwasanya satu hari di sisi Allah adalah seperti seribu tahun menurut perhitungan kita (Al-Hajj (22): 47). Kalaulah misal umur kalian 100 tahun, itupun sudah keriput, berarti kalian hanya hidup selama satu jam dua belas menit saja, dihitung dengan waktu akherat. Kalau kalian dijatah umur 50 tahun berarti hanya 36 menit saja. Kalau masa pensiun kalian hanya 20 tahun, berarti kalian hanya menikmati gaji pensiun kurang lebih 15 menit, dan seterusnya. Hitung-hitunglah sendiri, umur yang begitu singkat itupun tidak sepenuhnya bisa merasakan nikmat meskipun segala nikmat duniawi ada di tangan kalian, bahkan nikmat-nikmat itu kebanyakan membawa kesengsaraan baik di dunia maupun di akherat, karena tidak dipandu oleh iman dan syareat. Kata orang Jawa “Enake sak klentheng rekasane sak rendheng”, nikmatnya hanya sebesar biji kapuk randu, sengsaranya sepanjang musim hujan.<br />
Demikianlah sifat nikmat dunia, karena Allah Ta’ala menjadikan kehidupan dunia bukan utnuk tempat bernikmat-nikmat, tetapi sebagai kampung untuk beramal dan ujian. Adapun tempat bernikmat-nikmat adalah di surga nanti<br />
Oleh karena itu jangan sampai kenikmatan-kenikmatan dunia yang palsu dan menipu itu memperdayakan diri kalian dari melaksanakan perintah Allah, termasuk perintah jihad yang mengakibatkan kalian tidak dapat memperoleh nikmat yang sebenarnya di akherat kelak, yaitu surga yang kerudung bidadarinya saja lebih baik daripada dunia dan segala yang ada di dalamanya, dan jelas kenikmatan surga jauh lebih baik bagi kalian, jika kalian benar-benar orang yang bertaqwa (bisa anda lihat pada surat Ali Imran (3): 15 dan lainnya).<br />
Dan didalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhori dari Sahal bin Sa’ad As-Sa’idi rhodiyalloohu anhum, Rasulullah bersabda:</p>
<p>عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ السَّاعِدِيِّ رَضِي اللَّهُ عَنْهم أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا وَمَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا وَالرَّوْحَةُ يَرُوحُهَا الْعَبْدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوِ الْغَدْوَةُ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا عَلَيْهَا وَحِمَارُ جَارِيَةٍ مِنْ أَهْلِ الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنَ الدُّنْيَا وَمَا فِيْهَا.<br />
Artinya: “Tempat letak cambuk salah seorang dari kamu dalam surga itu lebih baik daripada dunia dan isinya, dan pergi perang di jalan Allah pada pagi hari atau sore hari itu lebih baik daripada dunia dan isinya. Dan kain kerudung seorang wanita dari penduduk surga itu lebih baik dari dunia dan seisinya.” (H.R Imam Bukhori no 2892).<br />
Jika yang menghalangi kalian untuk berjihad itu karena kalian mampu tidak meninggalkan dan berpisah dengan keluarga kalian terutama istri yag kalian cintai, cantiknya, lawanya dan moleknya, lembutnya, kasihnya, sayangnya, penampilannya, adabnya dan sebagainya, maka ketahuilah bahwa alasan kalian itu salah dan batil.<br />
Anggaplah istri kalian sebagai wanita yang terbaik dan paling cantik di zaman kini, bukankah awalnya adalah setetes air mani yang busuk dan pada akhirnya akan menjadi bangkai yang kotor, dan pada masa hidupnya body yang kalian lihat mempesona, cantik lagi menawan kalian itu adalah sebuah tong yang memuat segala kotoran, haidhnya menghalangi kalian darinya separoh umurnya, durhakanya terhadap kalian lebih banyak dari baiknya, bila tidak bercelak matanya jadi kabur tidak bercahaya, bila tidak berhias nampak jeleknya, bila tidak bersisir kusut rambutnya, jika tidak bermake-up pudar sinar raut mukanya, jika tidak berminyak wangi berbau bacin, jika tidak mandi berbau busuk, banyak penyakitnya, cepat membosankan kalau sudah tua, putus asa, kalau sudah sangat tua lemah lagi cacat, kalian telah berbuat baik kepadanya dengan sungguh-sungguh, namun begitu kalian berbuat kurang baik sedikit saja, semua kebaikan kalian diingkarinya.<br />
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Al Bukhari dan Imam Muslim dari shahabat Ibnu Abbas rhodiyalloohu anhum bahwasanya Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam bersabda, berkenaan dengan pengingkaran istri terhadap kelebihan suaminya,<br />
لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَطُّ<br />
Artinya: “Seandainya kamu berbuat baik kepada salah seorang dari mereka dalam masa panjang lalu dia melihat darimu (sesuatu yang tidak berkenan), ia akan berkata aku tidak melihat sama sekali kebaikan dalam diri kamu.”<br />
‘Ala kulli hall kalian tidak akan mungkin bersenang-senang dengannya, tanpa menemui kebengkokannya, dan tidak akan berlangsung panjang pergaulan kalian dengannya tanpa disertai kesempitan dan kesempitan.<br />
Aduhai, sungguh mengherangkan, bagaimana cinta kalian kepada istri yang kayak gitu itu, menghalangi kalian untuk dapat menyunting pasangan yang dicipta dari cahaya, yang dipingit di bawah naungan istana bersama anak-anak dan bidadari-bidadari, di tempat tinggal yang penuh dengan kenikmatan dan sukaria.<br />
Demi Allah tidak kering darah orang yang mati syahid, sehingga bidadari menemuinya dan kedua matanya bernikmat-nikmat menyaksikan cahaya kecantikan dan kemolekannya.<br />
Sesungguhnya dia adalah bidadari surga, luas matanya, cantik jelita, selamanya dalam keadaan gadis, bagaikan permata yakut, tidak pernah disentuh oleh manusia maupun jin, suaranya halus lagi merdu, badannya tegap, rambutnya hitam sekali, nilai dan standartnya sangat tinggi dan besar, cantiknya luar biasa, moleknya tiada taranya, genitnya mempesona, matanya bercelak, kuku-kukunya amat indah, bicaranya sedap dan enak di dengar, penciptaanya sangat menakjubkan, akhlaknya sungguh baik, perhiasan beraneka ragam, banyak kecintaannya dan kasih sayangnya, tak mengenal bosan, cintanya semata-mata hanya untuk kalian saja tidak mengenal pria lain, selalu bermain cinta dengan kalian sesuai dengan segala kebutuhan selera birahi kalian.<br />
Seandainya dia menampakkan kukunya, cahaya bulan purnama akan menjadi pudar dan padam. Seandainya dia memperlihatkan gelangnya pada malam hari niscaya alam persada menjadi terang benderang. Seandainya ia menampakkan pergelangan tangannya, niscaya akan terpikat seluruh manusia. Andaikan dia muncul diantara langit dan bumi niscaya keduanya akan dipenuhi dengan bau harumnya. Andaikan dia meludah di lautan, air laut akan menjadi tawar, dan andaikan telapak kakinya menginjak tanah pasir, serta merta akan tumbuh rumput diatasnya. Setiap kali kalian melihatnya, akan bertambah-tambah kecantikannya. Setiap kalian bercinta dengannya yang sudah lawa itu akan bertambah lagi lawanya.<br />
Apakah bagus bagi orang yang berakal, mendengar bidadari yang begitu cantiknya, lawanya, moleknya, jelitanya, baiknya, agungnya, menawannya, mempesonanya, kasihnya, sayangnya, cintanya dan segala-galanya, lalu ia duduk-duduk dan nongkrong-nongkrong begitu saja tanpa ada hasrat untuk menggapainya dan menyuntingnya???<br />
Kalau kalian benar-benar orang yang berakal dan iman kalian normal, kalian pasti gandrung, untuk meminangnya. Adapun jalan meminangnya silakan memperhatikan bait syair yang sering dilantunkan oleh Asy-Syaikh Asy-Syahid, Abdullah Azzam, orang yang sudah pengalaman meminang dara cantik molek itu, dan Insya Allah kalian telah menggapainya, katanya:<br />
يَا خَاطِبَ الْحَوْرَاءِ إِنْ كُنْتَ رَاغِبًا ِبهَا # فَهَذَا أَوَّلً الْمَهْـِر وَهُوَ الْمُقَـدَّمُ<br />
“Wahai Pelamar Bidadari, jika kamu hendak menyuntingnya, maka inilah awal maskawinnya (perang) dan ia mesti di dahulukan.”<br />
Kembali pada masalah keluarga, terutama istri. Ketahuilah bahwasanya kalian pasti akan berpisah dengan istri kalian, dan seakan-akan telah terjadi perpisahan itu, dan di surga –Insya Allah- akan mengumpulkan kalian dengan istri kalian, itulah sebaik-baik perkumpulan, pertemuan kalian dengannya. Jika ia sholihah dan kalian sholeh dengan izin Allah, mesti terjadi, namun tidak boleh tidak mesti berpisah terlebih dahulu, yaitu dengan kematian. Kemudian kalian akan menjumpainya di akherat, lebih cantik daripada bidadari-bidadari surga, tidak ada yang mengetahui kemolekannya selain Rabb Semesta Alam. Dan dia akan menjadi sayyidah (puan, ratu-ed) bidadari-bidadari surga.<br />
Sedangkan sesuatu yang tidak kalian sukai semasa di dunia baik dari segi fisiknya, wataknya, sifatnya, akhlaknya; seluruhnya hilang dan sirna. Segala-galanya berubah, akhlaknya menjadi baik sekali, ciptaannya menjadi serba sempurna, cantik, molek, lawa, perawan terus menerus, bersih dari haidh dan nifas, hilang segala kebengkokannya, bertambah keayuannya, menjadi agung lagi tinggi nilai dan kedudukannya, lebih afdhal dari bidadari-bidadari yang diciptakan di surga, dalam segala-galanya sebagaimana afdhalnya, karena ia pernah hidup di dunia dan menjadi wanita yang sholihah.<br />
Maka jika hari ini kalian meninggalkan istri kalian karena , kalian keluar untuk berjihad di jalan Allah, maka Allah akan mengkaruniakan ganti untuk kalian, dan apabila di akherat istri kalian termasuk ahli surga, maka pasti menjadi milik kalian.<br />
Oleh karena itu janganlah kehidupan dunia yang sedikit kenikmatannya ini, melalaikan kalian. Jangan sampai terperdaya dengan pesona-pesonanya. Ingat dunia bukan kampung yang sebenarnya, hidup di dunia hanya sebentar saja. Kalaupun harus berpisah dengan semua keluarga, termasuk istri, anak-anak, orang tua, saudara, dan sebagainya, tidak mengapa, demi meraih pertemuan yang sebenarnya. Mana ada kebahagiaan hidup sukses dibandingkan dengan kehidupan sukses dan kebahagiaan orang yang seluruh keluarganya, bisa masuk surga, bertemu lagi dan bersenang-senang di sana?.<br />
Resapilah dan hayatilah firman Allah Ta’ala di bawah ini,<br />
وَالَّذِينَ صَبَرُوا ابْتِغَآءَ وَجْهِ رَبِّهِمْ وَأَقَامُوا الصَّلاَةَ وَأَنفَقُوا مِمَّا رَزَقْنَاهُمْ سِرًّا وَعَلاَنِيَةً وَيَدْرَءُونَ بِالْحَسَنَةِ السَّيِّئَةَ أُوْلَئِكَ لَهُمْ عُقْبَى الدَّارِ {} جَنَّاتُ عَدْنٍ يَدْخُلُونَهَا وَمَن صَلَحَ مِنْ ءَابَآئِهِمْ وَأَزْوَاجِهِمْ وَذُرِّيَّاتِهِمْ وَالْمَلاَئِكَةُ يَدْخُلُونَ عَلَيْهِم مِّن كُلِّ بَابٍ {} سَلاَمٌ عَلَيْكُم بِمَا صَبَرْتُمْ فَنِعْمَ عُقْبَى الدَّارِ<br />
Artinya:<br />
Dan orang-orang yang sabar, karena mencari keridhaan Rabbnya, mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian rezki yang kami berikan kepada mereka secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, serta menolak kejahatan dengan kebaikan, orang-orang itulah yang mendapatkan tempat kesudahan (yang baik). Yaitu surga ‘Adn yang mereka masuk ke dalamnya, bersama-sama dengan orang-orang Yang sholeh dan bapa-bapaknya, istri-istrinya, dan anak cucu dan cicitnya, sedang malaikat-malaikat masuk ke tempat-tempat mereka dari segala pintu. Sambil mengucapkan salamun ‘alaikum bima sabartum, keselamatan atas kamu berkat kesabaranmu. Maka alangkah baiknya tempat kesudahan itu (Ar-Ra’du (13): 22-24).<br />
Selanjutnya, jika kalian enggan dan tidak mau berjihad itu karena disamping terkena fitnah (bencana) syahawat duniawi, sebagaimana yang telah disebutkan sebelumnya, terkena juga fitnah (bencana) syubuhat (kebodohan), tidak dapat memahami sunnah yang sebenarnya, sebagaimana yang dikehendaki syariat, misalnya dengan alasan-alasan antara lain sebagai berikut:<br />
1. Kalian enggan berjihad, dengan alasan hendak menempuh cara ibadah dan jalan hidup sufi, karena mereka lebih afdhal amalnya, jihadnya jihad akbar (melawan hawa nafsu), prinsipnya hendak memasukkan setiap manusia ke dalam surga. Jika orang kafir dibunuh berarti menyengajakan memasukkan orang ke dalam neraka, mereka orang yang cinta damai dan tidak suka dengan kekerasan, tidak minat pedang dan senjata, mereka hendak merubah dunia dengan tasbih saja.<br />
Ada juga bentuk sufi dengan gaya lain, katanya hendak merubah dunia, dengan cara merubah diri sendiri, tidak perlu dengan kekerasan, tak perlu memerangi para thaghut, tak perlu membunuh tentara-tentara Iblis musuh-musuh Islam, yang penting beraqidah salaf, (dengan pemahaman yang picik), dan beribadah, (dengan pemahaman yang picik juga), mengikuti sunnah Nabi sholallohu alaihi wa sallam. Jika seluruh kaum musimin beraqidah salaf dan beribadah mengikuti sunnah Nabi sholallohu alaihi wa sallam, maka tanpa jihadpun dengan sendirinya, daulah dan khilafah dengan sendirinya akan tegak di muka bumi. Demikianlah hujjah-hujjah orang-orang sufi yang beragama mengikuti perasaan sesat kesufiannya,<br />
Ingat kata-kata Imam Ahlus-Sunnah Muhammad bin Idris Asy-Syafi’i rahimahumullah,<br />
مَا تَصَوَّفَ رَجُلٌ عَاقِلٌ أَوَّلَ النَّهَارِ وَأَتَتْ عَلَيهِ صَلاَةُ الْعَصْرِ إِلاَّ وَهُوَ مَجْنُونٌ<br />
Artinya: “Tidak ada seseorang yang berakal menjadi orang sufi pada awal siang hari, dan shalat ashara datang kepadanya melainkan dia sudah dalam keadaan gila” (Ibnul Jauzi dalam Shifatu ash Shohwah dan Talbis al Iblis).<br />
Benar sekali apa yang dikatakan oleh Imam Asy-Syafi’i rha, orang-orang sufi memang majnun (gila-ed). Tentunya gilanya tidak dimaksudkan seperti orang gila yang tidak normal syarafnya, akan tetapi gilanya –wallahu a’lam- tidak normal fikirannya dalam memahami kebenaran sesuai dengan Al-Quran dan As-Sunnah, sehingga pendapat-pendapatnya dan amal-amalannya nyleneh-nyeleneh, ora ngalor, ora ngidul, pembicaraannya mengambang tidak pernah menukik kepada persoalan ushul, esok tempe sore dele, dan seterusnya.<br />
Amal yang paling mereka sukai dan menurutnya paling afdhal adalah menghitung tasbih dan ijtima’-ijtima’ ala mereka. Ada juga yang lebih suka terjun dalam bidang tarbiyah dan dakwah, koleksi buku-buku, menulis dan sebagainya dan menganggap hal itu lebih afdhal daripada jihad, sehingga tidak tertarik bahkan tidak terdetik sama sekali untuk berjihad. Demikianlah sufi. Adapun sunnah tidak begitu adanya, Al-Qur’an dan As-Sunnah menyatakan bahwa amalan yang paling afdhal setelah Iman adalah Jihad, dalilnya sampai beratus-ratus.<br />
Oleh karena itu Jihad merupakan amal yang paling disukai Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, para shahabatnya, para Tabi’in dan orang-orang yang mengikutinya radhiyalloohu anhum wa rahimakumullahu ajma’iin. Keterangan dalam masalah ini memenuhi kitab-kitab hadits dan kitab-kitab tulian ulama’ Ahlus-Sunnah wal Jama’ah, silakan merujuk kepadanya [ ]. Al Imam Al Faqih Asy-Syahid Abdullah bin Mubarak rahimahumullah, adalah seorang tokoh besar Ahlus-Sunnah wal Jama’ah, beliau sangat tamak untuk berjihad, berperang dan ribath. Beliau menggalakkan dan menghasung manusia agar berjihad, dan mengecam atas orang-orang yang ber i’tikaf untuk beribadah, yang duduk-duduk enggan berjihad.<br />
Dalam suatu riwayat dikatakan bahwa Muhammad bin Ibrahim bin Abu Sakinah sedang menunaikan ribath bersama Abdullah bin Mubarak di Thursus. Ketika ia hendak menunaikan haji, beliau menitip surat kepadanya agar disampaikan, kepada shahabatnya seorang ulama’ besar juga yaitu Al-Fudhail bin Iyadh, yang pada waktu itu ia sedang bertempat tinggal di dekat ka’bah, dan beri’tikaf di masjidil Haram. Isi surat beliau sebagai berikut:</p>
<p>يَا عَابِدَ الْحَرَمَينِ لَوْ أَبْصَرْتَنَا لَعَلِمْتَ أَنَّكَ فِي الْعِبَادَةِ تَلْعَبُ<br />
مَنْ كَانَ يُخْضِبُ خَدَّهُ بِدُمُوعِهِ فَنُحُورُنَا بِدِمَائِنَا تَتَخَضَّبُ<br />
أَوْ كَانَ يُتْعِبُ خَيْلَهُ فِي بَاطِلٍ فَخُيُولُنَا يَوْمَ الصَّبِيحَةِ تَتْعَبُ<br />
رِيحُ الْعَبِيرِ لَكُمْ، وَنَحْنُ عَبِيرُنَا رَهْجُ السَّنَابِكِ وَالْغُبَارُ اْلأَطْيَبُ<br />
وَلَقَدْ أَتَانَا مِنْ مَقَالِ نَبِيِّنَا قَوْلٌ صَحِيحٌ صَادِقٌ&#8230; لاَ يَكْذِبُ<br />
لاَ يَسْتَوِي وَغُبَارُ أَهْلِ اللهِ فِي أَنْفِ امْرِىءٍ وَدُخَانِ نَارٍ تُلْهِبُ<br />
هَذَا كِتَابُ اللهِ يَنْطِقُ بَيْنَنَا لَيْسَ الشَّهِيدُ بِمَيِّتٍ لاَ يَكْذِبُ<br />
 Wahai abid yang beribadah di masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Andaikan kamu menengok kami, niscaya kamu akan tahu bawasanya kamu dalam beribadah sekedar main-main saja.<br />
 Kalau kamu membasahi pipimu dengan air mata-air mata kamu, maka ketahuilah bahwa kami membasahi tenggorokab-tenggorokan kami dengan darah-darah kami.<br />
 Kalau kamu melelahkan kudamu dalam kebatilan (urusan duniawi), maka ketahuilah bahwasanya kuda-kuda kami berlelah-lelah pada hari pertempuran.<br />
 Bau semerbak harum bagimu, dan kami mempunyai keharuman tersendiri, hentakan kaki kuda dan debu lebih harum bagi kami.<br />
 Sungguh telah datang kepada kita sabda nabi kita, sabda yang betul lagi benar yang tidak dusta.<br />
 Tidaklah sama debu kuda Allah pada diri seseorang dan asap api neraka yang menjilat-jilat.<br />
 Ini Kitabullah (Al-Qur’an) berbicara dihadapan kita.<br />
 Orang yang syahid bukanlah mati, ia (Al-Qur’an) tidak berdusta.<br />
Dan ketika Muhammad bin Ibrahim (pembawa surat) bertemu dengan Al-Fudhail bin Iyadh, di dekat Ka’bah, diserahkanlah surat Ibnul Mubarak kepadanya. Maka tatkala ia membaca surat itu berlinanglah air matanya dan berkata, “Benar Abu Abdurrahman (kunyah Abdullah bin Mubarok) dia telah menasehatiku.” (Siyar ‘A’lamin Nubala’ –Adz-Dzhahabi 8/412).<br />
Al Imam Al Faqih Asy-Syahid Ahmad bin Hambal rahimahumullah, salah seorang tokoh agung Ahlus-Sunah yang namanya tidak asing lagi bagi orang awam, beliau syahid sebab cambukan penguasa dzalim[ ], demi mempertahankan Iman, Tauhid dan Kebenaran.<br />
Pada suatu hari diceritakan tentang perang dihadapan beliau, maka beliau menangis dan berkata, “Tidak ada amalan yang baik yang lebih utama, dan tidak ada sesuatu yang dapat menandingi bertemu dengan musuh lalu menceburkan diri dalam peperangan secara langsung merupakan hal yang paling utama. Orang-orang yang memerangi musuh adalah orang-orang yang mempertahankan Islam, kaum muslimin dan kehormatan mereka, maka amalan apa yang lebih utama daripada itu&#8230;.? Manusia dalam keadaan aman, sedangkan mereka dalam keadaan takut. Mereka telah mengorbankan darah dan jiwa mereka, di jalan Allah” Tarikh Al Baghdadi oleh Al Khatib Al Baghdadi I/168.<br />
Begitulah persepsi, tanggapan, interest (ketertarikan) dan semangat tokoh-tokoh Ahlussunnah wal Jama’ah kepada Jihad. Perbedaannya dengan Ahlul Bid’ah dan Ahludh-Dholal antara langit dan bumi, maka ambilah pelajaran wahai orang-orang yang punya sisa hati.<br />
2. Kalian tak mau berjihad dengan alasan hendak mengishlah dan memperbaiki amalan-amalan kalian, hendak mentarbiyah diri terlebih dahulu, hendak mengumpulkan pahala dan ganjaran dulu, hendak memperbaiki aqidah dan ibadah agar sesuai dengan sunnah dan sebagainya.<br />
Ketahuilah bahwa alasan-alasan kalian itu batil dan bid’ah! Ingatlah justru Jihad adalah sarana yang paling efektif untuk mengishlah amalan kalian, mentarbiyah diri kalian dalam segala aspek baik Imaniyah ruhiyah, tashawwuriyah, fikriyah, khuluqiyah, amaliyah dan jismiyah, dan sebagainya. Di medan perang kalian akan memahami dengan cepat dan tepat makna tauhid Rububiyah, Tauhid Uluhiyah, dan Tauhid Asma’ wa Shifat. Disanalah kalian akan terdidik dan terbekali secara langsung dengan bekalan ilmu dan taqwa, yakin dan tawakkal, syukur dan sabar, zuhud terhadap kehidupan dunia dan Itsar lebih mementingkan kehidupan akhirat. Disana kalian akan memperoleh bekal yang sangat mahal lagi berharga dengan mudah, yang amat sulit di dapatkan di tempat-tempat lain, termasuk pesantren bahkan Al-Haramain, yaitu cinta jihad dan cinta mati syahid. Berapa banyak orang yang baru masuk Islam baik pada masa Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, hinga masa kini, karena langsung menceburkan diri dalam kancah jihad, maka Allah Ta’ala mengkaruniakan kepadanya rasa cinta kepada jihad dan mati syahid, dan akhirnya memperoleh syahadah, mengakhiri hidup yang paling afdhal. Tapi sebaliknya tidak sedikit orang-orang yang menggondol gelaran S1, S1,S3, dalam bidang ushuluddin, syariah dan lain sebagainya, namun tidak pernah mampir dalam hatinya rasa cinta terhadap jihad dan mati syahid bahkan bersikap acuh tak acuh. Dan yang lebih parah lagi merasa sinis mendengar berita medan laga, bunyi peluru dan suara bom, sambil nyeletuk dan mengatakan; “Jihad kan bukan dengan kekerasan saja, membahagiakan istri kan juga jihad” –Wallaahul musta’an-<br />
Kalau kalian beralasan mau mengumpulkan pahala, coba perhatikan dengan seksama satu hadits saja dibawah ini, yang lainnya masih berpuluh-puluh lagi.<br />
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ مَرَّ رَجُلٌ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِشِعْبٍ فِيهِ عُيَيْنَةٌ مِنْ مَاءٍ عَذْبَةٌ فَأَعْجَبَتْهُ لِطِيبِهَا فَقَالَ لَوِ اعْتَزَلْتُ النَّاسَ فَأَقَمْتُ فِي هَذَا الشِّعْبِ وَلَنْ أَفْعَلَ حَتَّى أَسْتَأْذِنَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَذَكَرَ ذَلِكَ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ لَا تَفْعَلْ فَإِنَّ مُقَامَ أَحَدِكُمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَفْضَلُ مِنْ عِبَادَتِهِ فِي بَيْتِهِ سَبْعِينَ عَامًا<br />
Artinya: “Dari Abu Hurairah rhodiyalloohu anhum dari Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, bersabda: Sesungguhnya berdirinya seseorang dalam barisan di jalan Allah lebih utama dari ibadahnya dalam keluarganya selama tujuh puluh tahun.” (Hadits Hasan Riwayat At-Tirmidzi, Al-Baihaqi dan Al Hakim).<br />
Kalau kalian mau mengishlah amal kalian dan mentarbiyah diri kalian dengan berdakwah, ketahuilah bahwasanya dakwah yang paling efektif juga dengan jihad. Rujuklah dan bacalah siroh, Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, para shahabatnya dan Tabi’in serta orang-orang yang mengikuti mereka hingga hari ini.<br />
Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, selama 13 tahun berdakwah di Mekah, hanya mendapatkan pengikut sebanyak ratusan orang saja, tidak sampai seribut orang. Tetapi dengan Jihad yang hanya 10 tahun saja di Madinah, berpuluh-pluh ribu (seratus ribu lebih) orang berduyun-duyun masuk Islam dengan sukarela tanpa dipaksa -Subhanallah-.<br />
3. Jika kalian enggan memperjuangkan Islam dengan menempuh jalan jihad sebab dengan jihad akan banyak memakan korban baik harta maupun jiwa, banyak harta benda yang hilang dan hangus, banyak putra-putra Islam yang baik-baik yang akan ditawan dan dipenjara, dan tentu akan banyak yang mati, sedangkan target yang dicanangkan yaitu tegaknya daulah dan khilafah belum tentu dapat diraih maka kami tidak mau mengorbankan mereka dengan sia-sia.<br />
Oleh karena itu kami lebih memilih memperjuangkan Islam dengan jalan damai, yaitu dengan pesta demokrasi dan parlementer, sebab dengannya banyak maslahat yang bisa dicapai dengan tidak mengorbankan harta benda maupun jiwa dan raga. Dan tambahnya dengan cara inipun kita bisa menang, kenapa kita mesti memilih dengan cara kekerasan, cara yang berat, cara yang tidak manusiawi, cara yang brutal dan sebagainya dan sebagainya.<br />
Ketahuilah dan sadarilah! Jika kalian mengaku sebagai orang beriman, bahwasanya hujjah dan alasan-alasan kalian tersebut adalah batil, dhalal, sesat dan bid’ah, tidak sesuai dengan dien dan akal sehat.<br />
Jika harta benda dan jiwa raga yang terkorbankan dalam perjuangan fie sabilillah itu kalian anggap sia-sia, yang perlu kalian tanyakan kepada diri-diri kalian, sebenarnya tujuan hidup kalian itu untuk mencari apa? Dan perjuangan kalian dalam rangka apa? Bukankah semata-mata untuk mencari ridha Allah Ta’ala? Jika benar demikian dan kalian betul-betul tulus dan ikhlas, justru apabila kalian berhasil mengorbankan harta benda, darah, raga, jiwa dan nyawa kalian dan orang-orang yang berada di bawah kepemimpinan kalian berarti telah mencapai tujuan akhir kalian yaitu ridha Allah Subhanahu wa Ta’ala.<br />
Bapak Dr. Muhammad Natsir, salah seorang tokoh Islam bertaraf internasional dan sangat terkenal namanya khususnya di kalangan dunia Islam. Pada saat-saat jihad Afghanistan melawan Uni Sovyet sedang semarak-semaraknya, beliau pernah diajak Asy-Syaikh Al Ustadz Abdullah Sungkar, lebih dari sekali, untuk memperjuangkan Islam dengan jalan Jihad, namun beliau selalu menolak untuk memperjuangkan Islam dengan pertimbangan antara lain, “Tidak mau mengorbankan darah-darah kaum muslimin dengan sia-sia”. Pertimbangan seperti ini adalah semata-mata didasarkan pada akal dan rasio yang bertentangan dengan sunnah, memang kebanyakan orang-orang yang telah terkena virus dan kuman demokrasi ala barat, yang sesat, kufur dan syirik itu, selalunya dalam memahami masalah perjuangan menegakkan Islam, mereka mendahulukan pendapat dan ra’yunya diatas sunnah (تَقْدِيمُ الرَّأْيِ عَلَى السُّنَةِ).<br />
Akan tetapi, alhamdulillah, ana mendengar dari salah seorang saksi mata mengatakan, bahwa beliau pada akhir-akhir hayatnya merasa menyesal dan bertaubat, mudah-mudahan dosa dan kesalahannya diampunkan Allah Ta’ala.<br />
Asy-Syaikh Sa’id Ramadhan (bukan Al Buthi), seorang tokoh kawakan Jama’ah Al Ikhwan Al Muslimin, pada masa Hasan Al Banna, sekitar tahun delapan puluh enaman (86-an) didatangi oleh salah seorang pimpinan mujahidin. Waktu itu beliau sedang melaksanakan seminar di Eropa &#8212; jikalau tidak lupa di Swedia&#8212;. Begitu tamu berjumpa dengannya, dan mengenalkan dirinya bahwa ia kenal dekat dengan Amir Mujahidin dari Tandhim Al Ittihad Al Islamy lil Mujahidin Afghanistan, yaitu Abdu ar Rabbi Ar Rasul Sayyaf, maka beliau terus menerus mengelus-elus dadanya dengan tangan kanannya, sambil mengatakan kasihan Sayyaf, kasihan Sayyaf berulang-ulang.<br />
Jika kata-kata seperti ini dinyatakan karena Sayyaf terjebak dan terseret dalam mengikuti langkah Ahmad Syah Mas’ud (koalisi utara), untuk menyerang Thaliban, tidak mengapa, sebab Sayyaf benar-benar kasihan dalam persoalan ini. Tetapi jika kasihannya itu karena Asy-Syaikh Sayyaf berjihad melawan pemerintahan Kabul boneka Rusia dan Negara komunis Rusia, maka yang perlu ditanyakan, kenapa mesti dikasihani? Apakah karena Asy-Syaikh Sayyaf menempuh jalan perjuangannya dengan kekerasan dan tidak memilih jalan damai atau demokrasi???<br />
Dr. Yusuf Al Qordhowi, nama yang sudah tidak asing lagi memenuhi segala ufuk. Banyak orang yang terpesona dengan pendapatnya dan fikirannya, bahkan ada sebagian orang yang menyikapinya seolah-olah seperti nabi yang semua pendapatnya di telan begitu saja. Padahal sebenarnya banyak sekali pendapat-pendapatnya yang sesat lagi menyesatkan.[ ] Al Qordhowy dan orang-orang sejenisnya seperti Al-Ghazali, Muhammad Sa’id Ramadhan Al Buthi, Fahmi Huwaidi, Hasan Ath-Thurabi, Rasyid Al Ghanusyi, Jaudat Sa’id dan lain sebagainya, yang pada masa kini sepak terjangnya sudah menyebar kemana-mana termasuk Indonesia. Bahkan sebagian orang-orangnya lebih jelek lagi pendapat dan pemikirannya. Yang dimaksud disini adalah orang-orang yang mengaku sebagai ilmuwan dan cendekiawan muslim. Adapun yang diluar itu, misalnya orang-orang sekuler, tentu lebih buruk lagi, meskipun mengaku beragama Islam dan jauh lebih sesat lagi.<br />
Orang-orang tersebut dalam memahami Islam mempunyai qoidah tersendiri, lain sama sekali dengan qoidah-qoidah yang telah diasaskan oleh ulama’ salaf yang tsiqat lagi terpercaya. Mereka berbuat demikian karena didorong oleh rasa mindernya dan kalahnya dalam menghadapi peradaban dan tamadun syaitan yang pada hari ini mendominasi dunia baik peradaban Barat yang mengusung sekulerisme dengan demokrasinya dalam masalah politik, kapitalismenya dalam ekonomi dan liberalismenya dalam masalah sosial.<br />
Maupun peradaban timur dengan yang komunis dengan diktatorismenya dalam bidang politik, sosialisme dalam ekonomi dan permisifismenya dalam masalah sosial dan kemasyarakatan. Tetapi yang banyak mempengaruhi mereka bersikap demikian adalah peradaban Barat yang dianggapnya lebih maju dan hebat.<br />
Dengan perasaan minder dan kalahnya, maka mereka menampilkan Islam tidak sebagaimana Islam yang diperjuangakan oleh Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, dan para shahabatnya rhodiyalloohu anhum yaitu Islam yang lengkap dan sempurna. (lihat surat Al-Ma’idah (5) : 3), yang tidak memerlukan sama sekali penambahan dari segala sistem dan peradaban di luar Islam. Islam yang tulen seperti ini tidak disukai oleh orang-orang barat dan tidak mendapat tanggapan positif dari mereka, maka orang-orang yang lari dan kalah itu menampilkan model Islam yang direspon Barat, Islam yang disukai oleh mereka, Islam yang mau kompromi dan berkongsi dengan mereka, Islam yang moderat dan sesuai dengan tuntutan zaman menurut selera mereka.<br />
Untuk memenuhi hasrat itu, maka mereka membuat qoidah-qoidah ushul yang aneh bin nyeleneh yang tidak pernah dikenali oleh generasi salaf kita, sebagai contoh misalnya:<br />
)لاَ يُنْكَرُ تَغَيُّرُ اْلأَحْكَامِ بِتَغَيُّرِ اْلأَزْمَانِ (<br />
Artinya: Tidak menolak adanya peradaban hukum karena perobahan zaman.<br />
Dengan qoidah ini mereka bisa menghukumi apa saja menurut selera dan hawa nafsu mereka. Maka jangan kaget kalau mendengar pendapat mereka yang nyeleneh-nyeleneh, sesat lagi menyesatkan, seperti misalnya &#8220;Islam menerima demokrasi dengan segala penampilannya&#8221;, &#8216;kekufuran bukan dosa yang bersifat duniawi, ia dosa ukhrawi Allah sendiri yang menghisab&#8217;, maka orang kafir, berhak untuk hidup terhormat dan kita wajib menghentikan panggilan kafir terhadap mereka.<br />
&#8220;Orang nashrani adalah saudara kita&#8221;, &#8220;ahludz-dzimmah tidak ada lagi sebab orang-orang ahli kitab telah sama-sama mempertahankan negara kita&#8221;. &#8220;Hukum had atas orang yang murtad telah gugur&#8221; dan seribu satu lagi. Pokoknya dengan qoidah mereka, mereka bisa memain-mainkan syariat sesuka hati mereka. Contoh yang lainnya,<br />
حَيْثُمَا كَانَتِ الْمَصْلَحَةُ فَثَمَّ شَرْعُ اللهِ<br />
Artinya: Dimana saja terdapat maslahah (kepentingan, kemanfaatan dan kebaikan), maka disanalah syariat Allah.</p>
<p>Kalian bisa bayangkan sesatnya qoidah ini, dan lebih sesat lagi apabila mereka menyandarkan maslahat itu diatas maslahat duniawi sesuai dengan hawa nafsu mereka yang biasa disebut Al-Mashalih-Al Basyariah (maslahat kemanusiaan).<br />
Coba sekarang bedakan dengan menggunakan akal dan iman yang waras qoidah maslahah yang dikehendaki oleh mereka yaitu ahlul bid’ah, ahlul ahwa’dan ahlul dholalah dengan qoidah mashlahah menurut Ahlus-Sunnah wal Jamaah. Imam Asy-Syatibi, salah seorang tokoh Ahlus-Sunnah wal Jamaah telah menjelaskan secara detil kepada kita, mengenai mashlahah dalam kitab “Al-Muwafaqat” beliau katakan:<br />
إن المصالح هي بنظر الشارع لا بنظر المكلف، أي أن حكم الله تعالى في الجزئي (الدليل الخاص ) هو الذي يحقق المصلحة، وإن فاتت بعض المصالح لدى النظر القاصر<br />
Artinya: Sesungguhnya maslahah-maslahah itu adalah menurut pandangan Dzat yang membuat syariat (Allah Ta’ala) bukan menurut pandangan orang yang dibebani tanggung jawab (manusia). Maksudnya hukum Allah ta’ala yang terdapat pada dalil setiap permasalahannya, itulah yang merealisir maslahah, meskipun dengan itu akan hilang sebagian maslahat menurut pandangan orang yang picik. (Al-Muwafaqat fi Ushuli Syari&#8217;ah 2/27-28).<br />
Katanya lagi:<br />
الشارع إنما قصد بوضع الشريعة إخراج المكلف عن اتباع هواه حتى يكون عبدا لله<br />
Artinya:<br />
Dzat Pembuat syariat (Allah) membuat syariat adalah dengan tujuan mengeluarkan mukallaf dari mengikuti hawa nafsunya sehingga ia menjadi hamba Allah.&#8221; (Al-Muwafaqat 2/153). Katanya lagi :<br />
المصالح المتجلية شرعا، والمفاسد المستدفعة إنما تعتبر من حيث تقام الحياة الدنيا للحياة الأخرى، لا من حيث أهواء النفوس في جلب مصالحها العادية أو درء مفاسدها العادية<br />
Artinya:<br />
Maslahah-maslahah yang jelas secara syar’i dan sebab-sebab kerusakan yang mesti dibendung, bahwasanya hal itu adalah dinilai dari segi tegaknya kehidupan dunia untuk kehidupan akherat, bukan diukur mengikut hawa nafsu dalam meraih kepentingannya secara manusiawi atau mengelak kerusakan-kerusakannya secara adat kebiasaan. (Al-Muwafaqat 2/27-28).<br />
Beliau berkata lagi:<br />
المنافع الحاصلة للمكلف مشوبة بالمضار عادة، كما أن المضار محفوفة ببعض المنافع: كما نقول: إن النفوس محترمة محفوظة ومطلوبة للإحياء، بحيث إذا دار الأمر بين إحيائها وإتلاف المال عليها، أو إتلافها وإحياء المال كان إحياؤها أولى فإن عارض إحياؤها إماتة الدين، كان إحياء الدين أولى، وإن أدى إلى إماتتها، كما جاء في جهاد الكفار، وقتل المرتد وغير ذلك.<br />
Artinya: Biasanya kemanfaatan-kemanfaatan yang berhasil dicapai oleh seorang mukallaf itu tercampur dengan kemadharatan-kemadharatan, sebagaimana pula kemadharatan-kemadharatan dikelilingi dengan sebagian kemanfaatan. Seperti yang kami katakan: bahwasanya jiwa adalah terhormat lagi terpelihara dan menuntut untuk hidup. Sekiranya dihadapkan kepada permasalahan (pilihan) antara menghidupkan (menyelamatkan) jiwa dan melenyapkan harta demi selamatnya nyawa, atau melenyapkannya (kehilangan nyawa) dan menghidupkan (menyelamatkan) harta, maka menghidupkan jiwa itu lebih diutamakan. Akan tetapi jika menghidupkan jiwa, itu membawa kepada kematian dien (agama), maka menghidupkan dien itu lebih diutamakan, walaupun mengakibatkan kematiannya, sebagaimana yang terdapat dalam syariat berjihad melawan orang-orang kafir dan membunuh orang murtad dan lain sebagainya. Al-Muwafaqat 2/92. (Rujuk Al-Muwafaqat juz 2/ 92, 27, 8, 153, atau kitab Al-Jihad wal Ijtihad hal 268-269).<br />
Pada (Al Muwafaqat juz 2) halaman 176 beliau berkata:<br />
فمصلحة الدين مقدمة على أي مصلحة، وضرورة الدين أرجح من كل ضرورة، ولذلك لا قيمة لحظ الإنسان أمام أحكام الشريعة<br />
Artinya: maka maslahat dien (agama) didahulukan diatas maslahat apapaun juga dan darurat atau kepentingan dien lebih diberatkan dari segala darurat atau kepentingan lainnya. Oleh karena itu tidak ada harganya bagi nasib manusia dihadapan hukum-hukum syariat.<br />
Dari beberapa qoul Imam Asy-Syathibi tersebut kita, dapat menyimpulkan bahwasanya “Maslahat dan Madharat” dalam Islam itu dinilai berdasarkan syariat, bukan berdasarkan fikiran manusia dan hawa nafsunya. Dan maslahat dien (agama), dan akherat adalah didahulukan atau diutamakan diatas segala maslahat yang lain.<br />
Demikianlah pemahaman maslahah menurut Ahlus-Sunnah wal Jama’ah. Adapun menurut kaum yang tidak mempunyai izzah lagi dengan Islam yang asli dan tulen, bahkan minder, pesimis, dan merasa kalah berhadapan dengan peradaban barat, mereka mendasarkan maslahat diatas berdasarkan rasio, akal dan hawa nafsunya. Maka maslahat menurut mereka adalah maslahat duniawi tanpa memandang kepada maslahat dien dan ukhrawi. Disinilah letak dan puncak kesesatan mereka, bukan sekedar perselisihan antar madzhab dikalangan ahlus-Sunnah, misalnya antara madzhab Asy-Syafi’i dengan madzhab Al-Hanafi, atau Al-Hambali dengan Al-Maliki, atau Asy-Syafi’i dengan ketiganya, atau sebaliknya atau keempat-empatnya dengan madzhab Adh-Dhahiri, atau sebaliknya. Bahkan bukan hanya sekedar seperti perselisihan antara ahlus-Sunnah wal Jama’ah dengan golongan Khowarij atau golongan murji’ah terdahulu, tetapi lebih dari itu semua&#8230;<br />
Bahkan sebagian ahlul ilmi tidak ragu lagi menghukumi orang-orang seperti itu (kaum pesimistis-ed) sebagai zindiq (orang yang berpura-pura beriman tetapi pada hakekatnya adalah kufur).<br />
Berkata Imam Asy-Syafi’i dan Imam Malik rahimahumullah : Ulama’ahlul kalam adalah zindiq (lihat Al Jihad wal Ijtihad 278). Sedangkan jika diperhatikan tindakan kriminal yang dilakukan oleh kaum tersebut tidak lebih kecil dibandingkan dengan apa yang diperbuat oleh ahlul kalam. –wallahu ‘alam-<br />
Jika ditanyakan apakah tidak ada takhshish (pengkhususan), menurut hukum syar’i dalam hal maslahat ini?<br />
Jawabnya, setelah memahami maslahah dengan pemahaman yang benar menurut syara’, maka sesungguhnya pengkhususan terdapat pada dua maudhu’ yaitu:<br />
1) Berkata Ibnu Qoyyim Al Jauziyah rahimahumullah:<br />
مَا حُرِّمَ سَدًّا لِلذَّرِيعَةِ أُبِيحَ لِلْمَصْلَحَةِ الرَّاجِحَةِ<br />
Artinya: Sesuatu yang diharamkan karena menutup wasilah keburukan yang mungkin terjadi, diperbolehkan, karena ada maslahat yang lebih kuat (dari keburukannya).<br />
2) Berkata Asy-Syathibi rahimahumullah:<br />
المقاصد الشرعية ضربان أصلية وتابعية، فالأصلية لا يراعى فيها حق المكلف، وأما التابعية فيراعى فيها حق المكلف<br />
Artinya: maksud syariat ada dua macam, Ashliyah dan Tabi’iyah, maksud yang asli adalah tidak mengambil kira (perhitungan) padanya hak seorang mukallaf. Sedangkan maksud tabi’i di dalamnya memperhatikanatau memperhitungkan hak mukallaf. Keterangan yang lebih jelas dalam masalah ini, silahkan merujuk pada kitab yang tertera diatas.<br />
Kembali pada pembahasan pokok. Jika kalian enggan menempuh jalan jihad dalam memperjuangkan tegaknya Islam, dan kalian memilih dengan cara ikut pesta demokrasi &#8212;salah satu syariat agama sekuler itu&#8212; dengan alasan demi maslahah, maka ketahuilah bahwasanya alasan kalian itu batil, sebab kalian telah mendasarkan maslahah diatas rasio atau akal perasaan dan hawa nafsu kalian, dan bukan diatas syara’ sebagaimana yang telah dijelaskan sebelumnya.<br />
Ketahuilah bahwasanya segala cara apapun untuk menggantikan Jihad (perang) baik dengan parlemen, tabligh, seminar-seminar, menulis buku, bedah buku, dengan tarbiyah yang khayal, yang mana semua orang Islam akan dididik agar seluruhnya menjadi sholeh, bahkan iman mereka diharapkan dapat mendekati derajat iman para shahabat, dengan membenahi perekonomian, ilmu pengetahuan, teknologi maupun yang lain-lain. Semua cara-cara ini akan membawa kepada kerendahan dan kehinaan, jika dijadikan sebagai jalan untuk mencapai kemenangan dan kekuasaan Islam tanpa jihad. Dan Allah Yang Maha Menunjukkan ke jalan yang lurus.<br />
Jika ada diantara kalian yang bertanya, kita wajib berjihad, maka siapakah yang harus kita lawan, bukankah kaum muslimin pada saat ini adalah dalam keadaan aman, orang kafir kan tidak memusuhi kita? Jawaban singkatnya orang kafir dari segi lahir kelihatannya tidak memerangi kaum muslimin, sebab sadar atau tidak sadar sebenarnya kaum muslimin telah menuruti kemauan mereka, mengikuti program-program mereka, manhaj mereka dan undang-undang mereka, angan-angan mereka, dan impiannya selama ini sudah tercapai. Mereka telah berhasil menguasai kaum muslimin, dalam segala aspek, maka untuk apa mereka memerangi dengan senjata??? Tetapi jika kaum muslimin enggan mengikuti mereka, maka mereka tidak segan-segan menggunakan cara apapun termasuk senjata pemusnah masal, dan sebagainya. Lihatlah apa yang terjadi di Afghanistan, Irak, Filipina Selatan, Chechnya, dan sebagainya!<br />
Menurut ahlul ilmi, jihad pada masa kini hukumnya wajib, karena beberapa sebab antara lain:<br />
(a) Negara-negara kaum muslimin dikuasai oleh orang-orang kafir. Coba amati dengan sebaik-baiknya dengan menggunakan ilmu syar’i dan ilmu kauni, apakah ada negara kaum muslimin sekarang ini yang tidak dikuasai oleh kekuasaan kufur? Jika kalian jujur mesti menjawab tidak ada, walaupun jazirah Arabia sebagai pusat negara kaum muslimin, bukankah yang berkuasa disana adalah pelacur Amerika dan antek-anteknya.?<br />
(b) Kebanyakan penguasa-penguasa kaum muslimin telah murtad mereka telah melakukan berbagai kufur akbar, syirik akbar dan nifaq akbar.<br />
(c) Wujudnya para penguasa dan kekuatan-kekuatan mereka sebagai golongan yang menolak syariat Allah.<br />
(d) Sirnanya Khilafah Islamiyah.<br />
(e) Penjara di mana-mana dipenuhi para pejuang Islam. (Rujuk Al-Khuttuth Al Aridhah hal 105-129).</p>
<p>[8]. Wasiat Kedelapan<br />
Janganlah kalian berputus asa, bersedih hati, pesimis, merasa kecil, hina dan tidak memiliki apa-apa&#8230;Ingat! Kalian memiliki iman yang lebih berharga dari segala-galanya. Jika iman kalian benar, maka kalian paling tinggi derajat dan kedudukannya (Q.S. Ali Imran (3): 139). Ketahuilah bahwasanya masa depan adalah untuk Islam dan kaum Muslimin, baik di dunia maupun di akherat.<br />
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman (Q.S. An-Nur (24): 55, Q.S. Al-Mukmin (40): 51, Q.S. Al-Anbiyaa’ (21): 105, Q.S. Al-A’raf (7) : 128, 5, 11, 49, Q.S. Al Qoshos (28) : 83).<br />
Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, bersabda dalam beberapa hadits, antara lain sebagai berikut:</p>
<p>عَنِ النُّعْمَانِ بْنِ بَشِيرٍ قَالَ كُنَّا قُعُودًا فِي الْمَسْجِدِ مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ, وَكَانَ بَشِيرٌ رَجُلًا يَكُفُّ حَدِيثَهُ. فَجَاءَ أَبُو ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيُّ, فَقَالَ :يَا بَشِيرُ بْنَ سَعْدٍ, أَتَحْفَظُ حَدِيثَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي الْأُمَرَاءِ؟ فَقَالَ حُذَيْفَةُ : أَنَا أَحْفَظُ خُطْبَتَهُ. فَجَلَسَ أَبُو ثَعْلَبَةَ.<br />
فَقَالَ حُذَيْفَةُ : قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ تَكُونُ النُّبُوَّةُ فِيكُمْ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةٌ عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا عَاضًّا فَيَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ يَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ مُلْكًا جَبْرِيَّةً فَتَكُونُ مَا شَاءَ اللَّهُ أَنْ تَكُونَ ثُمَّ يَرْفَعُهَا إِذَا شَاءَ أَنْ يَرْفَعَهَا ثُمَّ تَكُونُ خِلَافَةً عَلَى مِنْهَاجِ النُّبُوَّةِ ثُمَّ سَكَتَ<br />
Artinya: “Dari Hudzaifah rhodiyalloohu anhum berkata, Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, telah bersabda, terjadi nubuwwah (kenabian) di kalangan kamu, sebagaimana yang Allah kehendaki untuk terjadi, kemudian Allah mengangkatnya apabila Ia menghendaki mengangkatnya, kemudian terjadi khilafah, diatas minhaj (jalan yang terang) kenabian, maka terjadilah ia sebagaimana kehendak Allah untuk terjadi, kemudian Allah, mengangkatnya apabila Allah menghendaki untuk mengangkatnya, kemudian terjadi kerajaan yang menggigit (kejam / bengis) maka terjadilah ia sebagaimana kehendak Allah untuk terjadi, kemudian Allah, mengangkatnya apabila Allah menghendaki untuk mengangkatnya, kemudian terjadi kerajaan yang memaksa (sombong / angkuh), maka terjadilah ia sebagaimana kehendak allah untuk terjadi, kemudian mengangkatnya, apabila Allah menghendaki untuk mengangkatnya, kemudian terjadi khilafah diatas minhaj kenabian. Kemudian beliau diam” (H.H.R Imam Ahmad dalam Musnad: 1843).<br />
Sabda beliau lagi sholallohu alaihi wa sallam:<br />
عَنْ تَمِيمٍ الدَّارِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : لَيَبْلُغَنَّ هَذَا الْأَمْرُ مَا بَلَغَ اللَّيْلُ وَالنَّهَارُ وَلَا يَتْرُكُ اللَّهُ بَيْتَ مَدَرٍ وَلَا وَبَرٍ إِلَّا أَدْخَلَهُ اللَّهُ هَذَا الدِّينَ بِعِزِّ عَزِيزٍ أَوْ بِذُلِّ ذَلِيلٍ, عِزًّا يُعِزُّ اللَّهُ بِهِ الْإِسْلَامَ وَذُلًّا يُذِلُّ اللَّهُ بِهِ الْكُفْرَ. وَكَانَ تَمِيمٌ الدَّارِيُّ يَقُولُ قَدْ عَرَفْتُ ذَلِكَ فِي أَهْلِ بَيْتِي لَقَدْ أَصَابَ مَنْ أَسْلَمَ مِنْهُمُ الْخَيْرُ وَالشَّرَفُ وَالْعِزُّ وَلَقَدْ أَصَابَ مَنْ كَانَ مِنْهُمْ كَافِرًا الذُّلُّ وَالصَّغَارُ وَالْجِزْيَةُ *<br />
Artinya: “Dari Tamim ad Dari rhodiyalloohu anhum berkata, “Aku mendengar Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, bersabda,”Sesungguhnya benar-benar urusan ini (Islam) akan mencapai segala tempat yang dicapai malam dan siang dan Allah tidak meninggalkan rumah yang terbuat dari tanah liat maupun bulu unta melainkan Allah memasukkan dien ini kepadanya, dengan memuliakan yang mulia dan menghinakan yang hina, mulia karena Allah memuliakan dengannya Islam, dan hina karena Allah menghinakan dengannya kekufuran ” (H.S.R Imam Ahmad, dalam kitab Al-Musnad No: 16998 dan Al-Hakim dalam Al-Mustadrak no 8326, lihat Silsilah Ahadits Shahihah, syaikh Albani no 3).<br />
Sabdanya sholallohu alaihi wa sallam, lagi<br />
عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ زَوَى لِيَ الْأَرْضَ فَرَأَيْتُ مَشَارِقَهَا وَمَغَارِبَهَا وَإِنَّ أُمَّتِي سَيَبْلُغُ مُلْكُهَا مَا زُوِيَ لِي مِنْهَا وَأُعْطِيتُ الْكَنْزَيْنِ الْأَحْمَرَ وَالْأَبْيَضَ *<br />
Artinya: “Dari Tsauban rhodiyalloohu anhum bahwasanya Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, bersabda, sesungguhnya Allah menghimpun bumi untukku, maka aku bisa melihat penjuru timurnya dan penjuru baratnya dn sesungguhnya umatku kerajaan (kekuasaan) nya akan mencapai apa yang dihimpunkan kepadaku darinya.” (H.S.R Muslim).<br />
Sabdanya sholallohu alaihi wa sallam, yang lain:<br />
عَنْ أُبَيِّ بْنِ كَعْبٍ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَشِّرْ هَذِهِ الْأُمَّةَ بِالسَّنَاءِ وَالرِّفْعَةِ وَالدِّينِ وَالنَّصْرِ وَالتَّمْكِينِ فِي الْأَرْضِ. فَمَنْ عَمِلَ مِنْهُمْ عَمَلَ الْآخِرَةِ لِلدُّنْيَا لَمْ يَكُنْ لَهُ فِي الْآخِرَةِ نَصِيبٌ.<br />
Artinya: “Dari Ubay bin Kaab rhodiyalloohu anhum berkata “Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, bersabda: “Gembirakanlah umat ini dengan keluhuran, ketinggian dan kemenangan, kejayaan dan berkuasa di muka bumi, maka barangsiapa dari mereka yang mengerjakan amalan akhirat untuk keduniaan, ia tidak mendapatkan bagian apapun di akherat”” (H.R. Imam Ahmad).<br />
Dan masih banyak lagi keterangan-keterangan lain yang berhubungan dengan pembahasan masalah ini, bagi yang ingin memperdalam silahkan melihat sebagian rujukan yang saya tuliskan di bawah ini:<br />
• Tafsir Ibnu Katsir : 3/211-213, 210-212, 4/90-91, 1/586-597<br />
• Al Mustaqbal li Haadzad-Dien –oleh- Ust. Sayyid Qutb.<br />
• Armageddon (Huru-hara akhir Zaman) oleh Muhammad Amin Jamaluddin.<br />
• Armageddon Peperangan Akhir Zaman menurut Al-Qur’an, Al-Hadits, Taurat dan Injil, oleh Ir. Wisnu Sasongko, M.T.<br />
Untuk menyongsong kemuliaan, kemenangan, kejayaan dan kekuasaan Islam dan kaum muslimin itu, meskipun kebanyakan umat Islam telah mabuk ke dunia, dan tidak sedikit juga yang terbuai dengan kehidupan ala sufi dan manhaj Demokrasi Al-Ghorbi As-Syirki Al-Kufri. Akan tetapi Sunnatullah dan taqdirnya telah menyatakan bahwasanya akan senantiasa ada dari umat ini satu kelompok yang membela dan memperjuangkan Islam dengan pedang dan kekuatan dengan mendapat pertolongan Allah Ta’ala.<br />
Ada sekitar dua ratus (yang lebih benar; dua puluh, ed) hadits yang menjelaskan masalah ini, baiklah kita simak satu saja mudah-mudahan Allah memberkati kita:</p>
<p>عَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ يَقُولُ سَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي يُقَاتِلُونَ عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ قَالَ فَيَنْزِلُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَقُولُ أَمِيرُهُمْ تَعَالَ صَلِّ لَنَا فَيَقُولُ لَا إِنَّ بَعْضَكُمْ عَلَى بَعْضٍ أُمَرَاءُ تَكْرِمَةَ اللَّهِ هَذِهِ الْأُمَّةَ<br />
Artinya: “Dari Jabir bin Abdullah rhodiyalloohu anhum berkata, Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam bersabda “Akan senantiasa ada segolongan dari umatku yang berperang membela kebenaran dengan mendapat pertolongan Allah hingga datangnya hari kiamat.” “Beliau berkata, &#8220;Kemudian akan turun Isa putra Maryam alaihi salam, lalu pemimpin mereka berkata (kepada Isa alaihi salam). “Kemarilah silakan anda mengimami kami sholat!” Lalu beliau menjawab, “Tidak sesungguhnya sebagian kalian adalah pemimpin, bagi sebagian yang lain.” Sebagai penghormatan dari Allah terhadap umat ini. (H.S.R Muslim).<br />
Berdasarkan hadits-hadits yang banyak itu dan keterangan-keterangan ahlul ilmi yang tsiqot, bisa disimpulkan –wallahu a’lam- bahwa golongan tersebut pada masa kini adalah para mujahidin, yang sedang berjihad dengan pedang dan kekuatan di mana-mana demi membela kebenaran. Mereka inilah yang patut menyongsong kemenangan dan kejayaan tersebut. Oleh karena itu bersegeralah kalian untuk bergabung dengan mereka (bisa anda lihat dalam Al-Qur’an surat ke 19 ayat ke 119), minimal hati dan perasaan kalian. Sungguh merugi orang yang tidak menyertai mereka.</p>
<p>أَللَّهُمَّ أَحْيِنَا مُسْلِمِينَ وَأَمِتْنَا مُسْلِمِينَ وَأَلْحِقْنَا بِالصَالِحِينَ<br />
Artinya: “Ya Allah, hidupkanlah kami dalam keadaan muslim dan matikanlah kami dalam keadaan muslim, dan gabungkanlah kami dengan orang-orang sholeh (di dunia dan di akherat)” (Lihat Tafsir Ibnu Katsir, 3/351, 2/510).</p>
<p>[9]. Wasiat Kesembilan<br />
Berpeganglah kalian semuanya kepada tali Allah, kepada dien-Nya, kepada Islam, kepada Al-Qur’an, kepada As-Sunnah, dan kepada Al-Haq, dan berjama’ahlah, serta bersatulah dalam memegangi kebenaran, dan jangan bercerai berai (silahkan buka firman Allah Ta’ala surat Ali Imran (3) : 103).<br />
Ingatlah bahwa berjama’ah atau bersatu dalam kebatilan, seperti kufur, syirik, nifaq, riddah, bid’ah, dan sebagainya tidak berarti sama sekali dalam perjuangan menegakkan kebenaran, bahkan dilarang oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala. Maka maksud dari jama’ah, dalam Islam adalah jama’ah yang sesuai dengan syariat meskipun seorang diri, seperti kata Abdullah bin Mas’ud rhodiyalloohu anhum seorang faqih dari kalangan shahabat. Maka kumpulan, kelompok dan golongan yang manapun juga, meskipun pengikutnya menakjubkan kita jumlahnya, dan sistem organisasinya, dan lain sebagainya, tetapi tidak sesuai dengan syari’at, maka kumpulan tersebut adalah kumpulan batil. Kalian tidak boleh beriltizam dan mengikutinya, karena sesat dan menyesatkan, tinggalkanlah jama’ah-jama’ah yang seperti itu, dan kembalilah kepada jama’ah-jama’ah yang sesuai dengan syara’ meskipun kelihatannya tidak banyak pengikutnya.<br />
Berusahalah untuk mengishlah atau memperbaiki, perhubungan sesama kaum mukminin, (al-Qur’an Surat Al-Anfal (8): 1). Sebab kerusakan hubungan sesama kaum mukminin, berpengaruh negatif terhadap dien dan dunianya, di dalam sebuah hadits disebut sebagai Al Haliqoh (pencukur).</p>
<p>عَنْ أَبِي الدَّرْدَاءِ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَلَا أُخْبِرُكُمْ بِأَفْضَلَ مِنْ دَرَجَةِ الصِّيَامِ وَالصَّلَاةِ وَالصَّدَقَةِ ؟ قَالُوا بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ. قَالَ إِصْلَاحُ ذَاتِ الْبَيْنِ وَفَسَادُ ذَاتِ الْبَيْنِ الْحَالِقَةُ *<br />
Artinya: “Dari Abu Darda’ rhodiyalloohu anhum, berkata, Rasulullah sholallohu alaihi wa sallam, bersabda: Ingatlah! Aku akan memberitahukan kepada kalian dengan sesuatu yang lebih utama dari derajat kedudukan puasa, shalat dan shodaqoh!” “Ya apa itu wahai Rasulullah!” Beliau berkata, “Memperbaiki hubungan sesama (kalian).” Beliau berkata “Dan rusaknya hubungan sesama (kalian) adalah pencukur” (H.H.R Abu Daud dan At-Tirmidzi), Dan dalam riwayat lain dikatakan sebagai pencukur dien (agama).<br />
Oleh karena itu, janganlah kita ribut sendiri dengan sesama kaum mukminin, hanya karena masalah duniawi, roti dan nasi sehingga lupa terhadap masalah-masalah prinsip yang mesti dibela sampai mati. Jadikanlah diri-diri kalian sebagai Ashabul Mabadi’ (orang-orang yang punya prinsip). Dan janganlah menjadi Ashabul Masholih (orang-orang yang hidupnya demi kepentingan duniawinya).<br />
[10]. Wasiat Kesepuluh<br />
Bermujahadahlah sekuat tenaga dan kemampuan untuk menghindarkan diri dari dua belas perkara yang diharamkan Allah Subhanahu wa Ta’ala. Insya Allah dengan izin-Nya dan rahmat-Nya kalian akan diselamatkan dari siksa dunia dan akherat, kalian akan terselamatkan dari neraka, dan dimasukkan ke dalam surga. Inilah keberuntungan, kejayaan, kemenangan dan sukses yang sebenarnya, (Al-Qur’an Surat Ali Imran (3): 185). Adapun 12 jenis yang diharamkan itu ialah:<br />
a) Kufur الكفر<br />
b) Syirik الشرك<br />
c) Nifaq النفاق<br />
d) Kefasikan الفسوق<br />
e) Kedurhakaan العصيان<br />
f) Dosa الإثم<br />
g) Pelanggaran العدوان.<br />
h) Perbuatan keji الفخشاء,<br />
i) Kemungkaran المنكر,<br />
j) Dzhalim/melanggar hak manusia الظلم<br />
k) Mengada-adakan terhadap Allah tanpa ilmu القول على الله بلا علم (lihat Qur’an Surat (7) : 33),<br />
l) Mengikuti jalan yang bukan jalan orang mukmin. اتباع غير سبيل المؤمنين (lihat Qur’an Surat An-Nisa (4) : 115). Bagi yang ingin membaca syarahnya secara detail, bisa dilihat pada kitab Madarijus Salikin, Ibnu Qoyyim 1/335-372, atau Risalah kepada Shahabat-oleh penulis-<br />
***<br />
Demikianlah 10 wasiat dan pesan-pesan yang perlu kami sampaikan kepada kalian semua, semoga bermanfaat bagi kita sekalian. Yang benar dari Allah ta’ala, marilah kita berusaha, bersedia menerima dan mengamalkannya, sedang yang batil dari saya sendiri dan syaitan, saya beristighfar dan memohon ampun kepada-Nya.<br />
Akhirnya marilah kita senantiasa berdo’a untuk diri kita, keluarga kita, segenap kaum mukminin, terutama mujahidin yang sedang berjihad dan berjuang dimana-mana, mudah-mudahan kita semua ditunjukkan Allah jalan yang benar dan diberi-Nya rizki untuk dapat mengikuti-Nya, dan selalu sabar, tsabat dan istiqomah. Amiin.</p>
<p>(هود :88)<br />
جزاكم الله خير الجزاء.<br />
و الحمد لله رب العالمين.<br />
و السلام عليكم ورحمة الله وبركاته.<br />
غرفة الخلوة ، غرة ربيع الأول 1425 هـ<br />
أخوكم في الله<br />
(أبو الستة التنجولوني)</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asadu11ah.wordpress.com/48/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asadu11ah.wordpress.com/48/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/48/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/48/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/48/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=48&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/07/13/10-wasiat-ali-ghufron/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Surat Syaikh Muhammad bin Abdul Wahhab</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/07/13/surat-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/07/13/surat-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jul 2008 15:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Manhaj]]></category>
		<category><![CDATA[Taushiyyah]]></category>
		<category><![CDATA[jihad]]></category>
		<category><![CDATA[wasiat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Kepada para mujahidin di jaziroh Arab, para pengikut As Sawaadul A`dhom yaitu para sahabat Rosululloh, orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dan orang-orang yang berilmu dan beriman yang berpegang teguh dengan diin (ajaran Islam) yang lurus ketika zaman telah rusak dan yang bersabar dalam menghadapi keterasingan dan ujian. &#8220;Semoga keselamatan tercurah kepada kalian&#8221;, amma ba`du: [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=46&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kepada para mujahidin di jaziroh Arab, para pengikut As Sawaadul A`dhom yaitu para sahabat Rosululloh, orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik, dan orang-orang yang berilmu dan beriman yang berpegang teguh dengan diin (ajaran Islam) yang lurus ketika zaman telah rusak dan yang bersabar dalam menghadapi keterasingan dan ujian.</p>
<p>&#8220;Semoga keselamatan tercurah kepada kalian&#8221;, amma ba`du:</p>
<p>Sesungguhnya Alloh SWT telah mengutus nabi kalian ketika terjadi kekosongan (tidak ada) rosul-rosul (fatroh) pada waktu manusia (penduduk bumi) dari Timur hingga Barat telah keluar dari (ajaran Nabi Ibrohim) dan mereka melakukan kesyirikan kepada Alloh, kecuali beberapa orang dari kalangan ahli kitab, ketika nabi menyeru untuk beribadah kepada Alloh, maka seluruh penduduk bumi gempar lantaran dakwahnya mereka semua memusuhinya baik yang bodoh maupun yang ahlul kitab, baik yang ahli ibadah maupun yang fasik. Dan tidak ada yang mengikuti agamanya kecuali Abu Bakar Ash Shiddiiq, Bilaal, dan anggota keluarga beliau SAW, Khodijah dan anak-anaknya, serta budak beliau Zaid bin Haritsah dan Ali ra.<br />
<span id="more-46"></span><br />
Abasah berkata: &#8220;Ketika aku mendatangi Nabi SAW di Mekah, aku bertanya: &#8220;Siapa kamu ?&#8221; .Beliau menjawab: &#8220;Nabi.&#8221; Aku bertanya: &#8220;Apa itu Nabi?&#8221;. Dia menjawab: &#8220;Aku diutus oleh Alloh.&#8221; Aku bertanya: &#8220;Untuk apa kamu diutus ?&#8221; Beliau menjawab: &#8220;Untuk mengajak silaturrohmi, menghancurkan sembahan-sembahan, beribadah kepada Alloh dan tidak menyekutukannya dengan sesuatupun.&#8221; Aku bertanya: &#8220;Siapa saja orang-orang yang bersama kamu dalam hal ini ?&#8221;. Beliau menjawab: &#8220;Orang yang merdeka dan budak-budak dan pada waktu itu ia bersama Abu Bakar dan Bilal.<br />
Inilah keadaan Islam ketika pertama kali muncul, dan permusuhan orang-orang elit maupun orang awam kepadanya. Dan keadaannya dalam puncak keterasingan, kemudian dalam hadits shohih Nabi SAW bersabda:</p>
<p>Artinya: &#8220;Islam dimulai dalam keadaan asing dan akan kembali terasing sebagaimana ketika dimulai&#8221;.</p>
<p>Maka barangsiapa memikirkan dan memahami hal ini niscaya akan hilang darinya syubhat-syubhat syetan dari kalangan manusia, yaitu syubhat-syubhat orang yang berusaha menyesatkan orang-orang yang beriman kepada Rosululloh SAW dengan bantuan pasukan syetan yang berkuda dan yang jalan kaki.</p>
<p>Maka bersabarlah wahai saudara-saudaraku, dan memujilah kepada Alloh atas apa yang telah diberikan kepada kalian, yang berupa ma`rifatulloh (pengetahuan tentang Alloh) dan pemahaman tentang hak Alloh terhadap hambanya, pemahaman tentang millah Ibrohim (ajaran Nabi Ibrohim), bapak kalian &#8212; pada zaman ini &#8212; yang kebanyakan manusia mengingkarinya, dan memohonlah kepada Alloh, agar Alloh menambah iman, yakin dan ilmu dan agar meneguhkan hati kalian terhadap diin Alloh. Dan katakanlah sebagaimana yang dikatakan oleh orang-orang sholeh yang dipuji Alloh di dalam kitabnya:</p>
<p>&#8220;Yaa Robb kami janganlah engkau sesatkan hati kami setelah engkau memberi petunjuk kepada kami, dan berikan kepada kami rohmat dari sisiMu. Sesungguhnya Engkau adalah Maha Pemberi&#8221; (QS. Ali Imron: 8 ).</p>
<p>Dan ketahuilah bahwa Alloh telah menjadikan hidayah (petunjuk) dan keteguhan itu memiliki sebab-sebab, sebagaimana kesesatan dan penyimpangan itu memiliki sebab-sebab, sebagaimana kesesatan dan penyimpangan itu memiliki sebab-sebab. Oleh karena itu, sesungguhnya Alloh SWT menurunkan kitab mengutus Rosul, untuk menerangkan kepada manusia apa-apa yang diperselisihkan oleh mereka, sebagaimana firman Alloh:</p>
<p>&#8220;Dan tidaklah kami turunkan Al-Kitab kecuali agar kamu terangkan kepada mereka tentang hal-hal yang mereka perselisihkan juga sebagai petunjuk dan rahmat bagi orang-orang yang beriman&#8221; (QS. An-Nahl:64).</p>
<p>Maka dengan turunnya Al-Qur`an, diutusnya Rosul, pemutusan alasan, dan tegaklah hujjah sebagaimana firman Alloh Ta`ala:</p>
<p>&#8220;Supaya tidak ada alasan bagi manusia di hadapan Alloh setelah diutus para Rosul&#8221; (QS. An-Nisa`:165).</p>
<p>Maka janganlah kalian lalai untuk mencari tauhid dan mempelajarinya dan berpegang dengan Kitab Alloh dan mencurahkan pikiran untuk memahaminya, kalian telah mendengar Kitab Alloh yang di dalamnya terdapat pelajaran, sebagaimana mereka yang mengatakan: &#8220;Kami orang-orang yang bertauhid, dan kami tahu bahwa Alloh yang memberi manfaat dan madhorot (bahaya), dan bahwa para nabi dan yang lainnya tidak bisa mendatangkan manfaat dan bahaya, akan tetapi kami menginginkan syafa`ah&#8221;, dan kalian telah mendengar penjelasan oleh Alloh dalam kitabNya, di dalam menjawab perkataan mereka ini, juga penjelasan ahli tafsir dan ahli ilmu, dan kalian telah mendengar perkataan orang-orang musyrik yang mengatakan syirik itu adalah menyembah patung, adapun menyembah orang-orang yang sholih tidak syirik. Dan kalian mendengar: &#8220;Kami tidak menginginkan kecuali dari Alloh, akan tetapi kami menginginkan wibawa mereka (orang-orang sholeh tersebut)&#8221; dan kalian telah mendengar jawaban Alloh terhadap semua perkataan ini.</p>
<p>Alloh telah memberikan anugrah kepada kalian dengan pengakuan para ulama` orang-orang musyrik terhadap semua ini, kalian telah mendengar pengakuan mereka bahwa memang yang dikerjakan di Haromain, Basroh, Iraq, Yaman, bahkan ini adalah kesyirikan dengan demikian mereka mengakui bahwa ajaran yang di bela para penganutnya ini yang mengakui sebagai As-Sawadul A`dzom (kelompok mayoritas), mereka mengakui bahwa ajaran yang mereka anut adalah syirik.</p>
<p>Dan mereka juga mengaku kepada kalian bahwa: Tauhid yang hendak mereka padamkan, dan yang mereka bunuh dan penjarakan para penganutnya, sesungguhnya itu adalah diin Alloh dan RosulNya. Dan pengakuan mereka terhadap diri mereka sendiri ini merupakan ayat Alloh yang paling besar dan nikmat Alloh yang paling agung, dan tidak ada keraguan lagi dalam hal ini kecuali bagi orang yang mati hatinya, hati yang dikunci mati oleh Alloh, dan hal itu tidak bisa dipungkiri lagi.</p>
<p>Akan tetapi mereka pada hari ini mendebat kalian dengan satu syubhat, maka dengarkanlah untuk menjawabnya. Mereka berkata memang semua ini adalah benar, kami bersaksi bahwa itu adalah diin Alloh dan RosulNya, kecuali At Takfiir wal Qitaal (mengkafirkan dan memerangi orang yang melakukan kesyirikan). Maka sungguh aneh kalau ada orang yang tidak mengetahui jawabannya. Kalau mereka mengakui bahwa ini adalah diin Alloh dan RosulNya, bagaimana tidak kafir orang yang mengingkarinya, dan membunuh, dan memenjarakan orang-orang yang menyeru untuk mengamalkan diin tersebut.</p>
<p>Bagaimana tidak kafir orang-orang yang menyuruh untuk memenjarakannya? Bagaimana tidak kafir orang-orang yang datang kepada orang musyrik lalu menganjurkan untuk tetap berbuat syirik dan memuji kesyirikan mereka ? Menganjurkan untuk membunuh orang-orang yang bertauhid, dan mengambil hartanya, bagaimana tidak kafir sedangkan dia bersaksi bahwa yang dia anjurkan itu sesungguhnya diingkari dan dilarang Rosululloh SAW ? Dan beliau namakan syirik pada Alloh, dan dia bersaksi bahwa dien (ajaran) yang dia benci, dan dia benci pula orang-orang yang mengamalkannya, yang disuruh oleh orang-orang musyrik untuk membunuhnya. Itu adalah dien Alloh dan dien RosulNya.</p>
<p>Dan ketahuilah bahwa dalil-dalil untuk mengkafirkan seorang muslim yang sholih ketika dia syirik kepada Alloh, atau dia bersama orang-orang musyrik dalam memusuhi orang-orang yang bertauhid walaupun dia tidak melakukan syirik, dalil untuk mengkafirkan orang seperti ini tidak terhitung, baik dari firman Alloh, sabda Rosululloh dan perkataan semua ahlil ilmi (ulama`).</p>
<p>Di sini saya sebutkan kepada kalian satu ayat dari Al-Qur`an, yang disepakati (ijma`) oleh para ulama` mengenai penafsirannya dan bahwasanya ayat itu berkenaan dengan kaum muslimin, dan barangsiapa yang berbuat seperti itu maka ia telah kafir baik kapanpun dia lakukan. Alloh Ta`alaa berfirman:</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang kafir kepada Alloh setelah beriman kepadanya kecuali orang yang terpaksa dan hatinya tetap tenang dalam keimanan&#8221;.</p>
<p>Sampai akhir ayat dalam ayat tersebut disebutkan:</p>
<p>&#8220;Hal itu disebabkan mereka lebih mencintai kehidupan dunia daripada kehidupan akherat&#8221; (QS. An-Nahl:106-107).</p>
<p>Para ulama` menyebutkan bahwa ayat ini diturunkan berkenaan dengan sahabat ketika disiksa oleh penduduk Makkah, para ulama` juga menyebutkan: &#8220;Bahwa seorang sahabat apabila mengucapkan perkataan syirik dengan lisannya, padahal dia membenci syirik dan memusuhi orang-orang musyrik, akan tetapi ia mengucapkan kata-kata syirik itu karena takut kepada mereka, maka dia kafir setelah beriman.</p>
<p>Kalau para ulama` saja mengatakan demikian lalu bagaimana dengan orang yang bertauhid pada zaman sekarang ini yang mengucapkan kata-kata syirik baik di Busroh atau Ahsa` atau Makkah atau yang lainnya karena rasa takut kepada orang-orang musyrik akan tetapi belum sampai ikroh (memaksa) kalau orang semacam ini saja kafir lalu bagaimana dengan orang yang bersama mereka, dan tinggal bersama mereka dan masuk golongan mereka ?! Lalu bagaimana dengan orang yang menolong mereka berbuat syirik dan memuji kesyirikan mereka ? Lalu bagaimana dengan orang yang menyuruh untuk membunuh orang-orang yang bertauhid dan menganjurkan untuk beriltizam dengan agama mereka ?</p>
<p>Sedangkan kalian, semoga Alloh membimbing kepada kalian. Perhatikanlah ayat ini, perhatikanlah kepada siapa ayat ini diturunkan, dan perhatikanlah kesepakatan ulama` dalam menafsirkannya. Dan perhatikanlah pula apa yang terjadi (berlaku) antara kami dan musuh-musuh Alloh, kami selalu meminta mereka untuk mengkaji kembali kitab-kitab yang berada di tangan mereka tentang masalah takfir dan peperangan, sehingga mereka tidak menjawab, kami hanya dengan pengadaan kepada syaikh-syaikh mereka, dan orang-orang yang semacam mereka dan hanya kepada Alloh aku memohon: &#8220;Semoga Alloh membimbing kalian kepada diennya yang lurus dan menganugerahkan kepada kalian keteguhan di atasnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asadu11ah.wordpress.com/46/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asadu11ah.wordpress.com/46/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/46/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/46/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/46/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=46&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/07/13/surat-syaikh-muhammad-bin-abdul-wahhab/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Risalah Fie Makna Thaghut</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/06/14/risalah-fie-makna-thaghut/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/06/14/risalah-fie-makna-thaghut/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 14 Jun 2008 15:35:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/?p=45</guid>
		<description><![CDATA[Oleh Syaikhul Islam Muhamamd bin Abdul Wahhab rahimahullah Penerjemah: Al Ustadz Abu Sulaiman Amman Abdurrahman Ketahuilah semoga Allah ‘Azza wa Jalla merahmatimu: Sesungguhnya hal paling pertama yang Allah fardlukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah, dalilnya adalah firmanNya ‘Azza wa Jalla: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=45&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="post_message_3709">
<div><span style="color:#4b0082;"><strong>Oleh Syaikhul Islam Muhamamd bin Abdul Wahhab <em>rahimahullah</em></strong></span><br />
<span style="color:#4b0082;"><strong>Penerjemah: Al Ustadz Abu Sulaiman Amman Abdurrahman</strong></span></div>
<p><span style="color:#4b0082;">Ketahuilah semoga Allah ‘Azza wa Jalla merahmatimu: Sesungguhnya hal paling pertama yang Allah fardlukan atas anak Adam adalah kufur terhadap thaghut dan iman kepada Allah, dalilnya adalah firmanNya ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>“Dan sesungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : ‘Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu,’” (TQS: An Nahl: 36)<span id="more-45"></span></p>
<p>Dan ada pun tata cara kufur terhadap thaghut itu adalah engkau meyakini bathilnya ibadah kepada selain Allah, engkau meninggalkannya, membencinya, mengkafirkan pelakunya dan memusuhi mereka.</p>
<p>Ada pun makna iman kepada Allah adalah bahwa engkau meyakini bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan yang berhak untuk diibadahi, tidak yang lainNya, engkau memurnikan semua macam ibadah hanya kepadaNya, dan engkau menafikkan dari segala yang engkau sembah selainNya,, engkau mencintai ahli tauhid (ikhlash) dan loyal kepadanya, serta engkau membenci pelaku-pelaku syirik dan memusuhinya.</p>
<p>Inilah agama Ibrahim yang di mana orang yang benci akannya adalah orang yang telah memperbodohi dirinya sendiri, dan inilah suri tauladan yang telah Allah kabarkan di dalam firmanNya:</p>
<p>“Sesungguhnya telah ada suri tauladan yang baik bagimu pada Ibrahim dan orang-orang yang bersama dia, ketika mereka berkata pada kaum mereka, ‘sesungguhnya kami berlepas diri dari kamu dan dari apa yang kamu sembah selain Allah, kami ingkari (kekafiran)mud an telah nyata antara kami dan kamu permusuhan dan kebencian untuk selama-lamanya sampai kamu beriman pada Allah saja,’” (TQS: Al Mumtahanah: 4)</p>
<p>Thaghut adalah umum mencakup segala sesuatu yang disembah selain Allah, sedang dia itu rela dengan peribadatan tersebut, baik yang disembah, atau yang diikuti, atau yang ditaati daalm bukan ketaatan kepada Allah dan RasulNya, ini adalah thaghut.</p>
<p>Thaghut-thaghut itu banyak sekali, sedangkantokoh-tokohnya ada lima:</p>
<p>Pertama:<br />
Syaitan yang mengajak untuk beribadah kepada selain Allah, ada pun dalilnya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>“Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu” (TQS: Yaasiin: 60)</p>
<p>Kedua:<br />
Pemerintah yang zhalim yang mengubah hukum-hukum Allah, dan dalilnya adalah firmanNya ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>“Apakah kamu tidak memperhatikan orang-orang yang mengaku dirinya telah beriman kepada apa yang diturunkan kepadamu dan kepada apa yang diturunkan sebelum kamu? Mereka hendak berhakim kepada thaghut, padahal mereka telah diperintah untuk mengingkari thaghut itu. Dan syaithan bermaksud menyesatkan mereka (dengan) penyesatan yang sejauh-jauhnya.” (TQS: An Nisaa’: 60)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;<br />
</span><span style="color:#4b0082;"><em>Tambahan:</p>
<p>Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata:</p>
<p>“Orang dikala menghalalkan sesuatu yang disepakati keharamannya atau mengharamkan sesuatu yang disepakati kehalalannya atau mengubah syari’at yang telah disepakati, maka dia itu kafir murtad dengan kesepakatan para fuqaha” (Al Majmu’ 3/267)</p>
<p>Coba perhatikan: Sekarang perjudian dibolehkan di tempat-tempat tertentu yang sudah dilokasikan, pelacuran dibolehkan di tempat-tempat khusus bahkan ada pajak atas kedua hal itu, praktek riba diberikan perlindungan hokum. Bukankah ini di antara bentuk penghalalan?<br />
Bahkan bukankah Allah menetapkan bahwa tidak ada pilihan dalam menerima ajaranNya itu? Tapi sekarang mereka menetapkan bahwa tidak pilihan hak bebas bagi rakyat untuk memilih apa yang mereka sukai tergantung suara mayoritas? Bukankah ini bentuk perubahan akan syari’at?<br />
</em><br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</span><br />
<span style="color:#4b0082;"><br />
Ketiga:<br />
Orang yang memutuskan hukum dengan sesuatu yang bukan diturunkan Allah, dan dalilnya adalah firmanNya ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>“Barang siapa yang tidak memutuskan perkara menurut apa yang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orang-orang kafir.” (TQS: Al Maaidah: 44)</p>
<p>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;<br />
</span><span style="color:#4b0082;"><em>Tambahan:</p>
<p>Ibnu Katsir rahimahullah berkata:</p>
<p>“Siapa yang meninggalkan syari’at yang muhkam yang diturunkan kepada Muhammad Ibnu Abdillah penutup para Nabi dan dia malah berhukum kepada syari’at-syari’at lain yang sudah dihapus, maka dia itu kafir, maka apa gerangan dengan orang yang berhukum kepada Yasiq (hokum buatan) dan mendahulukannya atas hokum syar’at itu, maka siapa yang melakukannya maka dia itu kafir dengan ijma’ kaum muslimin.” (Al Bidayah Wa Nihayah 13/119)</p>
<p>Bila ini status orang yang berhukum kepada undang-undang buatan, maka apa gerangan dengan orang yang menghukumi dengan undang-undang buatan itu, ini namanya thaghut. Mereka mendirikan lembaga untuk penggodokan hokum dan perundang-undangan, mengubah, menambah, mengganti dan seterusnya<br />
</em>&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8211;</p>
<p>Keempat:<br />
Orang yang mengklaim mengetahui hal yang ghaib, padahal itu hak khusus Allah, dan dalilnya firmanNya ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>“(Dia adalah Tuhan) Yang Mengetahui yang ghaib, maka Dia tidak memperlihatkan kepada seorang pun tentang yang ghaib itu. Kecuali kepada rasul yang diridlaiNya, maka sesungguhnya Dia mengadakan penjaga-penjaga (Malaikat) di muka dan di belakanganya.” (TQS: Al Jinn: 26-27)</p>
<p>Dan firmanNya ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>“Dan pada sisi Allah-lah kunci-kunci semua yang ghaib; tak ada yang mengetahuinya kecuali Dia sendiri, dan Dia mengetahui apa yang ada di daratan dan apa yang ada di lautan, dan tiada sehelai daun pun yang gugur melainkan Dia mengetahuinya (pula), dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi dan tidak sesuatu yang basah atau yang kering, melainkan tertulis dalam kitab yang nyata (Lauh Mahfudz)” (TQS: Al An’am: 59)</p>
<p>Kelima:<br />
Segala sesuatu yang disembah selain Allah, sedangkan dia rela dengan penyembahan tersebut, dan ada pun dalilnya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>“Dan barangsiapa di antara mereka mengatakan: ‘Sesungguhnya aku adalah tuhan selain daripada Allah’, maka orang itu Kami beri balasan dengan jahannam, demikian Kami memberikan balasan orang-orang dzalim.” (TQS: Al Anbiyaa: 29)</p>
<p>Ketahuilah bahwa orang itu tidak bisa dikatakan sebagai orang yang beriman kepada Allah kecuali dengan kufur terhadap thaghut, dan ada pun dalilnya adalah firman Allah ‘Azza wa Jalla:</p>
<p>“Karena itu barangsiapa ingkar kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya dia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus.” (TQS: Al Baqarah: 256)</p>
<p>Ar Rusydu adalah agama Muhammad shalallahu ‘alaihi wa sallam, dan Al Ghayy adalah agama Abu jahal, sedangkan Al ‘Urwah Al Wutsqaa adalah kesaksian Laa Ilaaha illallaah, di mana hal ini mengandung penafian dan penetapan. Menafikan semua macam ibadah dari selain Allah, dan menetapkan seluruh ibadah hanya kepada Allah yang tidak ada sekutu bagiNya.</span></div>
<p><!-- / message --><!-- sig --></p>
<div>________________________<br />
____________</p>
<div><span style="color:#000080;"><strong>&#8220;Yaa Ikhwaaniy fid dien&#8230; Yaa ikhwaan mujaahideen di mana pun dirimu! Teruslah antum bergerak mengusungkan panji JIHAD, kewajiban yang kini tengah dibenci oleh kebanyakan kaum muslimin, demi kembalinya Dien semata-mata milik Allah, hingga dien Allah tegak dan musuh-musuh Allah menjadi hina, agar terbayankan bagi mereka yang terkena syubhat dan tersadarkan bagi mereka yang lalai&#8221;</strong></span></div>
<div><strong><span style="color:#000080;">&#8220;Ya Allah, kubenci kemewahan dunia dan kurindukan medan peperangan, maka sampaikanlah aku di bumi ribath dan jihadMu&#8221;</span></strong></div>
</div>
<p><!-- / sig --></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asadu11ah.wordpress.com/45/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asadu11ah.wordpress.com/45/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/45/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/45/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/45/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=45&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/06/14/risalah-fie-makna-thaghut/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>DR. Abdullah Azzam</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/03/15/dr-abdullah-azzam/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/03/15/dr-abdullah-azzam/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Mar 2008 01:44:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/2008/03/15/dr-abdullah-azzam/</guid>
		<description><![CDATA[Abdullah Yusuf Azzam, lahir pada tahun 1941 di desa Asba’ah Al-Hariyeh propinsi Jiin, tanah suci Palestina yang diduduki Israel. Beliau dibesarkan di sebuah rumah yang bersahaja dimana beliau dididik Agama Islam, ditanamkan kecintaan terhadap Allah SWT darn Rasul-Nya SAW, terhadap mujahid yang berjuang di jalan-Nya, dan terhadap orang-orang yang shaleh yang mencintai kehidupan akhirat. Semasa [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=43&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color:#333333;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Abdullah Yusuf Azzam, lahir pada tahun 1941 di desa Asba’ah Al-Hariyeh propinsi Jiin, tanah suci Palestina yang diduduki Israel. Beliau dibesarkan di sebuah rumah yang bersahaja dimana beliau dididik Agama Islam, ditanamkan kecintaan terhadap Allah SWT darn Rasul-Nya SAW, terhadap mujahid yang berjuang di jalan-Nya, dan terhadap orang-orang yang shaleh yang mencintai kehidupan akhirat. </span></span><span style="color:#333333;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Semasa masih anak-anak, Abdullah Azzam sangat menonjol di antara kanak-kanak lainnya. Beliau sudah mulai menyiarkan dakwah Islam semenjak masih sangat muda. Teman-teman sepergaulan mengenal beliau sebagai seorang anak yang shaleh. Beliau telah menunjukkan tanda-tanda yang luar biasa sejak muda dan guru-guru beliau telah mengenali tanda-tanda itu sejak beliau masih di Sekolah Dasar.</span></span></p>
<p><span style="color:#333333;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;"><span id="more-43"></span>Syeikh Abdullah Azzam dikenal karena ketekunan dan kesungguhannya bahkan sejak masih kecil. Beliau memperoleh pendidikan dasar dan menengah di desanya dan kemudian melanjutkan pendidikan di Sekolah Tinggi Pertanian Khadorri hingga memperoleh gelar. Meskipun beliau yang termuda di antara teman-temannya, namun beliau adalah yang terpandai dan terpintar. Setelah menamatkan pendidikannya di Khadorri beliau bekerja sebagai guru di desa Adder, Yordania Selatan. Kemudian beliau menuntut ilmu di Fakultas Syariah Universitas Damaskus Suriah hingga memperoleh gelar B.A (sarjana muda) di bidang Syariah pada tahun 1966. Ketika tentara Yahudi merebut Tepi Barat pada tahun 1967, Syeikh Abdullah Azzam memutuskan untuk pindah ke Yordania, karena beliau tidak ingin hidup di Palestina yang berada di bawah pendudukan Yahudi. Melihat bagaimana tank-tank Israel maju memasuki Tepi Barat tanpa mendapatkan perlawanan yang berarti menimbulkan perasaan bersalah dalam diri beliau sehingga membuat beliau makin mantap untuk hijrah dengan maksud agar dapat mempelajari ilmu perang.</span></span></p>
<p><span style="color:#333333;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Pada akhir dekade 1960-an, dari Yordania beliau bergabung dalam jihad menentang pendudukan Israel atas Palestina. Tidak lama kemudian beliau pergi belajar ke Mesir dan memperoleh gelar Master dalam bidang Syariah di Universitas Al-Azhar, Kairo. Pada tahun 1970, setelah jihad berhenti karena kekuatan PLO diusir keluar dari Yordania, beliau menjadi dosen di Universitas Yordania di Amman. </span></span></p>
<p><span style="color:#333333;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Setahun kemudian, tahun 1971, beliau memperoleh beasiswa dari Universitas Al-Azhar dimana beliau melanjutkan pendidikan S3 dan memperoleh gelar Ph.D. dalam bidang Pokok-pokok Hukum Islam (Ushul Fiqh) tahun 1973. Selama di Mesir inilah beliau mengenal keluarga Syuhada Sayyid Qutb (1906-1966).</span></span><span style="color:#333333;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Syeikh Abdullah Azzam cukup lama turut serta dalam jihad Palestina. Namun ada hal yang tidak disukainya, yaitu orang-orang yang terlibat di dalamnya sangat jauh dari Islam. Beliau menggambarkan bagaimana orang-orang ini berjaga-jaga sepanjang malam sambil bermain kartu dan mendengarkan musik, dan menganggap bahwa mereka sedang menunaikan jihad untuk membebaskan Palestina. Syeikh Abdullah Azzam menyebutkan juga meskipun ada ribuan orang di basis-basis pemukiman, tetapi jumlah orang yang hadir untuk shalat berjamaah bisa dihitung dengan satu tangan saja. Beliau berusaha mendorong mereka untuk menerapkan Islam sepenuhnya, namun mereka bertahan untuk menolak. Suatu hari beliau bertanya kepada seorang ‘Mujahid’ secara retoris, agama apa yang ada di belakang revolusi Palestina, ‘Mujahid’ itu menjawab dengan jelas dan gamblang: “Revolusi ini tidak memiliki dasar agama apapun” </span></span><span style="color:#333333;"><span style="font-size:9pt;font-family:Arial;">Habislah kesabaran Abdullah Azzam. Beliau kemudian meninggalkan Palestina, pindah ke Arab Saudi dan mengajar di berbagai universitas di sana.</span></span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Saat Syeikh Abdullah Azzam menyadari bahwa hanya dengan kekuatan yang terorganisir umat ini bisa menggapai kemenangan, lalu jihad dan senjata adalah kesibukan dan pengisi waktu luangnya.</span><em><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Jihad hanya dengan senjata, tidak dengan negosiasi, tidak dengan perundingan damai, tidak dengan dialog”</span></em><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Kalimat tersebut menjadi semboyan beliau. Beliau praktekkan apa yang selalu beliau kumandangkan, sehingga membuat beliau menjadi salah satu di antara orang Arab pertama yang bergabung dalam jihad di Afghanistan melawan Uni Soviet yang komunis.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Pada tahun 1980, ketika masih di Saudi Arabia, Abdullah Azzam memperoleh kesempatan berjumpa dengan satu delegasi mujahidin Afghanistan yang datang untuk menunaikan ibadah haji. Segera beliau tertarik dengan kelompok ini dan ingin mengetahui lebih banyak lagi mengenai jihad Afghanistan. Ketika dijabarkan kepadanya, beliau merasa inilah yang sejak lama beliau cari-cari.</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Beliau segera melepaskan jabatannya sebagai dosen di Universitas King Abdul-Aziz Jeddah Saudi Arabia, dan berangkat menuju Islamabad Pakistan agar dapat lebih dekat dengan jihad Afghanistan, dan di sanalah beliau mengenal pemimpin-pemimpin mujahidin. Saat-saat pertama berada di Pakistan, beliau ditunjuk untuk memberikan kuliah di International Islamic University di Islamabad. Namun tidak lama ini berlangsung, karena beliau memutuskan untuk meninggalkan universitas agar bisa mencurahkan seluruh waktu dan energinya untuk jihad di Afghanistan.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Pada permulaan dekade 1980-an, Syeikh Abdullah Azzam langsung turun ke medan jihad Afghanistan. Di jihad inilah beliau merasa puas bisa memenuhi kerinduan dan cinta yang tak terlukiskan untuk berjuang di jalan Allah SWT, persis seperti suatu kali Rasulullah SAW bersabda:</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">قيام ساعة في الصف للقتال في سبيل الله خير من قيام ستين سنة </span></p>
<p><em><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Berdiri satu jam dalam pertempuran di jalan Allah SWT lebih baik daripada berdiri menunaikan shalat selama enam puluh tahun”<a name="_ftnref1"></a><a href="http://at-tabayyun.tripod.com/azzam.htm#_ftn1"></a></span></em></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Terinspirasi oleh hadits ini, Syeikh Abdullah Azzam beserta keluarganya memutuskan pindah ke Pakistan agar lebih dekat dengan medan jihad. Tidak lama setelah itu beliau pindah lagi dari Islamabad ke Peshawar supaya bisa lebih dekat lagi dengan medan jihad dan syahid.</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Di Peshawar, bersama dengan Usama bin Ladin yang juga teman dekatnya, Syeikh Abdullah Azzam mendirikan Baitul-Anshar (Mujahideen Service Bureu atau Kantor Pelayanan Mujahidin) dengan tujuan untuk menawarkan semua bantuan yang memungkinkan bagi jihad Afghanistan dan para mujahid dengan cara mengadakan dan me-manage berbagai proyek yang menunjang jihad. Kantor ini juga menerima dan melatih para sukarelawan (Foreign Mujahideen) yang berbondong-bondong datang ke Pakistan untuk ikut serta dalam jihad dan mengatur penempatan mereka di garis depan.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Dapat diduga, semua hal ini masih belum cukup memuaskan keinginan Syeikh Abdullah Azzam yang menggebu-gebu berjihad. Keinginan inilah yang akhirnya membawanya pergi ke garis depan. Di medan pertempuran Syeikh Abdullah Azzam mengambil peranan dengan sikap kesatria dalam perjuangan yang penuh dengan pengorbanan yang besar.</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Di Afghanistan beliau jarang menetap di suatu tempat. Beliau selalu berkeliling ke seluruh pelosok negeri mengunjungi hampir seluruh propinsi dan wilayah seperti Logar, Kandahar, pegunungan Hindukush, lembah Panshir, Kabul dan Jalalabad. Dalam kunjungan ini, Syeikh Abdullah Azzam menyaksikan secara langsung kepahlawanan orang-orang awam yang telah mengorbankan segala apa yang dimiliki termasuk jiwa mereka demi jayannya Dien Islam.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Di Peshawar, setelah kembali dari berkeliling, Syeikh Abdullah Azzam selalu berbicara tentang jihad secara kontinyu. Beliau selalu berdoa agar para Komandan Mujahidin yang terpecah belah dapat bersatu padu. Beliau selalu mengundang orang-orang yang belum bergabung dalam pertempuran untuk memanggul senjata dan maju ke garis depan sebelum terlambat.</span><span style="font-size:8.5pt;color:#333333;font-family:Verdana;"> </span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Dapat diduga, semua hal ini masih belum cukup memuaskan keinginan Syeikh Abdullah Azzam yang menggebu-gebu berjihad. Keinginan inilah yang akhirnya membawanya pergi ke garis depan. Di medan pertempuran Syeikh Abdullah Azzam mengambil peranan dengan sikap kesatria dalam perjuangan yang penuh dengan pengorbanan yang besar.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Di Afghanistan beliau jarang menetap di suatu tempat. Beliau selalu berkeliling ke seluruh pelosok negeri mengunjungi hampir seluruh propinsi dan wilayah seperti Logar, Kandahar, pegunungan Hindukush, lembah Panshir, Kabul dan Jalalabad. Dalam kunjungan ini, Syeikh Abdullah Azzam menyaksikan secara langsung kepahlawanan orang-orang awam yang telah mengorbankan segala apa yang dimiliki termasuk jiwa mereka demi jayannya Dien Islam.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Di Peshawar, setelah kembali dari berkeliling, Syeikh Abdullah Azzam selalu berbicara tentang jihad secara kontinyu. Beliau selalu berdoa agar para Komandan Mujahidin yang terpecah belah dapat bersatu padu. Beliau selalu mengundang orang-orang yang belum bergabung dalam pertempuran untuk memanggul senjata dan maju ke garis depan sebelum terlambat.</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Abdullah Azzam sangat dipengaruhi oleh jihad Afghanistan dan beliaupun sangat besar pengaruhnya pada jihad ini, sejak beliau mengabdikan diri sepenuhnya dalam perjuangan. Beliau menjadi salah satu tokoh yang paling menonjol dan berpengaruh bersama dengan pemimpin-pemimpin bangsa Afghanistan lainnya. Beliau tidak tanggung-tanggung mempromosikan perjuangan Afghanistan ke seluruh dunia, khususnya ke kalangan Umat Islam. Beliau berkeliling dunia, menyampaikan panggilan kepada kaum muslimin untuk beraksi mempertahankan agama dan tanah muslim. Beliau menulis sejumlah buku tentang jihad, seperti <em><span style="font-family:Arial;">Joint the Caravan, Signs of Ar-Rahman in the Jihad of the Afghan, Defence of the Muslim Lands and Lovers of the Paradise Maidens</span></em>. Bahkan beliau turun langsung ke medan jihad Afghanistan, meskipun usia beliau telah lebih dari 40 tahun. Beliau menjelajahi Afghanistan, dari utara ke selatan, dari timur ke barat, menembus salju, mendaki pegunungan, di bawah panas terik matahari dan dingin membekukan tulang, dengan menunggang keledai maupun berjalan kaki. Banyak pemuda yang bersama beliau kelelahan, namun Syeikh Abdullah Azzam tidak.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Beliau mengubah pandangan umat Islam terhadap jihad di Afghanistan dan menjadikan jihad ini sebagai perjuangan yang Islami yang merupakan kewajiban seluruh umat Islam di dunia. Hasil dari usaha ini adalah jihad Afghanistan menjadi universal dimana umat Islam dari seluruh penjuru dunia turut serta. Para pejuang muslim dari seluruh penjuru dunia secara sukarela berdatangan ke Afghanistan untuk memenuhi kewajiban jihad dan membela saudara-saudara muslimin dan muslimah mereka yang tertindas.</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Kehidupan Syeikh Abdullah Azzam berkisar hanya kepada satu tujuan, yakni menegakkan hukum Allah SWT di muka bumi ini, yang merupakan tanggung jawab yang pasti bagi setiap dan segenap umat muslim. Dalam rangka melaksanakan tugas suci dalam hidup ini yaitu menegakkan kembali Khilafah Islamiyah (negara yang berdasarkan pada hukum Islam), Syeikh Abdullah Azzam mengkonsentrasikan kepada jihad (perjuangan bersenjata untuk menegakkan Islam). Beliau berkeyakinan bahwa jihad wajib dilaksanakan sampai Khilafah Islamiyah ditegakkan sehingga cahaya Islam menerangi seluruh dunia.</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Beliau juga menjaga dan memelihara keluarganya dengan semangat perjuangan yang sama, sehingga istrinya, sebagai contoh, aktif mengurus anak-anak yatim piatu dan aktif dalam berbagai tugas kemanusiaan di Afghanistan. Beliau menolak jabatan di beberapa universitas dengan menyatakan bahwa dirinya tidak akan pernah meninggalkan jihad kecuali jika gugur di medan perang atau terbunuh. Beliau selalu menekankan kembali bahwa tujuannya yang terakhir adalah membebaskan tanah suci Palestina. Dalam hal ini beliau menyatakan:</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Saya tidak akan meninggalkan tanah jihad kecuali karena tiga hal. Pertama saya terbunuh di Afghanistan, kedua saya terbunuh di Pakistan, ketiga saya diborgol dan diusir dari Pakistan.”</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Jihad Afghanistan telah membuat Abdullah Azzam menjadi penyangga utama dalam gerakan jihad di jaman modern sekarang. Dengan turun langsung dalam jihad ini dan dengan mempromosikannya serta menjelaskan kendala-kendala yang menghambat gerakan jihad, beliau memiliki peranan yang sangat berarti dalam meluruskan pendapat umat Islam tentang jihad dan perlunya menegakkan jihad. Beliau menjadi panutan bagi generasi muda yang menyambut panggilan jihad. Beliau amat mementingkan jihad dan butuh akan jihad. Sekali waktu beliau berkata:</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Saya merasa seolah-olah berumur sembilan tahun. Tujuh setengah tahun dalam jihad di Afghanistan dan satu setengah tahun dalam jihad di Palestina. Sisa tahun lainnya tidak berarti sama sekali”</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Dari atas mimbar Syeikh Abdullah Azzam berulangkali menekankan keyakinannya:</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Jihad tidak boleh ditinggalkan sampai hanya Allah SWT saja yang disembah, jihad akan terus berlangsung sampai kalimat Allah SWT ditinggikan. Jihad sampai semua orang yang tertindas dibebaskan. Jihad untuk melindungi kehormatan kita dan merebut kembali tanah kita yang dirampas. Jihad adalah jalan untuk mencapai kejayaan abadi”</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Sejarah dan semua orang yang mengenal dekat Syeikh Abdullah Azzam mencatat keberanian beliau dalam berbicara tentang kebenaran, dengan mengabaikan segala konsekuensi yang ada.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Setiap saat Syeikh Abdullah Azzam mengingatkan seluruh kaum muslimin bahwa:</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Ummat Islam tidak dapat dikalahkan oleh umat lainnya, kita umat Islam tidak akan dikalahkan oleh musuh-musuh kita, namun kita bisa dikalahkan oleh diri kita sendiri.”</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Syeikh Abdullah Azzam adalah contoh seorang yang berperilaku Islami dengan baik, dengan amal shalehnya, dengan ketaqwaannya kepada Allah SWT dan dengan kesederhanaannya dalam segala hal. Beliau tidak pernah mencemari hubungan baiknya dengan orang lain. Syeikh Abdullah Azzam selalu mendengarkan pendapat para pemuda, beliau amat disegani dan tidak terbersit sedikitpun rasa takut di dalam hatinya. Beliau selalu berpuasa selang seling hari seperti yang dilakukan Nabi Daud ‘alaihi salam. Dan juga selalu menghimbau yang lainnya untuk berpuasa Senin dan Kamis. Syeikh Abdullah Azzam adalah orang yang selalu berterus terang, tulus, dan mulia. Beliau tidak pernah mencaci orang lain atau berbicara yang tidak baik mengenai orang lain.</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Satu saat sekelompok muslim yang tidak puas di Peshawar mencap Syeikh Abdullah Azzam sebagai kafir dan menuduhnya meminta uang dari kaum muslimin untuk dihambur-hamburkan. Ketika Syeikh Abdullah Azzam mendengar hal ini, beliau tidak mencari dan mendebat mereka, malah mengirimi mereka berbagai hadiah. Namun kelompok tersebut tetap saja mencaci maki, mengumpat dan memfitnah beliau, dan beliau terus saja mengirimi mereka hadiah lainnya. Bertahun-tahun kemudian, ketika akhirnya menyadari kesalahan, mereka berkomentar: </span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Demi Allah, kami belum pernah menemui seseorang seperti Syeikh Abdullah Azzam. Beliau tetap saja memberi kami uang walaupun kami selalu mengutuk dan mencaci beliau.”</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Selama jihad Afghanistan berlangsung, beliau telah berhasil menyatukan berbagai kelompok mujahidin dalam jihad ini. Dan tentu saja kebanggaan beliau terhadap Islam menimbulkan rasa benci di kalangan musuh agama, sehingga musuh membuat rencana untuk menghabisi nyawa beliau. Pada November 1989, sejumlah bahan peledak TNT diletakkan di bahwa mimbar dimana beliau selalu menyampaikan khutbah Jumat. Demikian besarnya jumlah bahan peledak tersebut sehingga seandainya meledak akan menghancurkan seluruh masjid termasuk apa saja dan siapa saja yang ada di dalamnya. Ratusan muslimin dapat terbunuh. Namun Allah SWT memberikan perlindungan-Nya dan bom tersebut tidak meledak.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Musuh-musuhpun semakin berhasrat melaksanakan rencana gilanya. Mereka mencobanya sekali lagi di Peshawar, tidak lama berselang setelah kejadian tersebut. Ketika itulah Allah SWT berkehendak agar Syeikh Abdullah Azzam meninggalkan dunia ini dalam keadaan syahid menuju haribaaan-Nya (kita berharap demikian, Insya Allah SWT). Dan Syeikh Abdullah Azzam wafat dengan cara yang gemilang pada hari Jumat 24 November 1989 pukul 12.30 siang.</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Musuh-musuh Allah SWT meletakkan tiga bom di jalan sempit dimana hanya bisa dilewati satu mobil saja. Jalan tersebut adalah jalan yang biasa dilalui oleh Syeikh Abdullah Azzam untuk menunaikan shalat Jumat. Pada hari Jumat itu Syeikh Abdullah Azzam bersama dengan dua anaknya, Ibrahim dan Muhammad, serta salah seorang anak Syuhada Syeikh Tamim Adnani (salah seorang pahlawan jihad Afghanistan lainnya), melalui jalan tersebut. Mobilpun berhenti dimana bom yang pertama berada, dan Syeikh Abdullah Azzam turun untuk meneruskan perjalanan dengan berjalan kaki. Musuh-musuh yang sudah menanti segera memicu bom yang telah mereka persiapkan tersebut. Bunyi ledakan dahsyat mengguncang hebat terdengar di seluruh penjuru kota.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Orang-orang berhamburan keluar dari masjid dan menyaksikan pemandangan yang mengerikan. Hanya sedikit saja yang tersisa dari kendaraan yang hancur lebur. Tubuh anaknya yang kecil, Ibrahim, terlempar ke udara sejauh 100 meter, demikian pula kedua anak lainnya, beterbangan pada jarak yang hampir sama. Potongan-potongan tubuh mereka tersebar di pohon-pohon dan kawat-kawat listrik. Sementara tubuh As-Syahid Syeikh Abdullah Azzam tersandar di dinding, tetap utuh dan tidak cacat sama sekali, kecuali sedikit darah terlihat mengalir dari mulut beliau.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Ledakan itu telah mengakhiri perjalanan hidup Syeikh Abdullah Azzam di dunia yang telah beliau lalui dengan baik melalui perjuangan, daya upaya sepenuhnya dan pertempuran di jalan Allah SWT. Hal ini semakin menjamin kehidupannya yang sebenarnya dan abadi di Taman Surga – kita memohon kepada Allah SWT demikian &#8211; , dan menikmatinya bersama dengan teman-teman yang mulia yakni:</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">وَمَن يُطِعِ اللّهَ وَالرَّسُولَ فَأُوْلَـئِكَ مَعَ الَّذِينَ أَنْعَمَ اللّهُ عَلَيْهِم مِّنَ النَّبِيِّينَ وَالصِّدِّيقِينَ وَالشُّهَدَاء وَالصَّالِحِينَ وَحَسُنَ أُولَـئِكَ رَفِيقاً </span></p>
<p><em><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Dan barangsiapa yang mentaati Allah SWT dan Rasul-Nya mereka ini akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah SWT, yaitu para Rasul, para Shiddiqiin, orang-orang yang mati Syahid dan orang-orang shaleh. Dan mereka inilah teman yang sebaik-baiknya”</span></em><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">. (QS An-Nisaa’: 69)</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Dengan cara seperti inilah pahlawan besar dan Penggerak Kebangkitan Islam meninggalkan medan jihad dan dunia ini, dan tidak akan pernah kembali lagi. Beliau dimakamkan di Makam para Syuhada Pabi di Peshawar Pakistan, dimana beliau bergabung bersama-sama dengan ratusan syuhada lainnya. Semoga Allah SWT menerima beliau sebagai syuhada dan menganugerahinya tempat tertinggi di surga (amin). Pertempuran yang telah beliau lalui dan telah beliau perjuangkan tetap berlanjut melawan musuh-musuh Islam. Tidak satupun tanah jihad di seluruh dunia, tidak seorang pun mujahidin yang berjuang di jalan Allah SWT yang tidak terinspirasi oleh hidup, ajaran, dan karya Syeikh Abdullah Azzam Rahmatullah ‘alaih</span><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Kita memohon kepada Allah SWT untuk menerima amal ibadah beliau dan menempatkan beliau di surga tertinggi. Kita memohon kepada Allah SWT untuk membangkitkan dari umat ini ulama-ulama lain sekaliber beliau, yang menerapkan pengetahuannya di medan perjuangan, bukan hanya menyimpannya di dalam buku dan di dalam masjid saja.</span></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">Melalui biografi ini, kami merekam kejadian-kejadian dalam sejarah Islam selama sepuluh tanun terakhir dari tahun 1979 hingga 1989, dan akan terus berlanjut sebagaimana Syeikh Abdullah Azzam berkata:</span><em><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Sesungguhnya sejarah Islam tidaklah ditulis melainkan dengan darah para syuhada, dengan kisah para syuhada, dengan teladan para syuhada”</span></em></p>
<p><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">يُرِيدُونَ أَن يُطْفِؤُواْ نُورَ اللّهِ بِأَفْوَاهِهِمْ وَيَأْبَى اللّهُ إِلاَّ أَن يُتِمَّ نُورَهُ وَلَوْ كَرِهَ الْكَافِرُونَ (32) هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَى وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ (33)</span></p>
<p class="MsoNormal" style="margin:0;" align="left"><em><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;">“Mereka berkehendak memadamkan cahaya (agama) Allah SWT dengan mulut mereka, dan Allah SWT tidak menghendaki selain menyempurnakan cahaya-Nya walaupun orang-orang kafir tidak menyukai. Dialah yang telah mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk (Al-Qur&#8217;an) dan agama yang benar untuk dimenangkan-Nya atas segala agama, walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai”</span></em><span style="font-size:9pt;color:#333333;font-family:Arial;"> (QS At-Taubah: 32-33)</span></p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asadu11ah.wordpress.com/43/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asadu11ah.wordpress.com/43/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/43/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/43/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/43/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=43&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/03/15/dr-abdullah-azzam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>ARAB PRA-ISLAM</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/03/02/arab-pra-islam/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/03/02/arab-pra-islam/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 03 Mar 2008 01:28:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tarikh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/?p=38</guid>
		<description><![CDATA[Penyelidikan mengenai sejarah peradaban manusia dan dari  mana pula  asal-usulnya,  sebenarnya  masih  ada hubungannya dengan zaman kita sekarang  ini.  Penyelidikan  demikian  sudah  lama menetapkan,  bahwa  sumber peradaban itu sejak lebih dari enam ribu  tahun  yang  lalu  adalah  Mesir.  Zaman   sebelum   itu dimasukkan orang kedalam kategori pra-sejarah. Oleh karena itu sukar sekali akan sampai kepada suatu  penemuan  [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=38&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p align="left">Penyelidikan mengenai sejarah peradaban manusia dan dari  mana<br />
pula  asal-usulnya,  sebenarnya  masih  ada hubungannya dengan<br />
zaman kita sekarang  ini.  Penyelidikan  demikian  sudah  lama<br />
menetapkan,  bahwa  sumber peradaban itu sejak lebih dari enam<br />
ribu  tahun  yang  lalu  adalah  Mesir.  Zaman   sebelum   itu<br />
dimasukkan orang kedalam kategori pra-sejarah. Oleh karena itu<br />
sukar sekali akan sampai kepada suatu  penemuan  yang  ilmiah.<br />
Sarjana-sarjana   ahli   purbakala   (arkelogi)  kini  kembali<br />
mengadakan penggalian-penggalian  di  Irak  dan  Suria  dengan<br />
maksud  mempelajari  soal-soal  peradaban  Asiria  dan Funisia<br />
serta  menentukan  zaman  permulaan   daripada   kedua   macam<br />
peradaban  itu:  adakah  ia  mendahului  peradaban  Mesir masa<br />
Firaun dan sekaligus mempengaruhinya, ataukah ia menyusul masa<br />
itu dan terpengaruh karenanya?<br />
 <br />
Apapun  juga  yang  telah  diperoleh  sarjana-sarjana arkelogi<br />
dalam bidang  sejarah  itu,  samasekali  tidak  akan  mengubah<br />
sesuatu  dari kenyataan yang sebenarnya, yang dalam penggalian<br />
benda-benda kuno Tiongkok dan Timur Jauh belum  memperlihatkan<br />
hasil  yang  berlawanan.  Kenyataan  ini  ialah  bahwa  sumber<br />
peradaban pertama &#8211; baik di Mesir, Funisia atau Asiria  -  ada<br />
hubungannya  dengan  Laut Tengah; dan bahwa Mesir adalah pusat<br />
yang paling menonjol membawa peradaban pertama itu  ke  Yunani<br />
atau  Rumawi,  dan  bahwa peradaban dunia sekarang, masa hidup<br />
kita  sekarang  ini,  masih  erat  sekali  hubungannya  dengan<br />
peradaban pertama itu.</p>
<p><span id="more-38"></span><br />
 <br />
Apa   yang   pernah   diperlihatkan   oleh  Timur  Jauh  dalam<br />
penyelidikam tentang sejarah peradaban, tidak  pernah  memberi<br />
pengaruh  yang jelas terhadap pengembangan peradaban-peradaban<br />
Fira&#8217;un, Asiria atau Yunani, juga tidak pernah mengubah tujuan<br />
dan  perkembangan  peradaban-peradaban  tersebut. Hal ini baru<br />
terjadi sesudah  ada  akulturasi  dan  saling-hubungan  dengan<br />
peradaban      Islam.     Di     sinilah     proses     saling<br />
pengaruh-mempengaruhi itu terjadi, proses asimilasi yang sudah<br />
sedemikian  rupa, sehingga pengaruhnya terdapat pada peradaban<br />
dunia yang menjadi pegangan umat manusia dewasa ini.<br />
<a name="2"></a><br />
Peradaban-peradaban itu sudah begitu berkembang  dan  tersebar<br />
ke  pantai-pantai Laut Tengah atau di sekitarnya, di Mesir, di<br />
Asiria dan Yunani sejak ribuan tahun yang  lalu,  yang  sampai<br />
saat  ini  perkembangannya  tetap dikagumi dunia: perkembangan<br />
dalam ilmu pengetahuan dan teknologi, dalam bidang  pertanian,<br />
perdagangan,  peperangan  dan  dalam  segala  bidang  kegiatan<br />
manusia.   Tetapi,   semua   peradaban   itu,    sumber    dan<br />
pertumbuhannya,  selalu berasal dari agama. Memang benar bahwa<br />
sumber itu  berbeda-beda  antara  kepercayaan  trinitas  Mesir<br />
Purba  yang  tergambar  dalam  Osiris,  Isis  dan  Horus, yang<br />
memperlihatkan  kesatuan  dan  penjelmaan  hidup  kembali   di<br />
negerinya serta hubungan kekalnya hidup dari bapa kepada anak,<br />
dan  antara  paganisma  Yunani  dalam  melukiskan   kebenaran,<br />
kebaikan   dan   keindahan  yang  bersumber  dan  tumbuh  dari<br />
gejala-gejala alam berdasarkan pancaindera;  demikian  sesudah<br />
itu   timbul   perbedaan-perbedaan  yang  dengan  penggambaran<br />
semacam  itu  dalam  pelbagai  zaman  kemunduran   itu   telah<br />
mengantarkannya ke dalam kehidupan duniawi. Akan tetapi sumber<br />
semua peradaban itu tetap membentuk perjalanan sejarah  dunia,<br />
yang  begitu  kuat  pengaruhnya sampai saat kita sekarang ini,<br />
sekalipun peradaban demikian hendak  mencoba  melepaskan  diri<br />
dan  melawan  sumbernya sendiri itu dari zaman ke zaman. Siapa<br />
tahu, hal yang serupa kelak akan hidup kembali.<br />
 <br />
Dalam   lingkungan   masyarakat   ini,    yang    menyandarkan<br />
peradabannya  sejak  ribuan  tahun  kepada sumber agama, dalam<br />
lingkungan  itulah  dilahirkan   para   rasul   yang   membawa<br />
agama-agama   yang  kita  kenal  sampai  saat  ini.  Di  Mesir<br />
dilahirkan Musa, dan dalam pangkuan Firaun ia  dibesarkan  dan<br />
diasuh,  dan  di  tangan  para pendeta dan pemuka-pemuka agama<br />
kerajaan itu ia mengetahui keesaan Tuhan  dan  rahasia-rahasia<br />
alam.<br />
<a name="3"></a><br />
Setelah  datang ijin Tuhan kepadanya supaya ia membimbing umat<br />
di tengah-tengah Firaun yang berkata kepada rakyatnya: &#8220;Akulah<br />
tuhanmu yang tertinggi&#8221; iapun berhadapan dengan Firaun sendiri<br />
dan tukang-tukang  sihirnya,  sehingga  akhirnya  terpaksa  ia<br />
bersama-sama orang-orang Israil yang lain pindah ke Palestina.<br />
Dan di Palestina ini pula dilahirkan Isa, Ruh dan Firman Allah<br />
yang  ditiupkan  ke  dalam  diri Mariam. Setelah Tuhan menarik<br />
kembali Isa putera Mariam, murid-muridnya kemudian menyebarkan<br />
agama   Nasrani   yang   dianjurkan   Isa   itu.   Mereka  dan<br />
pengikut-pengikut     mereka     mengalami      bermacam-macam<br />
penganiayaan. Kemudian setelah dengan kehendak Tuhan agama ini<br />
tersebar,  datanglah  Maharaja  Rumawi  yang  menguasai  dunia<br />
ketika  itu,  membawa  panji  agama  Nasrani. Seluruh Kerajaan<br />
Rumawi kini telah menganut agama Isa. Tersebarlah agama ini di<br />
Mesir,  di  Syam (Suria-Libanon dan Palestina) dan Yunani, dan<br />
dari Mesir menyebar  pula  ke  Ethiopia.  Sesudah  itu  selama<br />
beberapa  abad  kekuasaan  agama  ini semakin kuat juga. Semua<br />
yang berada di bawah panji  Kerajaan  Rumawi  dan  yang  ingin<br />
mengadakan persahabatan dan hubungan baik dengan Kerajaan ini,<br />
berada di bawah panji agama Masehi itu.<br />
 <br />
Berhadapan dengan agama Masehi yang tersebar  di  bawah  panji<br />
dan pengaruh Rumawi itu berdiri pula kekuasaan agama Majusi di<br />
Persia yang mendapat dukungan  moril  di  Timur  Jauh  dan  di<br />
India.   Selama  beberapa  abad  itu  Asiria  dan  Mesir  yang<br />
membentang  sepanjang  Funisia,  telah  merintangi  terjadinya<br />
suatu  pertarungan  langsung  antara kepercayaan dan peradaban<br />
Barat dengan Timur. Tetapi dengan masuknya Mesir  dan  Funisia<br />
ke  dalam lingkungan Masehi telah pula menghilangkan rintangan<br />
itu. Paham Masehi di Barat dan Majusi di Timur sekarang  sudah<br />
berhadap-hadapan  muka.  Selama  beberapa abad berturut-turut,<br />
baik Barat maupun Timur, dengan  hendak  menghormati  agamanya<br />
masing-masing, yang sedianya berhadapan dengan rintangan alam,<br />
kini telah berhadapan dengan  rintangan  moril,  masing-masing<br />
merasa  perlu  dengan  sekuat  tenaga  berusaha mempertahankan<br />
kepercayaannya, dan satu sama lain tidak  saling  mempengaruhi<br />
kepercayaan  atau  peradabannya,  sekalipun  peperangan antara<br />
mereka itu berlangsung terus-menerus sampai sekian lama.<br />
<a name="4"></a><br />
Akan tetapi, sekalipun Persia telah dapat  mengalahkan  Rumawi<br />
dan  dapat  menguasai  Syam dan Mesir dan sudah sampai pula di<br />
ambang pintu Bizantium,  namun  tak  terpikir  oleh  raja-raja<br />
Persia  akan menyebarkan agama Majusi atau menggantikan tempat<br />
agama Nasrani. Bahkan pihak yang  kini  berkuasa  itu  malahan<br />
menghormati  kepercayaan  orang  yang dikuasainya. Rumah-rumah<br />
ibadat mereka yang sudah hancur  akibat  perang  dibantu  pula<br />
membangun  kembali  dan  dibiarkan  mereka  bebas  menjalankan<br />
upacara-upacara  keagamaannya.  Satu-satunya  yang   diperbuat<br />
pihak  Persia dalam hal ini hanyalah mengambil Salib Besar dan<br />
dibawanya ke negerinya. Bilamana kelak kemenangan itu berganti<br />
berada  di  pihak  Rumawi Salib itupun diambilnya kembali dari<br />
tangan Persia. Dengan demikian peperangan rohani di Barat  itu<br />
tetap  di  Barat  dan di Timur tetap di Timur. Dengan demikian<br />
rintangan moril tadi sama pula dengan rintangan alam dan kedua<br />
kekuatan itu dari segi rohani tidak saling berbenturan.<br />
 <br />
Keadaan serupa itu berlangsung terus sampai abad keenam. Dalam<br />
pada itu pertentangan antara  Rumawi  dengan  Bizantium  makin<br />
meruncing.  Pihak  Rumawi,  yang  benderanya berkibar di benua<br />
Eropa sampai ke Gaul  dan  Kelt  di  Inggris  selama  beberapa<br />
generasi dan selama zaman Julius Caesar yang dibanggakan dunia<br />
dan tetap dibanggakan, kemegahannya itu berangsur-angsur telah<br />
mulai  surut, sampai akhirnya Bizantium memisahkan diri dengan<br />
kekuasaan sendiri pula, sebagai ahliwaris Kerajaan Rumawi yang<br />
menguasai  dunia  itu. Puncak keruntuhan Kerajaan Rumawi ialah<br />
tatkala pasukan Vandal yang buas itu  datang  menyerbunya  dan<br />
mengambil  kekuasaan  pemerintahan di tangannya. Peristiwa ini<br />
telah menimbulkan bekas yang  dalam  pada  agama  Masehi  yang<br />
tumbuh  dalam  pangkuan  Kerajaan  Rumawi.  Mereka  yang sudah<br />
beriman kepada Isa itu telah mengalami pengorbanan-pengorbanan<br />
besar, berada dalam ketakutan di bawah kekuasaan Vandal itu.<br />
<a name="4a"></a><br />
Mazhab-mazhab agama Masehi ini mulai pecah-belah.Dari zaman ke<br />
zaman  mazhab-mazhab   itu   telah   terbagi-bagi   ke   dalam<br />
sekta-sekta  dan  golongan-golongan. Setiap golongan mempunyai<br />
pandangan dan  dasar-dasar  agama  sendiri  yang  bertentangan<br />
dengan   golongan  lainnya.  Pertentangan-pertentangan  antara<br />
golongan-golongan satu sama lain  karena  perbedaan  pandangan<br />
itu telah mengakibatkan adanya permusuhan pribadi yang terbawa<br />
oleh karena moral dan jiwa yang sudah  lemah,  sehingga  cepat<br />
sekali   ia  berada  dalam  ketakutan,  mudah  terlibat  dalam<br />
fanatisma yang buta dan dalam kebekuan. Pada masa-masa itu, di<br />
antara golongan-golongan Masehi itu ada yang mengingkari bahwa<br />
Isa  mempunyai  jasad  disamping  bayangan  yang  tampak  pada<br />
manusia;  ada  pula  yang mempertautkan secara rohaniah antara<br />
jasad dan ruhnya sedemikian rupa  sehingga  memerlukan  khayal<br />
dan  pikiran  yang  begitu rumit untuk dapat menggambarkannya;<br />
dan  disamping  itu  ada  pula  yang  mau  menyembah   Mariam,<br />
sementara  yang  lain  menolak pendapat bahwa ia tetap perawan<br />
sesudah melahirkan Almasih.<br />
 <br />
Terjadinya pertentangan antara  sesama  pengikut-pengikut  Isa<br />
itu  adalah  peristiwa yang biasa terjadi pada setiap umat dan<br />
zaman, apabila ia sedang mengalami kemunduran:  soalnya  hanya<br />
terbatas pada teori kata-kata dan bilangan saja, dan pada tiap<br />
kata  dan  tiap   bilangan   itu   ditafsirkan   pula   dengan<br />
bermacam-macam arti, ditambah dengan rahasia-rahasia, ditambah<br />
dengan warna-warni khayal yang sukar diterima akal  dan  hanya<br />
dapat  dikunyah  oleh perdebatan-perdebatan sophisma yang kaku<br />
saja.<br />
 <br />
Salah seorang pendeta gereja berkata:  &#8220;Seluruh  penjuru  kota<br />
itu  diliputi  oleh  perdebatan.  Orang dapat melihatnya dalam<br />
pasar-pasar, di tempat-tempat penjual pakaian, penukaran uang,<br />
pedagang  makanan.  Jika  ada  orang  bermaksud hendak menukar<br />
sekeping emas, ia akan  terlibat  ke  dalam  suatu  perdebatan<br />
tentang  apa  yang  diciptakan  dan apa yang bukan diciptakan.<br />
Kalau  ada  orang  hendak  menawar  harga   roti   maka   akan<br />
dijawabnya:  Bapa  lebih  besar  dari putera dan putera tunduk<br />
kepada Bapa. Bila ada orang yang bertanya tentang kolam  mandi<br />
adakah  airnya  hangat,  maka pelayannya akan segera menjawab:<br />
&#8220;Putera telah diciptakan dari yang tak ada.&#8221;<br />
 <br />
Tetapi kemunduran yang telah menimpa agama Masehi sehingga  ia<br />
terpecah-belah  kedalam  golongan-golongan dan sekta-sekta itu<br />
dari segi politik  tidak  begitu  besar  pengaruhnya  terhadap<br />
Kerajaan   Rumawi.   Kerajaan   itu   tetap  kuat  dan  kukuh.<br />
Golongan-golongan itupun tetap hidup dibawah naungannya dengan<br />
tetap  adanya  semacam  pertentangan  tapi  tidak sampai orang<br />
melibatkan diri kedalam polemik teologi atau  sampai  memasuki<br />
pertemuan-pertemuan  semacam  itu  yang  pernah  diadakan guna<br />
memecahkan  sesuatu  masalah.  Suatu  keputusan  yang   pernah<br />
diambil  oleh  suatu  golongan  tidak sampai mengikat golongan<br />
yang  lain.  Dan  Kerajaanpun  telah  pula  melindungi   semua<br />
golongan  itu  dan  memberi kebebasan kepada mereka mengadakan<br />
polemik, yang  sebenarnya  telah  menambah  kuatnya  kekuasaan<br />
Kerajaan    dalam   bidang   administrasi   tanpa   mengurangi<br />
penghormatannya  kepada   agama.   Setiap   golongan   jadinya<br />
bergantung  kepada  belas  kasihan penguasa, bahkan ada dugaan<br />
bahwa golongan itu menggantungkan diri kepada adanya pengakuan<br />
pihak yang berkuasa itu.<br />
<a name="6"></a><br />
Sikap  saling  menyesuaikan diri di bawah naungan Imperium itu<br />
itulah pula yang menyebabkan  penyebaran  agama  Masehi  tetap<br />
berjalan dan dapat diteruskan dari Mesir dibawah Rumawi sampai<br />
ke  Ethiopia  yang  merdeka  tapi   masih   dalam   lingkungan<br />
persahabatan  dengan  Rumawi.  Dengan  demikian  ia  mempunyai<br />
kedudukan yang sama kuat di sepanjang Laut  Merah  seperti  di<br />
sekitar  Laut  Tengah itu. Dari wilayah Syam ia menyeberang ke<br />
Palestina. Penduduk Palestina dan penduduk Arab  Ghassan  yang<br />
pindah ke sana telah pula menganut agama itu, sampai ke pantai<br />
Furat, penduduk Hira, Lakhmid dan Mundhir yang berpindah  dari<br />
pedalaman  sahara  yang  tandus  ke  daerah-daerah  subur juga<br />
demikian,  yang  selanjutnya  mereka  tinggal  di  daerah  itu<br />
beberapa  lama  untuk kemudian hidup di bawah kekuasaan Persia<br />
Majusi.<br />
 <br />
Dalam pada itu kehidupan Majusi di Persia telah pula mengalami<br />
kemunduran  seperti  agama Masehi dalam Imperium Rumawi. Kalau<br />
dalam agama Majusi menyembah api  itu  merupakan  gejala  yang<br />
paling  menonjol, maka yang berkenaan dengan dewa kebaikan dan<br />
kejahatan  pengikut-pengikutnya  telah   berpecah-belah   juga<br />
menjadi  golongan-golongan  dan  sekta-sekta pula. Tapi disini<br />
bukan  tempatnya  menguraikan  semua  itu.  Sungguhpun  begitu<br />
kekuasaan  politik  Persia  tetap kuat juga. Polemik keagamaan<br />
tentang  lukisan  dewa  serta  adanya  pemikiran  bebas   yang<br />
tergambar   dibalik  lukisan  itu,  tidaklah  mempengaruhinya.<br />
Golongan-golongan agama yang berbeda-beda itu semua berlindung<br />
di  bawah  raja Persia. Dan yang lebih memperkuat pertentangan<br />
itu ialah karena memang sengaja digunakan sebagai  suatu  cara<br />
supaya  satu  dengan  yang  lain saling berpukulan, atas dasar<br />
kekuatiran, bila salah satunya menjadi kuat,  maka  Raja  atau<br />
salah satu golongan itu akan memikul akibatnya.</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asadu11ah.wordpress.com/38/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asadu11ah.wordpress.com/38/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/38/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/38/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/38/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=38&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/03/02/arab-pra-islam/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Abu ‘Umar</title>
		<link>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/02/26/33/</link>
		<comments>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/02/26/33/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 26 Feb 2008 08:46:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>asadu11ah</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tokoh]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://asadu11ah.wordpress.com/?p=33</guid>
		<description><![CDATA[Apakah anda menyebut diri anda sendiri sebagai teroris? Ya, saya seorang teroris. Apa ada masalah dengan hal itu? Kalau saya ingin meneror musuh Allah, apa ada masalah dengannya? Demikian Abu ’Umar seorang anggota ’Usbat Al Ansar’, berjihad di Iraq dan melakukan training-training di sana sekaligus merupakan supplier senjata bagi Al Qaidah Iraq. Dalam sebuah wawancara [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=33&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Apakah anda menyebut diri anda sendiri sebagai teroris?</em> <em>Ya, saya seorang teroris. Apa ada masalah dengan hal itu? Kalau saya ingin meneror musuh Allah, apa ada masalah dengannya?</em> Demikian Abu ’Umar seorang anggota ’Usbat Al Ansar’, berjihad di Iraq dan melakukan training-training di sana sekaligus merupakan supplier senjata bagi Al Qaidah Iraq. <span id="more-33"></span></p>
<p><img align="right" width="200" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/abu_omar1.jpg" alt="Abu Umar" height="283" />Dalam sebuah wawancara oleh TV Al-Arabiya Abu ‘Umar dengan santai menjawab pertanyaan-pertanyaan krusial seputar jihad Iraq, Syekh Abu Mu’sab Az Zarqawi r.h. dan bagaimana Al Qaedah bisa mendapatkan dana sekaligus melatih para mujahidin di sana. Rekaman berdurasi 18 menit ini aslinya dalam bahasa arab dan dilengkapi teks bahasa Inggris atas kerjasama dengan Memri TV (versi lengkapnya tanpa teks dalam bahasa Inggris berdurasi lebih dari 38 menit).</p>
<p>Wawancara ini akan memancarkan kejeniusan dan kebenaran posisi yang dimiliki Abu Umar saat ia mengabdi pada jihad Iraq. Dari apa yang kelihatan pada wawancara ini, beliau masih menjadi bagian Al-Qaeda, tetapi bukan sebagai anggota aktif sesuai dengan keadaan beliau. The New York Times bahkan mewawancarai beliau dan menjuluki beliau sebagai ’Jihadi Trainer’.</p>
<p>Wawancara ini juga menunjukkan sisi humoris seorang Abu Umar. Beberapa hal penting dibicarakan oleh Abu Umar tentang mengapa intelijen Syria mendekati Abu Mus&#8217;ab Az-Zarqawi, bagaimana Syiah diilhami oleh Iran untuk memerangi pendudukan pada sebuah negara, bagaimana Al-Qaeda didanai, banyaknya ragam ras dari seluruh penjuru dunia yang berpartisipasi dalam jihad, dan hubungan antara Al-Qaeda dan Ansar Al-Sunnah. Sebuah wawancara spektakuler dari ’orang’ Al Qaedah dan pelaku langsung aksi-aksi jihad di Iraq. Selamat menikmati. (Abu ’Umar dalam hal ini memakai nama Jawhar)</p>
<p><strong><img width="410" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/abu_omar3.jpg" alt="Abu Umar" height="276" /> </strong></p>
<p><strong>Pewawancara</strong> : Siapakah shuhada Jawhar? Siapa anda? Siapa &#8220;Abu Umar&#8221;?</p>
<p><strong>Jawhar </strong>: Saya adalah muslim, manusia biasa, seorang Palestina. Saya adalah seorang pengungsi, tinggal di tenda pengungsi Palestina (di Lebanon).</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Di bagian apakah pekerjaanmu, di &#8216;Ein Al-Hilweh?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saya adalah seorang pedagang &#8211; dealer senjata.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Anda bekerja sebagai dealer senjata?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya. Apa salahnya dengan itu? Apakah itu terlarang, atau sesuatu?</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Anda melakukan ini di kamp pengungsi di &#8216;Ein Al-Hilweh, atau di luarnya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Dari luar ‘Ein Al-Hilweh dan sebaliknya.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Dari luar ‘Ein Al-Hilweh…</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Orang datang ke ‘Ein Al-Hilweh untuk membeli senjata-senjata, dan yang lainnya datang untuk menjual senjata-senjata.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Dari Lebanon atau dari luar negeri?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Mereka datang dari Lebanon. Apa yang Anda harapkan, orang-orang dari Antioch?</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apa mereka datang dari kamp pengungsi Palestina?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Tidak, dari sini. Dari Sidon dan Beirut. Mereka orang Lebanon. Kebanyakan orang yang membeli senjata adalah orang Lebanon, bukan orang Palestina.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Siapa yang menyediakan senjata-senjata yang anda jual?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Kamp pengungsi penuh dengan senjata. Dealer senjata datang ke kamp setiap saat. Mereka datang dengan lisensi. Negara membantu mereka memperoleh senjata tersebut.</p>
<p>[…]</p>
<p><img align="right" width="200" src="http://www.arrahmah.com/images/stories/abu_omar2.jpg" alt="Abu Umar" height="263" /></p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Bagaimana anda bisa memunculkan ide untuk pergi ke Iraq?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Sebagian besar pemuda Muslim di Lebanon berhasrat melihat jihad di Iraq. Sebagaimana anda tahu, pada umumnya, sistem dan struktur Lebanon menghalangimu untuk pergi berperang di Palestina, walaupun begitu Palestina harus didahulukan daripada Iraq dan dari semua negara lainnya. Palestina adalah alasan utama kita. Struktur di Lebanon sini memang benar-benar kacau. Anda harus melalui ratusan ribu penghambat agar supaya mampu memerangi Yahudi di Palestina. Hal tersebut mustahil, karena tidak ada seorangpun -tanpa pengecualian- menginginkan pemuda muslim untuk pergi dan memerangi yahudi. Bahkan mereka yang memerangi yahudi melakukannya di luar pertimbangan mereka sendiri, dan tidak keluar dari ideologi. Saya mengatakan ini tentang setiap orang, tanpa pengecualian. Oleh karena itu, Iraq lebih dekat dari Palestina -bukan dalam kaitan dengan jarak, tetapi dalam pengertian bahwa anda dapat berperang di sana, karena setiap orang membuka gerbang menuju Iraq, tetapi menutup gerbang ke Palestina, walaupun itu lebih penting.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Jadi anda pergi ke Iraq untuk berjihad.</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya iyalah. Apa anda pikir saya pergi ke sana untuk bergabung dengan tim bowling atau tim bola basket?</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Bagaimana anda bisa sampai sana? Melalui perantara? Siapakah dia? Ke mana anda pergi dari ‘Ein Al-Hilweh?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Dari perbatasan Syria, seorang pemuda Syria membawa kami… Penyelundup ini adalah seorang Syria, dan membawa kami pada suatu tempat yang saya tidak tahu di Damaskus, dan kemudian ada van datang dan membawa kami ke jantung Damaskus. Lalu seorang ikhwan (brother) bertanggung jawab menerima kedatangan (para mujahid). Semua ini telah terkoordinasi terlebih dahulu -dari sini ke Shtura, dari Shtura ke Damaskus, dan dari Damaskus ke Iraq. Segala sesuatunya terkordinir oleh seorang ikhwan yang bertanggung jawab akan hal ini. Mereka menerima ikhwan-ikhwan dan mengirim mereka. Semua ini terorganisir. Tidak ada yang dibuat-buat semaunya sendiri.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Jadi saat anda tiba di [Iraq], mereka menempatkan anda di &#8220;rumah tamu.&#8221;</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Itu adalah sebuah rumah biasa. Kami menyebut rumah yang kami diami sebagai &#8220;rumah tamu.&#8221;</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Dan setelah dari rumah tamu?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya bekerja.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah aturan anda? Apa yang anda sudah lakukan?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saya pergi ke sana untuk memimpin training militer.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Training seperti apa?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saya mentraining ikhwan-ikhwan untuk peperangan gerilya.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Seperti apa peperangan gerilya itu?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Secara definisi, peperangan gerilya adalah perang dari yang lemah melawan yang kuat. Perang gerilya berbeda dari perang antara dua bala tentara.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Jadi Anda mentraining mereka untuk berperang dengan senjata?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saya mentraining mereka di peperangan di daerah perkotaan, menyerang, menyergap, dan menyerbu. Itulah yang dimaksud perang gerilya.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah Anda berpartisipasi dalam operasi?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Operasi-operasi yang seperti apa?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Hal-hal umum. Kami biasa menyerbu orang-orang Amerika. Kami biasanya memiliki operasi untuk melawan orang-orang amerika yang berada di Iraq. Kami juga terbiasa untuk mengatur penyergapan dan penyerbuan pos-pos orang Amerika.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Anda berkata &#8220;melawan orang-orang Amerika&#8221;, tetapi apakah kamu mentargetkan hanya orang-orang Amerika saja?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Setiap orang dijadikan sasaran, tetapi orang-orang Amerika menempati tempat utama.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Siapakah yang anda maksud dengan &#8220;tiap orang&#8221;?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Siapapun yang berperang melawan &#8220;bahwa tidak ada Ilaah selain Allah.&#8221; Apakah seorang yang membela Amerika lebih baik dari mereka? Orang-orang kafir itu adalah satu dan sama saja. Seorang kafir tetaplah seorang kafir -baik dia orang Palestina, Yahudi, atau seorang Argentina. Orang-orang kafir adalah satu dan sama saja, sedangkan seorang muslim Amerika tetaplah merupakan seorang Muslim. Jadi apa masalahnya? Apa, seorang iraq yang menyimpang dan membantu Amerika harus diperlakukan selayaknya seorang yang VIP (orang yang sangat penting)? Dia jauh lebih buruk daripada orang-orang Amerika.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda mendukung ideologi Al-Qaeda saat anda pergi demi Iraq?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Apa, Al-Qaeda membuat-buat ideologi ini? Mereka memperoleh ideologi mereka dari Al Qur&#8217;an dan As Sunnah.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda menjumpai orang-orang dari berbagai kewarganegaraan&#8230;</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Karena Allah, orang-orang datang dan menjadi syahid, dan kami bahkan tidak mengetahui kewarganegaraan mereka. Mari kuberitahukan sesuatu -seorang ikhwan terbunuh, dan kami masih mencoba menebak apakah dia berasal dari Eritrea, Yaman atau Sudan.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Saudara Abu Omar, dari pengalamanmu, kewarganegaraan apa yang lazim di sana, selain daripada orang-orang Iraq, tentunya&#8230;</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Adanya orang-orang Iraq di sana?!</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Maksudku terlepas dari orang-orang Iraq tersebut…</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Tidak ada orang-orang Iraq bersama kami.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda serius?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Mereka maunya pergi tidur di rumah-rumah mereka, sementara kami tidur di pos-pos kami.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Mereka nggak takut tidur di rumah-rumah mereka?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Untuk apa mereka harus takut? Kebanyakan dari mereka tidak dikenal [sebagai anggota Al-Qaeda]. Hanya beberapa dari mereka yang dikenal sebagai anggota Al-Qaeda. Mereka melindungi identitas mereka saat mereka harus bergerak.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Jadi ada juga orang-orang Iraq…</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ada banyak yang tidak dikenali sebagai anggota Al-Qaeda. Mereka semua menggunakan topeng ski.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Kapankah mereka melaksanakan operasi-operasinya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya. Kami memiliki bersama kami saudara-saudara dari Tunisia, dari Libya, Algeria (Al Jazair), Moroko… Sejujurnya, saya tidak pernah melihat seorang pun dari Mauritania di sana. Ada saudara-saudara dari Mesir, saudara-saudara dari Jazirah Arab&#8230; Saya berjumpa beberapa saudara dari Kuwait, seorang saudara dari Qatar&#8230; Ada juga saudara-saudara dari Palestina, Syria tentunya juga, dan saudara-saudara dari Jordania&#8230;</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Berapa banyak regu yang kamu training di Iraq?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Dengan izin Allah, banyak. Saya memimpin training sepanjang waktu selama saya berada di sana.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Berapa banyak anggota yang dimiliki oleh tiap regu?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya tergantung lah -lima, enam, tujuh&#8230; Pada beberapa area, kami tidak bisa memiliki regu dalam jumlah besar. Hal itu tergantung pada areanya. Pada beberapa area, kami bisa mentraining tanpa ada masalah, dan pada area lain, trainingnya sedikit sulit.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Kekuatan keamanan pasti mengajar-ngejar anda, tentu saja.</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Kalau itu hanya kekuatan keamanan, mungkin tidak ada masalah. Masalahnya adalah kapal terbang di atas. Anda bahkan tidak akan tahu kapan sebuah pesawat sedang mengikutimu dari atas.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Di mana Anda melaksanakan training?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Di hutan-hutan dan rimba-rimba&#8230; Satu-satunya yang kami khawatiri adalah [pesawat terbang] di atas. Kami tidak khawatir segala sesuatunya tetapi pesawat mata-mata. Hal yang mengkhawatirkan para pejuang Iraq adalah pesawat-pesawat ini, karena Amerika memiliki keunggulan di udara saja. Satu-satunya masalah di Iraq adalah angkatan udara.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Di mana anda mengadakan training Anda? Bagaimana mungkin Anda bisa mntraining banyak orang, tanpa seorang pun mendengar suara tembakan apa pun, dan tanpa membangun kecurigaan seorang pun dari wilayah tersebut?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Area ini pada dasarnya berada di bawah kekuasaan kami. Itu sangatlah mustahil bagi saya untuk masuk ke dalam rumah, mengetahui bahwa seseorang bisa saja keluar dan memasukkan aku ke dalam. Area ini sepenuhnya aman.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Jadi, area itu ‘milik’ mu-Al Qaedah atau para pendukungnya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Jika itu tidak merupakan milik kami, setidaknya itu merupakan area yang di luar pengawasan. Seluruh area ini berada dalam kekuasaan organisasi Al-Qaeda.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Siapakah “Ansar Al-Sunna”?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Mula-mula, mereka adalah orang Kurdis. Mereka dekat dengan perbatasan Jordania-Iraq, dan selanjutnya, mereka menyebar sepanjang Iraq. Awalnya, mereka dipanggil &#8220;Ansar Al-Islam,&#8221; dan kemudian mereka menjadi &#8220;Ansar Al-Sunna.&#8221;</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah Ansar Al-Sunna memiliki perjanjian dengan Al-Qaeda? Apakah mereka berpartisipasi dalam operasi-operasi mereka, dan bersama-sama memiliki ideologi yang sama, dalam teori dan dalam penerapannya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Tentu saja, sepenuhnya. Memang ada persekutuan, dan mereka memiliki ideologi yang sama. Amir mereka dipanggil sebagai Abu Hassan Al-Syafi’i.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda pernah berjumpa dengan Abu Mus’ab Al-Zarqawi?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Sheikh Abu Mus’ab tidak muncul terlalu sering. Tidak semua ikhwan berjumpa dengannya. Tetapi terkadang, Sheikh Abu Mus’ab mengadakan kunjungan ke base kami, dan beliau akan datang tanpa pemberitahuan sebelumnya. Kami akan duduk mengelilingi beliau, dan pemuda-pemuda akan berjalan mengitari Sheikh. Mereka bisa jadi duduk bersama kami untuk 15 menit, setengah jam atau satu jam, dan kemudian mereka akan berkata selamat tinggal dan bergerak cepat.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apa sebenarnya yang dia minta kepada anda untuk dilakukan?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Sekali beliau mengirim seorang ikhwan sebagai wakilnya, dan meminta saya untuk melaksanakan operasi-operasi di area Baghdad.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah kamu melaksanakannya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya, Segala Puji bagi Allah.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Operasi-operasi seperti apa?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Pengeboman dan pembunuhan-pembunuhan. Hal-hal umum. Apalagi yang bisa beliau minta dari kami?</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Melawan orang-orang Iraq, atau…</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Tidak, melawan orang-orang Amerika.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saya punya kemampuan untuk membuat [bahan peledak] dari bahan-bahan kimia, dan saya juga bisa menggunakan [peledak yang telah siap diledakkan].</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Dan bahan-bahan ini bisa didapatkan?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya, bahan-bahan ini disediakan di pasar-pasar. Saya tidak bisa mengungkapkan secara persisnya bagaimana saya membuatnya, karena besok mungkin seseorang akan mulai menjualnya di pasar.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Dari mana anda memperoleh mobil-mobil itu?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Beberapa mobil yang kami kendarai milik ikhwan-ikhwan, dan yang lainnya merupakan barang rampasan yang diambil dari orang-orang Amerika atau Iraq. Jadi kami menggunakan mobil-mobil ini.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Dari mana anda memperoleh uang? Dari mana asal dana Al-Qaeda di Iraq?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Kami biasanya memperoleh bantuan dari luar negeri dan kami biasanya memperoleh harta rampasan. Bila kami mengambil 200-300 mobil sebagai harta rampasan -apakah anda mengharapkan kami akan mengendarai mereka semua? Jadi kami menjualnya ke Kurdis, dan inilah cara kami mendapatkan uang.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah Anda utamanya menjual mobil-mobil tadi pada Kurdis?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya, bahkan Kurdis membeli mobil-mobil polisi. Jika kami memperoleh mobil polisi sebagai barang rampasan, mereka akan membelinya tanpa mempermasalahkannya. Dan Kurdis memiliki banyak uang sekarang. Orang terkaya di Iraq adalah orang Kurdis, kemudian datanglah kaum Syiah, dan kaum Sunni yang merupakan orang-orang termiskin dari semuanya.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Dapatkah anda uraikan struktur organisasi tersebut, mulai dari atas piramid hingga divisi yang lebih rendah?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saudara Abu Mus’ab, semoga pertolongan Allah atasnya, berada pada puncak piramid. Kemudian datanglah saudara-saudara yang bertanggung jawab atas wilayah-wilayah lainnya, seperti Amir di lajur Baghdad, Amir Al Anbar, Amir Mosul. Kemudian Amir administratif. Kemudian Amir yang berwenang pada masalah keagamaan, dan kemudian Amir Militer. Amir militer memegang komando terhadap Amir alat peledak, Amir granat, amir penyerbuan, yakni yang bertanggung jawab atas penyerbuan, dan Amir yang bertanggung jawab pada hal rampasan perang. Ada juga Amir administratif, dan ada pula Amir Militer. Di bawah Amir militer, ada Amir yang lain yaitu Amir yang berwenang terhadap aktivitas militer.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda adalah Amir di sana?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saya dulu adalah Amir training. Saya adalah Amir yang mentraining ikhwan-ikhwan, dan saya memiliki kamp training.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Di mana?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Di Haditha.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Orang-orang dari intelijen Syria datang, dan meminta untuk bertemu dengan sheikh Abu Mus’ab. Mereka berkata kepada beliau: &#8220;Saudaraku, senjata-senjata apa sajakah yang engkau butuhkan?&#8221; Mereka ingin membantu, tetapi [Al-Zarqawi] berkata : &#8220;Tidak, kami telah memiliki semua yang kami butuhkan.&#8221; Beliau tidak akan mengambil apapun dari mereka, walaupun kami dalam keadaan sangat-sangat butuh bantuan akan senjata-senjata. Kami tidak ingin mengambil apapun dari orang-orang Syria, sehingga di kemudian hari kelak kami tidak dikatakan bekerja sama dengan mereka. Inilah posisi Sheikh Abu Mus&#8217;ab. Beliau dalam keadaan membutuhkan tiap satu peluru, dan itu ditawarkan kepada beliau apapun yang beliau inginkan. Beliau berkata : &#8220;Saya memerangi orang-orang Amerika, dengan atau tanpa Anda. Mengapa saya harus memerangi orang-orang Amerika untuk kepentingan Anda?&#8221;</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Bagaimana mungkin intelijen Syria dapat mencapai Abu Mus’ab Al-Zarqawi? Apa tujuan mereka? Apa yang mereka inginkan?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Orang-orang Syria tidak tertarik sama sekali bila orang-orang Iraq tetap tenang untuk sesaat. Mereka mengambil keuntungan dari hal ini. Semakin banyak Iraq dihancurkan, mereka semakin senang, karena bila Amerika merasa nyaman di Iraq, mereka (Amerika) akan bisa bergerak ke banyak tempat-tempat lainnya. Untuk alasan yang sama, hal ini bukanlah ketertarikan bagi orang-orang Iran&#8230; Saya tidak tahu apakah anda menyadarinya, tetapi orang-orang Syiah mulai memerangi orang-orang Amerika sejak 2 tahun lalu. Hal ini bukanlah karena orang-orang Syiah-orang-orang Iran meminta mereka untuk berperang, dan mengirim senjata-senjata mereka, alat-alat peledak, dan sebagainya, tetapi karena.. bila orang-orang Amerika merasa nyaman berada di Iraq, mereka (Amerika) akan bergerak ke area lainnya. Apakah anda lupa dengan Timur Tengah Baru?  </p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Kami memiliki bersama kami seorang ikhwan dari Tunisia, semoga Allah menerima beliau [sebagai shuhada], yang mengatur penangkapan sinyal dari pesawat mata-mata, dan dia bisa melihat apapun yang sedang dilihat oleh orang-orang Amerika.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Jadi ada orang-orang yang memiliki kekhususan dalam bidang teknologi?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Kami memiliki seorang ikhwan dari Amerika bersama kami, kami memiliki ikhwan dari Belgia dan Perancis. Mereka semua berpendidikan dan intelek. Bersama saya, seorang saudara dengan gelar M.A di bidang ekonomi. Dia pernah sekali mengadakan pelajaran tentang kerugian yang terjadi terkait kejadian 9/11. Dia menghitung kerugian ekonomi Amerika hingga sen terakhir.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Dari mana dia berasal?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Dia adalah seorang Palestina dari Jordan. Dia juga memiliki kewarganegaraan Inggris.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah dulu ada kontak antara organisasi utama Al-Qaeda dan Al-Qaeda di Iraq dan cabang-cabang lainnya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ketika Sheikh Abu Mus&#8217;ab, Allah memberikan pertolongan atasnya, mengikrarkan kesetiaan kepada Sheikh Osama, dengan cara yang natural, hubungan itu terbentuk.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Bagaimana kontak ini dilakukan? Melalui internet?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Hal ini yang saya tidak tahu.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Melalui perantara?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saya tidak tahu.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Kapankah anda bergabung ‘Usbat Al-Ansar?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Pada 1991.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Mengapa anda bergabung dengan mereka?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Karena ideologi mereka. Mereka memanggil untuk jihad, kebangkitan kekhilafahan Islam, dan kebebasan Palestina, dan pikiran inilah yang memberi daya tarik tersendiri bagiku. Lagipula, saya seorang muslim, jadi saya bergabung dengan ‘Usbat Al-Ansar.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Anda melatih orang sekarang. Siapa yang melatihmu?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saya menerima training saat saya berada di ‘Usbat Al-Ansar, dan sebelum itu, Saya adalah anggota pemuda Fatah. Pada umumnya, kebanyakan orang-orang Palestina tau bagaimana cara menggunakan senjata.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah kamu pergi ke Afghanistan atau Pakistan?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Saya berharap demikian, tetapi itu tidak terjadi. Saya tidak memiliki kehormatan untuk berangkat ke sana.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda berharap untuk kembali ke Iraq?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Enggaklah, untuk apa? Palestine lebih dekat.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Kami mengalami perselisihan dengan PLO. Tidak ada suatu pun yang perlu membuat kita malu. Apa, mereka boleh membunuh kami, tetapi kami tidak boleh membunuh mereka? Ini adalah suatu hal yang wajar. Mereka seharusnya membuktikan apa pun yang mereka tuduhkan kepada kami. Apakah mereka memiliki bukti? Mereka tidak memiliki bukti apa pun, tetapi mereka mengisukan keputusannya.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah kamu dijatuhi hukuman mati?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Aku memperoleh beberapa vonis mati dan juga dakwa&#8217;an hukuman seumur hidup. Tidak ada apa-apa dengan hal itu. Apa ada masalah? Mereka dapat membuat sebanyak mungkin dakwaan berlapis sesuka mereka. Hal ini bagi saya merupakan suatu kehormatan.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda menyebut diri anda sendiri sebagai teroris?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya, saya seorang teroris. Apa ada masalah dengan hal itu? Kalau saya ingin meneror musuh Allah, apa ada masalah dengannya?</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Abu Omar, apakah di Lebanon ada Al-Qaeda?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Tidak sejauh yang aku tahu, karena Sheikh Osama tidak tertarik pada Lebanon atau bahkan Syria.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Dengan mempertimbangkan operasi-operasi, saya tidak harus pergi kepada Amir urusan agama (syariah), tetapi bila kami ditangkap, katakanlah, seorang Iraq&#8230; Pada sebagian besar kasus, anda membutuhkan peraturan agama selama interogasi. Tetapi bila kita pergi kepada Amir dan bertanya pada beliau apakah saya diizinkan untuk memerangi Amerika, saya bisa dianggap idiot. Tetapi dengan mempertimbangkan orang-orang Iraq dan persoalan-persoalan lainnya, Anda perlu berkonsultasi pada Amir urusan agama.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda pernah berpartisipasi pada suatu operasi penculikan?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya, sekali saya pernah menculik seseorang di kota sasaran. Apa ada masalah? Saya membawa dia dan meninggalkan di market. Patroli Amerika saat itu melewati kami, tapi apa ada masalah?</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Mengapa kamu menculiknya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Karena dia bekerja sama dengan orang Amerika.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah dia orang Iraq?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Ya.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apa yang anda lakukan dengannya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Kami membawanya untuk &#8220;jalan-jalan.&#8221;</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Jalan-jalan yang seperti apa?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Kami menyerahkan dia kepada ikhwan yang memimpin interogasi. Tugasku hanyalah menculik dia. Ikhwan-ikhwan yang memimpin interogasi mengadakan kesepakatan dengannya.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Siapa yang memutuskan apa yang harus diperbuat terhadapnya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Amir yang berkaitan dengan penetapan agama membuat keputusan apakah ia harus dibunuh, dicambuk, dicerca, dilepaskan, atau dijebloskan ke dalam penjara. Amir yang mengurus pengaturan keagamaanlah yang memutuskan.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah Anda menculik orang untuk uang tebusan?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Hukum Islam melarang hal ini, kecuali bila mereka orang kafir. Saya diizinkan menculik orang kafir untuk uang tebusan, tetapi tidak untuk Muslim atau Muslim yang menyimpang.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Sheikh Abu Mus’ab saat itu ditawari berjuta dollar saat menculik duta besar Mesir, tetapi beliau menolak, karena hukum Islam mewajibkan membunuh duta besar ini.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda berada di sana?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Tidak, saat itu saya di sini.</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Apakah anda tahu apa yang terjadi padanya?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Mereka menjagalnya.</p>
<p>[…]</p>
<p><strong>Pewawancara:</strong> Bagaimana bisa Al-Qaeda memiliki hak untuk mengeksekusi orang?</p>
<p><strong>Jawhar:</strong> Tentu saja mereka memiliki hak. Apa masalahnya? Bagaimana bisa idiot-idiot itu ada di Lebanon sini, di Jordan, atau di tempat lain, apakah mereka punya hak untuk menjatuhkan hukuman atau menjebloskan ke dalam penjara? apakah, mereka lebih baik dari saya?</p>
<p>24 Desember  2007</p>
<br /><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/categories/asadu11ah.wordpress.com/33/" /> <img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/tags/asadu11ah.wordpress.com/33/" /> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/asadu11ah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/asadu11ah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/asadu11ah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/asadu11ah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/asadu11ah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/asadu11ah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/asadu11ah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/asadu11ah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/asadu11ah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/asadu11ah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/asadu11ah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/asadu11ah.wordpress.com/33/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/asadu11ah.wordpress.com/33/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/asadu11ah.wordpress.com/33/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=asadu11ah.wordpress.com&amp;blog=1233030&amp;post=33&amp;subd=asadu11ah&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://asadu11ah.wordpress.com/2008/02/26/33/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://0.gravatar.com/avatar/e3cf07e4fb0f9e7aa20813197010cd01?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">asadu11ah</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.arrahmah.com/images/stories/abu_omar1.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Umar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.arrahmah.com/images/stories/abu_omar3.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Umar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://www.arrahmah.com/images/stories/abu_omar2.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Abu Umar</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
